
"Bisa aja kamu nyuruh mba Rani pulang, bilang aja mau berduaan sama aku ya kan,"
"Eh iya, kok tau sih. Kerja bukannya ngarep terus,"
"Ish galak amat, tapi makin galak makin cantik loh makin cinta aku sama kamu,"
"Makin ngaco aja kamu,"
Iqbal menggenggam tangan Kirana, sejenak suasana pun hening karna Iqbal ingin mengungkap kan isi hatinya pada Kirana dengan suasana yang mendukung.
"Kiran aku beneran sayang sama kamu, ga perduli kamu sudah ada calon suami tapi kan dia jauh di jepang. Aku ingin menjalan kan hubungan dengan mu lagi, aku rela melaku kan apa saja demi kamu. Kerja ga di bayar juga ga apa-apa asal kan aku bisa sama kamu," ucap Iqbal mencium punggung tangan Kirana yang masih ada dalam genggaman tangannya.
"Sebenarnya aku juga masih sayang sama kamu Bal, tapi aku mencoba menepis semua itu demi menunggu dia pulang. Dia udah kasih izin aku pacaran sama yang lain dengan catatan kalau dia pulang aku harus putus sama pacar ku," ucap Kirana mulai terhanyut dalam suasana romantis yang di ciptakan oleh Iqbal.
"Dia pulang masih lama kan? Kita balikan ya," ucap Iqbal meyakin kan Kirana.
Kirana hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju, Iqbal memeluk tubuh Kirana yang sama-sama sedang duduk.
"Terima kasih ya Kiran, kamu mau membalas rasa cinta ku pada mu," ucap Iqbal melepas kan pelukannya dan mencium ke dua pipi Kirana lalu mencium bibir tipis Kirana.
Ciuman di bibir untuk pertama kalinya bagi Kirana membuat pipi Kirana memerah dan salah tingkah. Selama pacaran sama Iqbal dulu, Kirana hanya sebatas cium pipi tidak lebih.
"Ish main cium-cium aja tanpa permisi, ini bibir ada yang punya main comot aja," ucap Kirana melepas tangan Iqbal yang melingkar di pinggangnya karna salah tingkah.
Iqbal tersenyum melihat tingkah Kirana, Iqbal menarik kembali tangan Kirana dan wajah pun saling pandang begitu dekat.
"Kirana aku minta izin untuk mencium bibir ranum mu," ucap Iqbal mencium kembali bibir tipis Kirana dan Kirana mulai membalas ciuman dari Iqbal. Tangan Iqbal memeluk tubuh Kirana dengan meraba perlahan, Kirana merasa tak nyaman dan melepas kan ciumannya.
__ADS_1
"Udah ih, kerja lagi. Peluk cium terus kapan selesainya," ucap Kirana menjauh dari Iqbal dan kembali mengerja kan tugasnya yang tertunda.
"Kan udah resmi balikan, jadi kan ga apa-apa peluk-peluk juga. Selly aja bisa lebih dari itu, bahkan semalaman bisa sampai berkali-kali ****,"
"Loh kok kamu tau Selly kaya gitu sih, sampai tau sedetail itu," ucap Kirana heran dengan perkataan Iqbal.
"Minggu lalu setelah antar kamu ke kampus, aku liat Selly sama cowok jadi aku sengaja berhenti di tempat Selly dan cowok itu sekalian sarapan juga. Eh tiba-tiba Selly cerita semalaman ngapain aja sama pacarnya itu, pake raba-raba paha aku lagi depan pacarnya,"
"Masa sih, Selly sampai umbar hal kaya gitu ke orang lain," ucap Kirana tak percaya.
