
"Ini terlalu banyak Kiran, 2 lembar aja cukup untuk ku traktir kamu," ucap Arka memberi kan 3 lembar uang pada Kirana.
"Kan kamu mau traktir aku jadi ini semua uang buat kamu sebagai upah hari ini. Jangan pernah menolak rezeki ya," ucap Kirana memberi kan kembali uang yang memang untuk Arka.
"Ya sudah kita pergi sekarang ya, mumpung belum terlalu malam," ucap Arka menerima uang dari Kirana.
"Ayo, kita pergi sekarang," ucap Kirana berdiri dari tempat duduknya di ikuti oleh Arka.
Arka memegang tangan Kirana sampai tempat motor terparkir, lalu memasang kan helm di kepala Kirana.
"Kenapa jantung ku berdetak lebih kencang ya, rasanya mau copot kalau dekat-dekat sama Arka," batin Kirana.
Motor pun melaju di jalanan mencari makanan yang pas untuk di makan saat ini.
"Kamu mau makan apa Kiran?" tanya Arka.
"Emm, kalau soto boleh ga eh tapi mau bakso deh. Eh apa ya aku bingung," ucap Kirana.
"Mau di traktir kok bingung, kalau kita makan nasi padang gimana? Biar kamu kenyang juga," ucap Arka memberi saran.
"Boleh deh," ucap Kirana.
Akhirnya kesepakatan pun di dapat, Arka dan Kirana berhenti di depan rumah makan nasi padang. Arka dan Kirana memesan nasi dan lauk untuk di makan di tempat.
Setelah selesai makan, Kirana mendapat video call dari Citra dan Selly.
Selly :š±"Hai Kiran, apa kabar?"
Kirana : š±"Hai kalian aku kangen kalian, kabar ku baik. Gimana kabar kalian?"
Citra : š±"Aku baik, itu mata mu kenapa Kiran. Kok sembab gitu kaya habis nangis,"
Kirana : š±"Aku ga apa-apa, cuma lagi cape terus kurang tidur juga,"
Selly : š±"Kamu lagi dimana Kiran?"
__ADS_1
Kirana : š±"Aku lagi makan sama Arka di rumah makan padang. Ini baru selesai,"
Selly : š±"Arka teman SMP kita, yang rumahnya deket kamu bukan?"
Kirana : š±"Iya, tuh orangnya lagi bayar,"
Selly :š±"Kok bisa kamu sama Arka sih, gimana ceritanya Kiran,"
"Ayo Kiran kita pulang," ajak Arka.
Kirana : š±"Gais.. aku pulang dulu ya, nanti di sambung lagi kalau udah sampai rumah, daaahhh,"
Kirana menutup obrolan video call dengan Selly dan Citra dan meninggal kan banyak pertanyaan atas kedekatannya dengan Arka, teman satu sekolah saat Selly dan Kirana SMP.
"Asyik bener video call nya," ucap Arka saat berjalan menuju parkiran.
"Iya, aku tuh kangen banget sama mereka. Sejak kelulusan kemarin aku pisah sama Citra karna dia kuliah di luar kota terus Selly teman sekelas kita waktu SMP, kamu masih ingat ga sama dia. Kamu tuh gantiin dia, karna Selly ada panggilan kerja di minimarket," ucap Kirana bercerita singkat.
"Oh gitu ya, terus sama aku ga pernah kangen gitu. Segini ngangenin nya tapi ga ada yang kangen sama aku, sedihnya jadi aku," ucap Arka memasang kan helm di kepala Kirana lalu naik ke atas motornya.
"Kan ada pacar mu, masa dia ga kangen kamu sih," ucap Kirana naik ke atas motor saat Arka sudah menghidup kan mesin motornya.
"Kamu tau, cowok yang pernah marah-marah tempo hari pas kita lagi nunggu pelanggan. Dia itu mantan aku, pas pacaran sama dia juga ga kerja. Tapi aku mau sama dia, pas aku putusin baru mau kerja dia," ucap Kirana bercerita singkat.
