
"Mba aku titip toko ya, barang-barangnya tolong di keluar kan dan di susun dengan rapih ya mba. Aku pasti cepat balik lagi ke toko kalau semuanya udah selesai," sambung Kirana.
"Iya Kiran, pergi lah. Semua pasti demi paman dan bibi mu, semoga semuanya lancar dan membawa keberkahan yan Kiran, amin," ucap Rani, Kirana dan Iqbal meng amin kan doa dan harapan dari Rani.
Kirana dan Iqbal pergi dengan mengguna kan motor Iqbal, mereka berdua pergi ke toko perlengkapan haji dan umroh untuk mencari yang di butuh kan oleh Arif dan Lia saat umroh nanti.
Setelah selesai membeli semua keperluan yang di butuh kan, Kirana dan Iqbal keluar dari toko dan langsung menaiki motor.
"Kita ke rumah paman dulu ya, simpan semua barang-barang di rumah terus kita balik lagi ke toko untuk membantu mba Rani siapkan prodak untuk acara besok," ucap Kirana memberi arahan pada Iqbal.
"Oke siap, ga mau kenalin aku sama paman dan bibi kamu nih. Aku kan calon mantunya," ucap Iqbal dengan keyakinannya bahwa Kirana pasti mau kembali sama Iqbal.
"Ga, aku udah ada calon suami dan paman udah setuju. Udah ah keburu sore, kasian mba Rani kerja sendirian," ucap Kirana tegas.
"Yang bener Kiran, kamu udah ada calon suami? kamu bercanda kan, kamu ga serius kan," tanya Iqbal ga percaya dengan apa yang di kata kan oleh Kirana.
Kirana hanya diam menanggapi pertanyaan dari Iqbal dan Iqbal terus malaju kan motornya menuju rumah Arif.
Kali ini Kirana meminta Iqbal menghentikan motornya tepat di halaman depan rumah Arif karna barang bawaan yang cukup banyak dan Kirana meminta Iqbal membantu membawa kan ke dalam rumah.
"Paman kenalin ini Iqbal pengganti Arka," ucap Kirana saat Iqbal sudah meletak kan barang-barang di depan rumah Arif.
"Iqbal paman," ucap Iqbal berjabat tangan dengan Arif.
"Saya Arif pamannya Kirana, tolong di bantu ya Kirana nya dan tolong di jagain juga," ucap Arif seakan menitip kan Kirana pada Iqbal.
"Iya paman, aku pasti jagain Kirana,"
"Ya udah paman kita ke toko lagi ya, Iqbal masih harus antar paket dan aku lagi adain promo di toko," ucap Kirana pamit pergi lagi.
__ADS_1
"Iya, hati-hati di jalannya ya nak. Jangan lupa makan ya jangan sampai kamu sakit," ucap Arif mengingat kan Kirana.
"Iya paman, Kiran pergi dulu ya paman. Mungkin Kiran ga pulang malam ini, ada Selly yang temani Kiran tidur di toko," ucap Kiran lalu mencium punggung tangan Arif.
Iqbal dan Kirana pergi dari rumah Arif menuju toko kosmetik Kirana. Selama perjalanan Iqbal senyum-senyum sendiri karna Kirana mengenal kannya pada pamannya, Iqbal merasa yang di maksud calon suami oleh Kirana adalah dirinya.
"Terima kasih ya Kiran, udah kenal kan aku sama paman kamu. Jadi aku nih calon suami yang kamu maksud," ucap Iqbal tersenyum bahagia.
"Katanya ga niat balikan sama aku tapi anggap aku calon suami, aku harus siap-siap nih. Kamu maharnya mau apa nih, nanti aku kerja lebih giat lagi untuk bisa nikahin kamu biar bisa halal lebih cepat," sambung Iqbal.
"Jangan mimpi dulu, calon suami ku lagi kerja di Jepang. Saat dia pulang kita akan menikah," ucap Kirana membuat Iqbal patah hati.