"Sebentar lagi kan orangnya mau datang nih, nanti kita tanya aja kalau kamu ga percaya. Kamu tau waktu itu Selly ga pakai bra jadi kelihatan jelas tuh yang ada di balik kaos warna putih yang di pakainya,"
"Ish kamu ini, yang gituan aja di liat. Di ingat-ingat lagi,"
"Itu namanya rezeki Kiran, bukan salah aku yang liat salah Selly yang sengaja ga pakai bra. Kan mubazir kalau ga di liat hehehe,"
"Hidung aku ga belang Kiran, aku tebak ya nanti pas Selly ke sini pasti ceritanya tentang ranjang. Dia udah ketagihan tau ga Kiran,"
Kirana tak mau menjawab perkataan Iqbal yang terakhir karna merasa kecewa dengan sahabatnya yang satu ini. Selly memang sudah banyak berubah tak seperti Selly yang di kenal Kiran dulu.
Tak lama orang yang di bicara kan datang tanpa pemberi tau an terlebih dahulu, Selly masuk langsung ke dalam toko membawa paper bag yang berisi baju ganti Selly dan duduk di kursi yang ada di dekat Iqbal. Selly masih mengguna kan seragam kerjanya dan sengaja membuka 2 kancing kemeja atas di depan Iqbal.
"Wiidiiihhh, cewek hot datang juga. Ga ngamar nih?" sapa Iqbal.
"Ga tau nih, cowok ku lagi sibuk katanya. Paling jemputnya agak malam," jawab Selly menjawab dengan enteng tanpa memikir kan apa pun.
"Sibuk tidur sama cewek lain kali Sell, lagi nyoba lobang yang lain," ucap Iqbal meledek Selly, Kirana hanya diam dan menggeleng kan kepalanya saat mendengar obrolan Iqbal dan Selly.
__ADS_1
"Ga mungkin lah, dia kan cuma mau sama aku. Aku kan yang paling hot, tadi sih dia bilang masih di bengkel. Motornya lagi turun mesin," ucap Selly yakin dengan dirinya dan percaya sepenuhnya pada Diki.
"Kiran aku ikut ganti baju ya, gerah banget. Eh sekalian mandi deh," sambung Selly.
Kirana menjawab hanya dengan mengangguk kan kepalanya, Kirana seakan sudah terlanjur kecewa dengan tingkah laku Selly yang melewati batas yang pernah ia kata kan pada Kirana.
"Hai cantik ngelamun aja, ngamar yu?" ucap Iqbal
menggoda Kirana dengan candaan bagi Iqbal tapi bagi Kirana itu ajakan.
"Sana sama Selly aja kalau mau ngamar, kan dia cewek hot kaya tadi kamu bilang," ucap Kirana sensi dan kesal dengan candaan Iqbal.
"Kok gitu sih kan aku cuma bercanda sayang, jangan marah dong. Nanti aku cium kalau bibirnya terus maju gitu," ucap Iqbal terus menggoda Kirana.
"Apaan sih kamu ini, udah ah aku mau cari cemilan dulu buat nanti nemenin bergadang sambil bungkus paket," ucap Kirana berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari toko karna kesal dengan Iqbal.
Iqbal pun kembali ke gudang dengan melewati kamar mandi. Sementara Selly sengaja tidak mengunci pintu kamar mandi karna sudah terbiasa seperti itu, Iqbal melihat tubuh polos Selly sepintas sebelum masuk ke dalam gudang.
"Astaga, menggoda si amin. Mulus, eh ingat Bal dia teman pacar mu saat ini jangan sampai tergoda sama Selly. Tapi liat aja boleh kan ya," batin Iqbal.
Iqbal masuk ke dalam gudang dan mengambil dus yang berisi kosmetik yang akan di pajang di toko.
"Hei cewek hot, kalau mandi tuh tutup pintunya jadi mata ini ga belok liat kamu," ucap Iqbal saat keluar dari gudang.
"Bilang aja kalau mau liat, ga usah basa basi segala,"
"Aduh ini cewek ga ada takutnya, aku juga cowok normal kali. Pasti pengen kalau di tawarin kaya gitu, cukup liat aja lah jangan di cicipi, biar punya Kirana yang ku cicipi nanti," gerutu Iqbal.
__ADS_1