
"Aku tunggu sampai kamu lulus kuliah ya, aku bakalan cari kerja yang lain biar aku ga bergantung sama kamu. Dan biar aku bisa kasih nafkah yang layak untuk kamu nanti," ucap Arka.
Janji di antara Arka dan Kirana untuk menikah setelah Kirana lulus kuliah nanti dan Arka menyimpan mimpi indah bersama Kirana.
Kirana mendaftar kan diri di kampus yang ia impi kan, sedang kan Arka mulai sibuk melamar kerja ke sama kemari. Sesuai dengan janjinya pada Kirana, Arka mulai mengajar kan Kirana mengendarai motor agar Kirana bisa kemana-mana sendirian dan tidak terlalu bergantung pada Arka.
"Kapan kamu mulai kuliah?" tanya Arka.
"Kayanya sih senin, karna minggu ini awal aku ospek sampai hari sabtu," ucap Kirana.
"Kamu ga usah cari kerja di tempat lain aja, biar kamu tetap kerja di sini. Kalau kamu jauh dari aku, nanti yang peluk aku siapa terus kalau aku kangen kamu gimana," sambung Kirana dengan manjanya pada Arka.
"Kiran kalau aku terus kerja sama kamu, mau sampai kapan aku kerja kaya gini. Aku juga pengen kasih nafkah yang lebih dari penghasilan kamu setelah kita menikah nanti," ucap Arka.
"Tapi kamu janji ya bakalan tepati janji kamu sama aku, nanti kita nikah di saat kamu udah sukses dan aku lulus kuliah," ucap Kirana.
"Iya aku janji," ucap Arka memegang tangan Kirana.
...***...
Seminggu berlalu setelah selesai ospek, Kirana mulai kuliah dan Kirana menambah orang untuk menjaga toko di saat ia sedang kuliah dan Arka menjalan kan tugasnya mengantar paket pada langganan yang ada di sekitar tempat usaha Kirana.
Kirana mulai mengikuti pelajaran di dalam kelas dan pulang setelah kelas selesai, Kirana langsung ke toko untuk mengecek penjualan harian. Kirana pulang dengan mengguna kan ojek online yang sudah di pesannya.
Sementara Arka sedang menunggu langganannya di pinggir jalan, siapa sangka Arka menunggu pelanggan dan mendapat kan tawaran kerja dari pelanggannya.
"Mas yang mau antar pesanan istri saya ya. Atas nama ibu Rahma," ucap pak Amir.
__ADS_1
"Ini pak barangnya," ucap Arka memberi kan paket kosmetik pesanan bu Rahma dan pak Amir memberi kan sejumlah uang pada Arka.
"Oh iya mas, saya mau nawarin kerja sama mas. Barang kali mas minat kerja di luar negeri, kebetulan di tempat saya kerja ada lowongan kerja di restoran. kalau mas mau nanti berangkat bareng sama saya, ongkos saya yang tanggung," ucap pak Amir.
"Saya pikir kan dulu pak, saya juga harus ada izin dari orang tua," ucap Arka.
"Kalau mas minta bisa hubungi saya, ini kartu nama saya," ucap pak Amir memberi kan kartu nama pada Arka.
"Terima kasih pak atas tawarannya, nanti setelah ada izin dari orang tua saya hubungi bapak," ucap Arka menerima kartu nama dan membaca kartu namanya.
Tertera dalam kartu nama bahwa pak Amir abdulrahman adalah pemilik restoran masakan Indonesia di Jepang, pak Amir sengaja mencari pegawai dari tempatnya berasal agar lebih memahami masakan khas Indonesia.
"Kenapa tiba-tiba bapak itu menawar kan pekerjaan pada ku ya? Apa ini memang rezeki ku tapi kan aku lagi kerja, masih banyak orang-orang yang menganggur dan membutuh kan pekerjaan lain," gerutu Arka saat pak Amir melangkah pergi meninggal kan Arka sendiri dengan rasa bingung dan bimbang.
Arka menerus kan COD dengan pelanggan berikutnya sampai paket pun habis dan Arka pulang membawa uang dan cerita untuk Kirana.
"Loh kok jauh amat sih Ka kerjanya, sampai ke Jepang segala. Nanti kan kita ga ketemu lama, kalau aku di lamar yang lain gimana?" ucap Kirana.
"Kiran buat aku ini adalah kesempatan emas, jadi aku bisa mengumpul kan uang yang banyak untuk menjadi kan mu istri dan teman hidup untuk ku tapi kalau aku pulang dan kamu udah sama yang lain berarti kamu bukan jodoh terbaik ku. Gitu aja sih," ucap Arka.
"Emm, jadi kamu kapan mau berangkat ke Jepang nya?" tanya Kirana.
"Aku minta izin dulu sama kamu, boleh apa ga aku pergi ke Jepang. Terus aku minta izin sama orang tua ku, baru aku menghubungi pak Amir untuk berangkat ke Jepang," jawab Arka memegang tangan Kirana.
"Kalau itu untuk masa depan mu, aku mengizinkan mu pergi dan aku doa kan semoga kamu betah kerja di sana dan bisa pulang dengan keadaan sehat dan selamat. satu lagi, semoga kamu sukses di sana," ucap Kirana
"Amin, kalau kamu izin kan. Aku tinggal minta izin sama orang tua ku terus nanti aku hubungi pak Amirnya," ucap Arka.
__ADS_1
"Aku janji akan kembali untuk mu dan menikah dengan mu, aku sayang kamu Kiran," sambung Arka mencium kening Kirana.
"Begini ya rasanya di cintai tanpa harus meminta apa lagi mengemisnya, semoga Tuhan mempersatukan cinta kita," batin Kirana.
Setelah tutup toko, Arka dan Kirana pulang ke rumah Arif dan Arka pulang dengan berjalan kaki ke rumahnya. Arka meminta izin pada ayah dan ibunya untuk bekerja di luar negeri, Arka terus meyakin kan ayah dan ibunya agar mengizinkannya untuk bekerja bersama pak Amir.
"Kalau itu memang menurut mu yang terbaik, ibu mengizinkan kamu untuk pergi asal kan kamu terus memberi kabar pada ibu di sini' ucap ibu.
"Terima kasih ya bu untuk izin yang di beri kan, aku pasti terus memberi kabar pada ibu," ucap Arka memeluk tubuh renta ibunya.
"Semoga kamu sukses kerja di sana dan kembali dengan selamat ya nak," ucap ayah dengan ikhlas melepas anak lelaki satu-satunya.
Arka menghubungi pak Amir setelah mendapat izin dari ayah dan ibunya.
š±"Halo, selamat malam pak Amir. Ini saya Arka, kurir yang tadi bapak tawari kerja di resto milik bapak di Jepang."
š±"Iya halo, gimana mas. Udah ada jawabannya?"
š±"Udah pak, ayah dan ibu ku sudah memberi izin. Kata ibu, kapan kita berangkat ke Jepangnya.
š±"Syukur lah kalau udah dapat izin dan doa restu, nanti saya kabari lagi ya mas"
š±"Iya pak terima kasih. Maaf sudah mengganggu waktu istirahatnya"
š±"Iya mas sama-sama, justru saya yang harus berterima kasih sama mas karena mas mau ikut dengan saya,"
š±"Kalau bukan karna butuh kerjaan yang lebih dari yang sekarang, ya sudah,"
__ADS_1