CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Saling merindu


__ADS_3

Sesaat sampai di gerbang Niko melihat mobil masuk namun tidak memperhatikan yang berada di dalam mobil, karena buru buru ingin sampai toko.


Sementara Arumi deg, merasa mengenali mobil suaminya.


" Mas.... kamu kah", leher Arumi berputar mengikuti Arah mobil yang menjauh.


Hatinya sedikit perih karena yang dilihatnya tidak salah, ya itu memang mobil Niko yang melintas keluar dari area parkir kampusnya.


" Siapa?",


" Hmmm.... bukan, kayak kenal tapi bukan", jawab Arumi berbohong pada Fahrizal.


" Sudah sampai, nanti kalau sudah selesai kuliah kabari kakak ya, dan tunggu jangan kemana mana".


" Oke, terima kasih kak...Assalamualaikum".


" Waalaikum salam".


Fahrizal pergi meninggalkan Arumi sementara Arumi langsung menuju kelas sudah rindu juga dengan teman temannya terutama Bilqis dan Richard.


*****


Niko sampai di toko dilihat karyawan shift pagi sudah berkumpul semua. Deni memberikan laporan bahwa baru saja terjadi pencurian di tokonya yang dilakukan oleh seorang ibu, pencuri itu mengambil beberapa kemasan sabun, shampo, dan juga minyak goreng, modus itu dilakukan dengan mengapit di bagian pahanya, namun gerak geriknya diketahui oleh kasir sehingga bisa ketahuan, apa lagi setelah dilihat dari rekaman cctv, bukti tidak terelakan.


Niko sebenarnya tidak tega melihat jika penampilan ibu itu yang nampak lusuh, pucat dan juga kurus, tapi rasa belas kasih tidak berlaku untuk seorang pencuri yang telah membuat kerugian.


Akhirnya setelah ditanya banyak hal, Niko membebaskan ibu itu dengan beberapa syarat.


" Den..... lebih teliti dan waspada lagi untuk meminimalisir kejadian seperti barusan".


" Tentu pak, saya permisi", Niko menganggukkan kepala, dan menatap layar ponselnya memastikan ponsel Arumi aktif, rasanya rindunya semakin berat dirasa.


➡️ " Rum....... kau kah ini sayang.... Arumi sayang...... ", Suara Niko begitu berat saat menelpon Arumi dan ternyata diangkat namun tak ada jawaban dari sebrang.

__ADS_1


➡️ " Sayang mas kangen benget.... jawablah sayang.... mas ingin mendengar suara mu yang.... ", tak ada sahutan namun akhirnya terdengar suara isakan lirih sangat lirih namun terasa menyayat hati Niko.


➡️ " Sayang.... apa kabarmu? apa kabar debay kita, katakan padanya Ayah kangen, Ayah rindu, sangat rindu", kini isakan itu bukan hanya dari sebrang tapi juga dari Niko, dan suara di telpon itu hanya isakan dari mereka.


" Sayang...... kamu dimana? boleh mas menyusul mu? yank.... jawab sedikit saja dong pertanyaan mas, mas rindu suaramu? tidak kah kau juga merindukan mas yank? Niko semakin sesak dadanya, rasanya seperti ingin meledak merasakan rindu nya, begitupun Arumi tapi .... Arumi ingin memastikan cinta suaminya secara tulus, bersabar saat ini adalah pilihan yang tepat.


➡️" Mas..... Maafkan Arum, jaga diri mas baik baik... Assalamualaikum", tut tut tut.... telpon langsung dimatikan sama Arumi, dua sejoli itu akhirnya saling menangis saling menggenggam ponsel masing masing saling menahan rindu yang membuat sesak di dada.


Niko yang saat itu sedang duduk di meja kerjanya langsung melorot meratapi sakit rindunya yang belum bisa bertemu Arumi.


Begitupun Arumi yang saat itu sedang duduk menjauh dari teman temannya disudut taman sendiripun terisak sambil mendekap dua lututnya, hatinya sedih sangat sedih, ingin bermanja dan mengeluhkan setiap harinya tentang perkembangan debaynya yang sudah aktif bergerak didalam perutnya.


Ingin diperlakukan penuh kasih sayang dan selalu dekat dengan Niko, tapi ada sisi hatinya yang belum sepenuhnya yakin cinta Niko.


