CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 49. Berangkat umroh.


__ADS_3

Kirana mencoba mencerna apa yang terjadi dengannya barusan karna sehancur apa pun hidupnya saat ini, Kirana ga mau sampai menghancurkan masa depannya.


"Aku mencoba menjaga kesucian ku sampai saatnya tiba, aku ga mau mengecewa kan Arka saat kita menikah nanti," batin Kirana duduk di tempatnya semula sebelum Iqbal datang.


2 hari di ada kan promo di toko, penghasilan Kirana cukup untuk bekal paman dan bibinya selama umroh. Uang yang terkumpul Kirana langsung serah kan pada pamannya.


"Alhamdulillah ya mba semuanya sudah selesai dan uangnya sudah cukup, nanti kita ada kan lagi promo dengan konsep berbeda,"


"Iya Kiran, niat baik pasti hasilnya baik juga. Karna kamu ada kan promo berniat untuk hal baik, untuk bekal pama dan bibi mu pergi umroh Allah pasti beri jalan kemudahan untuk itu semua. Kalau aku jadi ibu kamu, aku pasti bangga sama kamu Kiran. Mba sudah anggap kamu kaya adik mba sendiri,"


"Ibu ku mana pernah bangga sama aku mba, lirik aku bentar aja ga mau apa lagi punya rasa bangga sama aku. Aku udah bosen mba ngemis-ngemis minta kasih sayang sama ibu dan ayah tapi apa yang aku dapat, hanya hinaan dan rasa sakit yang selalu mereka toreh kan di hati ini. Sebenarnya salah aku apa sama mereka mba, kalau iya aku ga d harap kan kenapa aku di lahir kan? kenapa ga di gugurin aja pas baru tau ada aku d janin ibu," ucap Kirana dengan mata sudah berkaca-kaca, Rani pun memeluk Kirana yang memang terlihat tegar dan ramah tapi hati berkata lain.


"Terima kasih ya mba, mba udah mau jadi kakak buat aku," sambung Kirana terasa nyaman di pelukan Rani.


"Sama-sama Kiran, aku bisa merasa kan apa yang kamu rasa kan," ucap Rani melepas pelukannya.


"Oh iya mba, kayanya besok pagi aku ga ke toko karna aku harus membantu paman bersiap untuk pergi. Aku titip kunci ya, biar mba Rani yang buka toko aja. Paling aku agak sore ke tokonya setelah pulang dari kampus,"


"Iya,"


...***...


Kirana memberi kan kunci toko pada Rani sebelum Rani pulang, Kirana pun ikut pulang untuk memberi kan uang pegangan untuk paman dan bibinya saat menjalan kan ibadah umroh. Kirana hanya memikir kan saat paman dan bibinya ingin membeli yang mereka ingin kan saat di tanah suci.


"Ayo aku antar sayang,"


"Emm,, boleh karna paman juga udah kenal sama kamu, sekalian PDKT kamu sama paman. Mau ga?"


"Mau dong, biar bisa terus dekat sama kamu. Ayo naik," ucap Iqbal memakai kan helm di kepala Kirana lalu Kirana pun naik ke atas motor.

__ADS_1


20 menit perjalanan, meraka mulai masuk ke perkampungan tempat tinggal paman Kirana. Iqbal memarkir kan motornya di depan rumah Arif.


"Paman, aku pulang,"


Iqbal berdiri di samping Kirana saat Kirana hendak masuk ke dalam rumah, Kirana mengambil tangan pamannya dan mencium punggung tangannya dan di ikuti oleh Iqbal. Tak lupa pada Lia, Kirana pun melaku kan hal yang sama pada bibi yang selama ini sudah membesar kannya dengan sepenuh hatinya.


"Aku hanya mengantar Kirana paman, aku pamit pulang karna Kirana sudah sampai dengan selamat,"


"Ya sudah kamu hati-hati ya, oh iya paman mau titip Kirana selama paman dan bibi pergi jauh dari Kirana. Tolong jaga dia ya nak,"


"Iya paman, akan aku jaga Kirana dengan baik. Aku permisi pamit pulang paman, semoga ibadah paman dan bibi berjalan dengan lancar dan pulang dalam keadaan selamat,"


Iqbal pun keluar dari rumah Arif di antar Kirana sampai depan teras, lalu Iqbal menaiki motor dan melaju kan motornya dengan perlahan meninggal kan halaman rumah Arif.


Kirana kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di dekat paman dan bibinya.


"Ini hasil jualan ku 2 hari ini, aku mengada kan promo dan banyak pelanggan yang datang untuk membeli. Dan ini hasilnya, di simpan ya bi mudah-mudahan cukup," sambung Kirana.


"Ini banyak sekali Kiran, apa kamu masih bisa belanja kalau uang hasil jualannya di kasih kan sama paman dan bibi,"


"Itu uang 2 juta untuk paman dan bibi, ini masih ada satu juta untuk ku belanja kosmetik lagi. Di tabungan ku juga masih ada untuk tambahan nanti belanja, paman dan bibi jangan khawatir aku pasti berusaha lebih keras lagi untuk tetap bisa usaha dan tetap kuliah agar paman dan bibi bangga dengan gelar yang ku dapat,"


"Kamu jaga diri baik-baik ga nak, paman percaya kan semuanya pada mu," ucap Arif membelai lembut puncak kepala Kiran dengan penuh kasih sayang.


...***...


Pagi-pagi sebelum pergi meninggal kan Kirana selama 10 hari, Lia masih sempat kan diri membuat kan sarapan untuk keponakannya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Kiran, kita sarapan dulu. Kita pergi jam 9 kan, masih ada waktu untuk sarapan,"

__ADS_1


"Iya bi,"


Jam 9 tepat, Kirana pergi mengantar paman dan bibinya ke travel umroh untuk keberangkatan pukul 10:30. Kirana memesan taksi online agar semuanya bisa ikut mengantar, suami serta anak perempuan Lia pun ikut mengantar.


"Paman jangan lupa berdoa dan meminta jodoh yang baik untuk paman, aku mau melihat paman bahagia dengan pasangan paman," ucap Kirana tersenyum manis pada pamannya.


40 menit perjalanan, mereka pun sampai di travel umroh yang akan membawa Arif dan Lia pergi untuk laksana kan ibadah haji kecil.


"Mas, tolong jaga anak kita ya,"


"Iya pasti akan aku jaga buah hati kita, kamu hati-hati di sana ya,"


Setelah berpamitan, sesuai jadwal keberangkatan semua jama'ah umroh pergi mengguna kan mobil travel menuju bandara. Sepeninggal paman dan bibinya, Kirana pun izin pamit pada paman dan keponakannya untuk pergi ke kampus.


"Paman, aku pesan pan ojeg online ya untuk paman pulang," ucap Kirana mengeluar kan ponselnya dari dalam tas ransel kecil yang ia kena kan hari ini, lalu memesan ojek online untuk paman dan keponakannya pulang ke rumah Arif.


"Boleh Kiran, kamu ga pulang ke rumah,"


"Ga paman, aku mau ke kampus. Pulang dari kampus aku langsung ke toko dan tidur di toko,"


"Atas nama Kirana Larasati," ucap pria yang menghampiri Kirana dengan memakai atribut ojek online nya.


"Iya saya pak, tapi yang di antar paman dan keponakan saya,"


"Baik mba, sesuai titik yang ada di aplikasi ya mba,"


"Iya pak,"


"Paman sudah Kiran bayar ya, paman hati-hati di jalan," ucap Kiran mencium punggung tangan suami dari Lia.

__ADS_1


__ADS_2