CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 33. Kecewa.


__ADS_3

"Kenapa Kirana ga mau menemui ku dulu? Aku cuma ingin dia menemui ibunya, melihat kondisi ibunya saat ini bukan hanya sekedar uang yang di butuh kan," batin Arif.


Arka mengendarai motor keluar dari parkiran rumah sakit, sepanjang jalan Kirana hanya melamun tanpa mengeluar kan sepatah kata pun.


"Kita mau kemana Kiran? langsung pulang atau mau kemana dulu," ucap Arka tapi Kirana terus diam dan melamun.


Ponsel Kirana terus berdering tapi Kirana tidak menghiraukannya, Arka yang merasa kan ada keanehan pada Kirana menghenti kan motornya di tepi jalan.


"Kamu kenapa Kiran?" tanya Arka tapi Kirana masih tetap di melamun.


Arka kembali melaju kan kembali motornya ke suatu tempat untuk tenang kan hati Kirana, sepanjang perjalanan Arka terus memikir kan Kirana dan apa yang Kirana rasa saat ini.


"Kiran kenapa kamu sampai seperti ini? Aku ga tega melihat mu seperti ini, apa yang harus aku laku kan untuk membuat mu kembali ceria seperti sebelumnya," batin Arka.


Sesampainya di tebing yang pernah Arka dan Kirana datangi sebelumnya, Arka memarkir kan motornya di tempat yang rata tapi Kirana masih diam mematung membuat Arka bingung harus berbuat apa.


Arka mengajak Kirana turun dari motor dan duduk di batu di dekat tebing, Arka terus mencoba menyadar kan Kirana dari lamunan yang entah apa yang di lamunkannya.


"Kiran, sadar dong. Kamu ini kenapa, tadi sebelum ke parkiran kamu ga apa-apa. Tapi sekarang kamu jadi seperti ini, Kiran sadar dong," ucap Arka menggoyang-goyang kan badan Kirana.


Arka lebih memilih diam di samping Kirana tanpa mengeluar kan sepatah kata pun, karna cuaca lebih dingin Arka memberi kan jaketnya pada Kirana yang masih diam mematung. Arka hanya bisa memain kan ponselnya menunggu Kirana sampai mau bicara dengannya.


Satu jam berlalu Arka terus memain kan ponselnya, membuka setiap aplikasi yang ada di ponselnya


Arka memutar musik di ponselnya membuat Kirana mulai mau bicara dan tersadar dari lamunan panjangnya.

__ADS_1


"Arka," panggil Kirana.


"Kamu ga apa-apa Kiran, sejak tadi sore kamu diam aja kaya patung. Ga mau ngomong sama aku dan terus melamun, kamu aneh Kiran," ucap Arka.


"Terus kenapa kita ada di sini? bukannya kita di rumah sakit," tanya Kirana kebingungan.


"Ya ampun Kiran, sejak sore kamu tuh melamun ga bisa di sadar kan sampai akhirnya aku bawa ke sini. Kita di sini udah sejam loh dan kamu baru sadar dan nanya kita kenapa ada di sini," ucap Arka menepak jidatnya perlahan karna bingung apa yang terjadi pada Kirana.


"Ya udah lah ga usah di bahas, sekarang aku mau tanya sama kamu. Apa yang kamu rasa kan saat ini?" sambung Arka.


"Aku cape Ka, mau nangis tapi rasanya udah kering air mata ku. Mau teriak rasanya udah abis suara ku, aku ga tau harus apa Ka. Sekarang aku hanya mencari kenyamanan karna aku terlanjur kecewa pada diri ku sendiri, aku nyaman dan tenang kalau dekat sama kamu Arka," ucap Kirana menyandar kan kepalanya di bahu Arka dan tanpa sadar sudah membuat Arka salah tingkah.


"Maksud kamu gimana Kiran?" tanya Arka.