"Tapi kan itu pacarannya jauh, selama dia jauh kan bisa sama aku dulu. Kan kalau jodoh memang ga kemana," ucap Iqbal tetap usaha.
Sesampainya di toko, Kirana langsung ke dalam mengecek pekerjaan mba Rani yang belum selesai.
"Mba yang belum apa aja, biar aku bantu,"
"Itu biar Iqbal yang keluarin, oh iya mba udah makan?"
"Sudah tadi siang,"
"Loh ini kan udah sore mba, kita makan lagi ya. Aku pesan makan buat mba Rani ya,"
"Bal, minta tolong ya di keluarin barang-barang yang ada di gudang. Kamu belum makan kan, mau sekalian di bawain ga?" sambung Kirana.
"Boleh Kiran, aku udah lapar ini belum makan dari tadi siang,"
Kirana pergi ke luar toko untuk membeli makan.
__ADS_1
Kirana sudah memasang pengumuman di grup whatsapp yang berisi semua pelanggan Kirana, di aplikasi dan di sosial medianya. Iqbal pun melaku kan hal yang sama, memasang pengumuman diskon produk kosmetik Kirana di WhatsApp dan di media sosialnya.
Tak lama, Kirana masuk ke dalam toko dengan membawa 3 piring nasi dengan ayam dan sayur, mba Rani dan Iqbal menghentikan pekerjaannya atas perintah dari Kirana. Mereka makan bertiga saat toko sepi pengunjung.
"Kalau gini berasa punya istri 2 ya, hahaha," ucap Iqbal dengan candaan yang garing bagi Kirana.
"Ish jangan banyak berkhayal kamu Bal, istri 1 aja belum tentu bisa kasih kebahagiaan apa lagi 2. Mau di bawa kemana itu anak orang," ucap Rani sinis.
Rani seorang janda anak 2 yang di tinggal oleh suaminya menikah dengan wanita lain, suami Rani menjanda kan Rani yang sudah memiliki anak 2 dan menikahi wanita janda yang memiliki anak 1.
"Widiiihh, mba Rani marah. Maaf ya aku hanya bercanda tadi, aku cuma mau nikahin Kirana kok mba. Tadi udah di kenalin sama paman Arif, ya ga Kiran," ucap Iqbal menggoda Kiran.
Kirana hanya diam dan terus melahap makanan yang ada di piring tanpa menghirau kan perkataan Iqbal.
"Mba selesai makan mba Rani pulang aja, kasian anaknya nungguin di rumah. Sisanya biar aku sama Iqbal yang kerjain nanti ada teman ku Selly ikut bantu," ucap Kirana mengalih kan pembicaraan.
"Bener Kiran mba boleh pulang," ucap Rani tak enak pada Kirana karna tadi siang Kirana meminta Rani untuk lembur.
"Ga apa-apa mba ini udah mau magrib juga, jam 7 nanti Selly datang ke sini kok,"
Selesai makan Kirana mengembali kan piring ke warung dan membayar semua yang sudah di makan, Kirana meminta 2 nasi untuk di bungkus dan tak lupa Kirana mampir ke warung untuk membeli jajanan untuk anak-anak Rani.
"Mba aku titip ini buat anak-anak mba Rani, terima kasih ya udah mau pulang telat," ucap Kirana memberi kan kantong keresek berisi nasi dan jajanan.
"Mba yang terima kasih pake di kasih jajanan buat anak-anak mba segala, mba pamit ya Kiran," ucap Rani lalu keluar dari toko meninggal kan Kirana dan Iqbal berdua di dalam.
"Bisa aja kamu nyuruh mba Rani pulang, bilang aja mau berduaan sama aku ya kan,"
"Eh iya, kok tau sih. Kerja bukannya ngarep terus,"
__ADS_1
"Ish galak amat, tapi makin galak makin cantik loh makin cinta aku sama kamu,"
"Makin ngaco aja kamu,"