"Wah, beruntung banget ya cowok nya bisa punya pacar cantik dan mau aja pacaran ga di kasih jajan apa-apa. Pacaran cuma makan angin doang," ucap Arka.
"Itu tandanya aku ga mandang dompetnya tapi mandang hatinya," ucap Kirana.
Obrolan pun terus berlanjut sampai di halaman rumah Kirana, perjalanan terasa singkat karna sepanjang jalan di isi dengan obrolan dan sedikit curhatan.
"Besok datang agak pagi ya, bantu aku pindahin semua barang dagangan ku ke kios baru," ucap Kirana sebelum Arka pulang.
"Mana belum packing pesanan buat besok lagi, aku harus lembur nih," sambung Kirana.
"Mau aku bantu ga?" tanya Arka.
__ADS_1
"Ga usah, ada bibi ku yang biasa bantu packing. Kamu cukup bantu doa aja, biar packing nya cepat beres," ucap Kirana.
"Nanti aku bantu sambil video call boleh ga?" tanya Arka.
"Kalau ponselnya di pakai video call terus pesanannya gimana, kan pesanan ada di ponsel yang ku pakai dan sebagian ada di ponsel khusus pesanan," ucap Kirana menjelas kan.
"Jangan lupa ya besok pagi udah ada di sini, jangan telat ya," sambung Kirana.
"Oke, siap. Kalau gitu aku duluan ya. Aku pulang dulu," ucap Arka melangkah pergi dari halaman rumah Kirana.
Kirana pun masuk ke dalam rumah tanpa memikir kan apa yang telah terjadi padanya di rumah sakit tadi.
"Bibi aku pulang," ucap Kirana.
"Ah kayanya bibi udah tidur deh," gerutu Kirana.
"Aku mandi dulu ah, gerah banget," batin Kirana
Kirana pun menyimpan tas dan ponselnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi Kirana keluar kamar dan mulai packing paket yang akan di kirim besok.
Saat sedang packing ponsel Kirana berdering tanda panggilan masuk, di lihatnya panggilan tersebut dan ternyata itu dari Selly.
š±"Halo selly, kenapa telpon malam-malam gini?" tanya Kirana.
š±"Kamu masih belum cerita, kenapa kamu bisa sama Arka?" ucap Selly masih penasaran saat video call tadi
š±"Gini aku ceritain ya, waktu kamu dapat panggilan kerja sementara aku kan butuh orang buat kirim paket dan aku ga bisa pake motor sendiri terus bi Lia kasih saran untuk minta tolong sama Arka," ucap Kirana
š±"Terus mata mu kenapa tadi keliatan sembab kaya yang habis nangis?" tanya Selly.
š±"Ya biasa lah kalau bukan karna ibu, mau siapa lagi yang ku tangisi," ucap Kirana.
š±"Kenapa lagi sama ibu mu? Kamu tiap hari nempel sama Arka, apa ga ada rasa cinta sedikit pun. Dia kan ganteng, lebih ganteng dari Iqbal lagi," ucap Selly menggoda Kirana.
š±"Tadi aku tuh niatnya kasih hadiah buat ibu ku tapi ternyata ibu ku sakit udah sampai kurus banget lagi, aku sama paman bawa ibu ke rumah sakit. Tapi aku tetep aja ga di anggap ada," ucap Kirana bercerita singkat.
__ADS_1
š±"Terus Arka tenang kan hati ku dan di bawa aku ke tebing yang tempatnya emang bagus banget tapi aku pakai cuma buat nangis berjam-jam di depan Arka. Udah nangis eh perut ku lapar, di traktir makan deh sama Arka, gitu ceritanya Selly ku," sambung Kirana.
Obrolan terus berlangsung sampai Kirana selesai packing paket untuk kirim besok.