
Hari yang di nanti pun tiba, saatnya Arka dan Kirana berpisah dalam waktu yang sangat lama. Meski pun berat hati meninggal kan Kirana tapi tekad Arka sudah bulat, Arka pergi bekerja di negeri orang demi membahagia kan Kirana.
"Semoga jalan yang ku pilih ini bisa membawa kebahagiaan untuk Kirana, saat aku pulang nanti aku akan melamar Kirana. Semoga Kirana memang jodoh ku," batin Arka.
Sebelum berangkat, Arka menyempatkan diri mengantar Kirana ke kampus, sekalian Arka pamit pergi pada Kirana.
"Aku antar kamu ke kampus ya," ucap Arka.
"Ayo, kamu berangkat jam berapa?" tanya Kirana.
"Aku berangkat setelah mengantar mu ke kampus, sekalian aku pamit pergi sama kamu," jawab Arka dengan berat hati meninggal kan cintanya jauh dari pandangannya.
"Jadi ini terakhir kali kita ketemu, terakhir kali kamu antar aku ke kampus dan terakhir kali aku melihat wajah mu," ucap Kirana dengan kesedihan yang mendalam.
"Aku melakukan semua ini demi membahagia kan kamu Kiran, doa kan aku selamat dan aku sukses di sana agar aku bisa melamar mu saat aku pulang nanti," ucap Arka.
"Kita berangkat sekarang, aku udah hampir telat," ucap Kirana menahan tangis.
Kirana memberi kan kunci motor pada Arka agar segera pergi ke kampus, sepanjang perjalanan Kirana terus memeluk Arka dengan erat.
"Arka ini pelukan ku yang terakhir kalinya, aku akan selalu merindu kan mu dan aku pasti menunggu mu kembali," batin Kirana menangis di pundak Arka.
"Kiran, kita sudah sampai," ucap Arka.
__ADS_1
Kirana pun turun dari motor dan membuka helmnya, Arka melihat wajah Kirana yang sedih dan tampak air mata di ujung matanya.
"Kamu nangis Kiran," ucap Arka menghapus air mata yang jatuh di pipi Kirana.
"Ka, aku pasti merindukan mu. Jangan lupa telpon aku atau kirim email, sebisa mungkin kamu kasih kabar sama aku. Aku pasti nunggu kamu pulang," ucap Kirana lalu Arka turun dari motor dan memeluk Kirana.
"Jangan nangis lagi ya, aku pasti pulang untuk mu. Kamu akan selalu ada di hati ku Kiran dan kamu akan menjadi tujuan ku pulang," ucap Arka melepas kan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Kirana.
"Mau kan tunggu aku pulang, kamu baik-baik ya di sini. Kamu boleh punya pacar tapi nikahnya harus sama aku," sambung Arka mencoba membuat Kirana tersenyum.
"Bener nih aku boleh punya pacar lain? Ga akan nyesel kalau aku sama yang lain," ucap Kirana senyum-senyum mendengar ucapan Arka.
"Kan tadi aku bilang, kamu boleh pacaran sama yang lain asal kan nanti nikahnya sama aku. Saat aku pulang nanti aku pasti langsung melamar mu dan kamu harus putus sama pacar mu," ucap Arka.
"Kamu juga jaga kesehatan, jangan terlalu di cape kerjanya dan jangan lupa kan aku kalau kamu udah sukses di sana," ucap Kirana kembali memeluk Arka.
"Aku sayang kamu Arka, aku pasti menunggu mu pulang," ucap Arka.
"Aku juga sayang sama kamu, aku pasti pulang untuk mu," ucap Arka melepas kan pelukan Kirana.
"Udah sana tadi katanya ada kelas pagi," sambung Arka.
"Kamu hati-hati di jalannya ya, kabari aku kalau udah sampai di sana," ucap Kirana.
__ADS_1
"Iya, aku pasti kabari kamu. Udah kaya ibu ku aja deh, bawelnya ga ada 2 nya," ucap Arka.
Kirana terus berjalan melewati lorong untuk masuk ke dalam kampusnya dan sesekali melihat ke belakang dan melambai kan tangan pada Arka, Arka masih di tempatnya berdiri sampai Kirana menghilang dari pandangan matanya.
Arka pun pulang dan mengembali kan kunci motor pada Arif, sekalian pamit pada Arif dan Lia.
"Paman ini kunci motor Kiran, sekalian aku pamit pergi. Aku mau berangkat ke Jepang hari ini paman," ucap Arka memberi kan kunci motor pada Arif.
"Kamu berangkat jam berapa Arka?" tanya Arif.
"Sebentar lagi paman sekitar jam 10 pagi ini, aku titip Kiran ya paman. Setelah aku pulang nanti aku akan melamar Kirana untuk ku bahagia kan dan ku jadi kan ratu di hati ku," ucap Arka.
"Paman doa kan kamu sukses di sana, pulang dalam keadaan sehat dan selamat. Paman pegang janji mu ya untuk menikahi keponakan paman," ucap Arif.
"Bibi aku pamit ya," ucap Arka mencium punggung tangan Lia.
"Iya nak, kamu hati-hati di jalannya ya. Semoga selamat sampai tujuan dan kembali dalam keadaan yang sehat dan selamat," ucap Lia.
Setelah pamitan Arka pergi ke rumah pak Amir lalu ke bandara dari rumah pak Amir dengan mengguna kan mobil milik pak Amir.
"Kamu udah siap semuanya Arka?" tanya pak Amir.
"Aku siap pak, aku juga siap untuk bekerja. Banyak cita-cita yang harus aku gapai," ucap Arka.
__ADS_1