
"Ayo bawanya gimana," ucap Arka.
Arka mengatur barang bawaannya di atas motor di bagian depan dan tv di bawa atas pangkuan Kirana.
Sesampainya di rumah, Kirana dan Arka memasuk kan semua barang bawaannya ke dalam rumah.
"Kiran ini semua stok barang jualan mu?" tanya Arka.
"Iya, yang itu taruh di situ aja. kamu antar aku ke rumah ibu ku ya, nanti aku kasih bonus buat kamu," ucap Kirana.
"Oke bos," ucap Arka.
Mendengar suara Kirana, Lia pun menghampiri Kirana yang mengatur posisi kipas angin.
"Kiran kamu beli banyak barang? Katanya mau beli hadiah buat ibu mu?" tanya Lia.
"Ini aku beli kan untuk paman karna paman sering kepanasan makanya sering ngadem di teras dan ini untuk bibi aku lihat penanak nasi punya bibi udah mulai rusak jadi aku beli kan ini untuk bibi," ucap Kirana memberi kan penanak nasi pada Lia.
"Terima kasih ya nak, semoga rezeki mu semakin lancar ya nak dan semakin banyak langganannya," ucap Lia mendoa kan kesuksesan Kirana dan di amin kan oleh Kirana dan Arka.
"Paman mu juga pasti senang di beri hadiah oleh mu, oh iya untuk mama mu mana?" sambung Lia.
"Ada di depan, aku beli tv buat ibu. Mudah-mudahan aja ibu suka," ucap Kirana dengan penuh harapan.
"Ya sudah aku ke rumah ibu dulu ya bi, nanti keburu malam di jalan," ucap Kirana pamit pergi lagi pada Lia.
Kirana pun membawa tv yang akan di beri kan pada ibunya dan di simpan di bagian depan motor.
"Nanti tunjukkan jalan ke rumah tante Rose ya," ucap Arka.
"Kok aku deg deg an ya Ka, tiap mau ketemu sama ibu pasti aja kaya gini," ucap Kirana.
"Tenang aja semua pasti baik-baik aja, ada aku yang nemenin kamu," ucap Arka menguat kan hati Kirana.
Perjalanan pun di mulai, Arka melajukan motornya dengan hati-hati karna membawa hadiah special untuk orang yang special bagi Kirana.
__ADS_1
"Bu semoga ibu suka dengan hadiah yang ku beri kan, terutama ibu menerima apa yang ku beri kan karna ini pertama kalinya aku memberi sesuatu untuk ibu. Sekeras apa pun ibu menolak ku, aku tetap sayang sama ibu, ibu segalanya buat ku," batin Kirana.
"Di depan belok kiri, nanti ada rumah dengan pagar besi cat putih. Itu rumah ibu ku," ucap Kirana memberi petunjuk pada Arka.
Arka pun menghentikan motornya tepat di depan rumah Rose, lalu Kirana menggeser pagar halaman rumah Rose dan masuk ke pekarangan rumah Rose. Kirana menghela nafas panjang sebelum mengetuk pintu rumah Rose.
Tok tok tok
"Permisi," ucap Kirana dari balik pintu rumah Rose.
"Permisi, bu ini Kirana," teriak Kirana.
"Apa ga ada orang ya?" gerutu Kirana.
Tok tok tok
"Permisi," teriak Kirana mengulangi untuk yang ke 3 kalinya.
Kirana berbalik arah untuk kembali menghampiri Arka.
"Kayanya ga ada orang deh, aku ketuk pintunya ga ada yang nyaut," ucap Kirana.
"Iya juga ya, coba aku tanya ke rumah sebelah deh," ucap Kirana merima saran dari Arka.
"Permisi bu, numpang tanya. Ibu tau kemana ibu Rose pergi? Dari tadi aku ketuk pintu rumahnya tapi ga ada yang respon kaya yang kosong rumahnya," ucap Kirana.
"Ada neng, kemarin sih bu Rose sakit. Udah di bawa berobat sama suaminya, anaknya juga di titip di mertuanya," ucap tetangga sebelah.
"Loh sakit apa bu, kenapa di tinggal sendiri di rumah. Kalau ada apa-apa gimana?" tanya Kirana merasa khawatir dengan kondisi ibunya.
"Ibu juga ga tau sakit apa, yang jelas sih badannya makin kurus," jawab tetangga sebelah.
"Bu bisa antar aku jenguk ibu Rose?" tanya Kirana.
"Boleh, rumahnya ga di kunci kok. Tadi suaminya nitipin ke ibu minta tolong di lihat setiap 30 menit sekali," ucap tetangga sebelah.
__ADS_1
"Kalau boleh tau neng siapa ya, ibu baru liat," sambung tetangga sebelah.
"Aku anaknya bu, aku tinggal sama paman di kampung sebelah," jawab Kirana.
Kirana dan tetangga Rose masuk ke dalam rumah Rose di ikuti oleh Arka yang membawa tv Led hadiah untuk Rise dari Kirana, tetangga Rose langsung membawa Kirana masuk ke kamar Rose.
Rose yang lemah tak berdaya hanya bisa berbaring di atas ranjangnya, dengan wajah pucat dan badan semakin kurus.
"Bu, ini Kirana datang mau ketemu sama ibu," ucap Kirana menetes kan air matanya dan memeluk Rose yang terbaring lemah.
"Pantesan aja aku ga enak hati kepikiran ibu terus, ternyata ibu lagi sakit," sambung Kirana.
Tetangga Rose hanya melihat kejadian yang tak terduga ternyata Rose sudah mempunyai anak yang sudah beranjak dewasa.
"Oh iya bu, aku punya hadiah untuk ibu. Semoga ibu suka dan bermanfaat untuk ibu," ucap Kirana memperlihatkan tv led yang masih ada di dalam dus.
"Kalau ibu butuh buat berobat bilang aja sama Kirana jangan jual tv ini ya bu, karna ini hadiah pertama dari Kirana buat ibu. Nanti Kirana kasih uang buat ibu," sambung Kirana.
Rose hanya diam dan menetes kan air mata, karna apa yang di laku kan oleh Rose pada Kirana tidak membuat Kirana benci padanya.
"Sebentar ya bu aku keluar dulu mau telpon paman biar bisa sekalian jenguk ibu ke sini," ucap Kirana lalu keluar kamar Rose dan mengeluar kan ponsel dari dalam tasnya.
š±"Halo paman, paman lagi dimana,? aku lagi di rumah ibu, ternyata ibu lagi sakit paman," ucap Kirana.
š±"Sakit apa nak?" tanya Arif.
š±"Aku juga ga tau ibu sakit apa, yang jelas badan ibu semakin kecil," ucap Kirana.
š±"Ya sudah paman ke sama sekarang ya, kamu tunggu di situ," ucap Arif tak kalah khawatir dengan Kirana.
š±"Iya paman, hati-hati di jalan paman," ucap Kirana mengakhiri obrolannya dan menutup telponnya.
"Apa aku beli kan ibu makanan ya biar bisa di makan di saat ga ada siapa-siapa," batin Kirana.
Kirana kembali ke kamar ibunya setelah selesai menelpon Arif dan memasuk kan kembali ponsel miliknya ke dalam tas.
__ADS_1
"Kiran apa ga sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja, biar tau ibu mu sakit apa dan biar bisa dapat pertolongan yang lebih pasti aja," ucap Arka memberi saran pada Kirana.
"Aku juga maunya gitu tapi nanti gimana paman aja, paman lagi di jalan ke sini," ucap Kirana.