"Aku tenang kalau udah dekat sama kamu, aku nyaman setiap aku ada di samping kamu. Aku ingin tetap begini bersama mu Arka," ucap Kirana.


"Ya sudah kita terua seperti ini, kalau kamu memang ga mau ada status hubungan apa pun dengan ku tapi jangan salah kan aku kalau aku dekat dengan pria lain," ucap Kirana.


Arka hanya terdiam mendengar parkataan Kirana bahkan merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Kirana karna tiba-tiba saja Kirana bicara seperti itu pada Arka.


"Hanya kamu yang selalu mendengar kan semua keluh kesah ku dan hanya kamu yang bisa tenang kan hati ku yang kacau bahkan porak poranda. Kamu tau Arka saat ini aku merasa kecewa pada diri ku sendiri, bukan hanya ayah dan ibu ku yang tak pernah anggap aku ada di sebelahnya. Sekarang paman pun ikut seperti ibu, paman hanya butuh uang ku tanpa mau tau persaan ku seperti apa," ucap Kirana meluap kan rasa kecewa di hatinya.


Arka memberani kan diri memeluk Kirana dengan penuh rasa sayang dan ketulusan darinya, mencoba tenang kan hati Kirana dan semua prasangka buruknya terhadap pamannya.


"Jangan seperti itu Kiran, kamu harus yakin kalau paman Arif tulus sayang sama kamu bukan hanya mengingin kan uang mu aja tapi paman Arif juga ingin melaku kan yang terbaik untuk ibu mu," ucap Arka membelai lembut rambut panjang Kirana membuat Kirana semakin nyaman dalam pelukan Arka.

__ADS_1


Arka pun mencium kening Kirana dan mengajaknya untuk pulang,


"Sudah malam, kita pulang ya. Kamu juga butuh istirahat karna besok kita masih harus tetap berjuang untuk bisa membahagia kan orang yang kita sayang," ucap Arka


...***...


2 hari kemudian, pihak rumah sakit menghubungi Kirana karna masih ada tagihan yang harus Kirana bayar. Kirana mengajak Arka untuk pergi ke rumah sakit setelah menerima telpon dari pihak rumah sakit.


"Mba saya mau bayar tagihan atas nama ibu Rose," ucap Kirana.


"Sebentar ya mba saya cek dulu," ucap petugas rumah sakit.


Tak perlu waktu lama, petugas memberi kertas selembar yang berisi rincian biaya yang harus di bayar oleh Kirana.


"Pasien hari ini pulang kan ya mba, ini biaya terakhir yang harus di bayar?" tanya Kirana.


"Iya mba, ini sisa yang harus di bayar sebelum pasien pulang," jawab petugas rumah sakit, tak menunggu lama Kirana langsung membayar agar bisa segera pergi dari rumah sakit.


Setelah membayar dan memasti kan kalau ibunya pulang hari ini, Kirana langsung pergi dari tempat pembayaran tanpa mau bertemu dengan pamannya apa lagi ibunya. Kirana hanya tidak mau sakit hati dan kecewa lagi.


"Kiran, kenapa kamu ga temui paman Arif dulu?" tanya Arka.


"Kamu tau kalau aku temui paman, pasti paman menyuruh ku temui ibu ku tapi ibu pasti ga mau menemui ku. Akhirnya sakit hati lagi kecewa lagi nangis lagi, jadi lebih baik aku seperti ini menghindar dari rasa sakit biar aku ga terus nangis di pundak kamu," ucap Kirana beralasan.


"Kan sekarang udah bisa di peluk biar ga nangis lagi, nanti aku cium lagi biar kamu bisa lebih tenang lagi," ucap Arka menggoda Kirana.

__ADS_1


"Itu sih mau kamu, sekarang kita cari duit aja. Ayo kita pergi ah, nanti aku peluk kamu dari belakang," ucap Kirana tanpa ragu memegang erat tangan Arka.


__ADS_2