******


Cilia tengah duduk di taman dengan senyum manis, rupanya dia telah bisa bertemu dengan anak pertamanya dan menceritakan kondisinya kini dengan mantan mertuanya, dan hari ini dia sudah ada janji dengan mantan suami ke tiganya, namun kali ini mereka hanya akan bertemu berdua tanpa anak mereka karena sedang demam.


" Apa kabarmu?", nada lembut dari Tigor mantan suaminya.


" Ya.... seperti yang kamu lihat Abang sehat", Mata Tigor berkaca kaca memperhatikan kondisi Cilia kini, saat terakhir bertemu masih segar, sehat dan gemuk tapi sekarang terlihat kurus dan pucat.


" Syukurlah bang, Juna apa kabar, dia sudah bisa apa? Cilia menanyakan putra ke duanya yang kini tinggal dengan mantan suaminya.


" Hmmm... dia sedang demam, mungkin lain kali kamu bisa menemuinya, Dia sedang sudah bisa jalan, giginya juga sudah tumbuh ada 4 atas dua bawah dua, dan juga sedang belajar bicara", jelas Tigor panjang lebar membuat hati cilia teriris, rindu itu kini nyata, kalau kemarin dia kuat itu karena dia sehat dan juga sibuk tapi setelah sakit banyak waktu tanpa kegiatan itu membuat Cilia menyadari bahwa ada rindu untuk buah hatinya yang selama ini dia abaikan, kini hatinya sadar, mesti terlambat dan mungkin sangat terlambat.


" Bang.... maafkan Cilia, Cilia nitip dia ya, jaga dia untuk ku, katakan padanya kelak jika sudah dewasa bahwa ibunya menunggu di surga", Tigor merengkuh tubuh Cilia penuh kasih meskipun wanita itu telah mencampakkan dirinya karena dianggap miskin dan hanya hidup pas pasan tapi nyatanya melihat kondisi Cilia kini tak ada rasa sakit hati yang tersisa yang ada hanya rasa iba.


" Tenanglah, sabar... kamu pasti sembuh dan bisa melihatnya besar dan dewasa".


" Iya Cilia akan sembuh, untuk dia Bang", isak Cilia lirih.


" Harus.... semangat ya!".

__ADS_1


" Iya... cayoo", Tangan Cilia mengepal diangkat keatas tanda semangat dengan mata berkaca kaca.


Tigor kemudian mengajak Cilia ke kafe untuk melanjutkan obrolannya, pikirnya memberikan perhatian lebih untuk mantan istrinya itu untuk memberi semangat supaya sehat kembali.


" Bang.... boleh Cilia tanya sesuatu?".


" Boleh".


" Apa Juna sudah punya ibu atau calon ibu baru?".


" Hmmm.... belum dua dua nya, Abang menikmati waktu untuk berdua dengan Juna dia sedang lucu lucunya dan Abang merasa belum mau berbagi dengan siapapun". Senyum tipis tersungging di bibir Cilia, setidaknya jika benar seperti itu dia tidak mengganggu seseorang bila ingin berbincang dengan mantan suaminya. ( sama mantan suami mikirin perasaan orang tapi sama mantan pacar tega ga mikirin perasaan Arumi.. hmmm)


" Cepatlah menikah Bang.... biar ada yang mengurus mu!".


" Pasti.... Abang juga butuh seseorang yang bisa mengurus Abang dan Juna, kalau bisa, cuma masih suka aja seperti ini sampai saat ini belum mau membagi sayang, mau fokus menyayangi Juna dulu".


" Maafkan Cilia ya bang.... telah .mengecewakan hati Abang!".


" Sudahlah, Jangan diingat lagi, pikir kan saja kesembuhan mu!".


" Iya Bang.... terima kasih".


Lumayan lama Cilia dan Tigor menghabiskan waktu di kafe, kemudian Tigor mengantar Cilia di pondokan pasien kanker. Disanalah Cilia tinggal sementara selama kemoterapi.


Suasana Hati Cilia menjadi lebih baik setelah obrolan dengan Tigor mantan suaminya itu, paling tidak dia tidak merasa sendiri di kota orang.


Tigor masih baik padanya meskipun saat itu dia kabur meninggalkan Tigor dengan putranya yang masih bayi bahkan masih minum Asi, demi mengejar sesuatu yang belum pasti, yaitu kemewahan, tidak mau hidup melarat.


-


-


-

__ADS_1


UP NYA SATU SATU AJA, LAGI TIDAK ENAK BADAN .... MAAF YA🙏🙏🙏 LANJUUTT....


__ADS_2