CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 17. Reseller.


__ADS_3

Kirana mengganti nomor ponselnya agar tetap bisa menghubungi teman-temannya dan membuka semua media sosialnya karna di media sosial lain Kirana tidak berteman dengan Iqbal, hanya di Whatsapp aja bisa bertukar kabar dengan Iqbal.


Saat Kirana membuka aplikasi di ponselnya, Kirana menemukan iklan menarik untuknya.


Iklan yang berisi prodak kecantikan yang mencari reseller dan Kirana hanya mengiklankannya saja di semua media sosial yang Kirana punya.


Setelah Kirana mencoba mendaftar dan menjadi member dengan membayar 100 ribu rupiah, Kirana sudah dapat prodak kecantikan untuk di promosi kan yang akan di kirim kan ke alamat yang Kirana cantum kan saat pendaftaran.


Uang yang di beri oleh Arif selalu Kirana simpan untuk membeli sesuatu yang Kirana mau, uang tersebut Kirana pakai untuk membayar pendaftaran menjadi member.


3 hari berlalu setelah Kirana mendaftar, paket prodak kecantikan pun datang ke alamat rumah Arif.


"Permisi, paket," teriak kurir.


Lia pun membuka kan pintu, Lia merasa heran karna sepengetahuannya tidak ada yang memesan paket.


"Paket atas nama Kirana Larasati Rahayu bu," ucap kurir.


"Iya mas, berapa yang harus di bayar mas?" tanya Lia.


"Sudah di bayar bu," ucap kurir memberi kan paket pada Lia dan kurir pun langsung pergi meninggal kan halaman rumah Arif.


"Kirana pesan apa ini? kenapa dia ga bilang kalau dia belanja di toko online gini, jadi kan aku tau kalau bakalan ada paket gini," gerutu Lia sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan menyimpan paket di kamar Kirana.


...***...


Sementara di sekolah Kirana dan 2 sahabatnya berjalan pulang menuju gerbang sekolah, setelah seminggu berlalu Iqbal tidak datang ke sekolah dan hari ini Iqbal datang menemui Kirana.


"Iqbal tuh, kayanya kamu harus mengambil keputusan deh. Sana temui dia, biar dia ga terus-terusan datang ke sekolah," ucap Selly.


"Iya, aku temui dia dulu ya. Kalian tunggu aku, kan udah janji mau ke rumah ku," ucap Kirana berlalu pergi menghampiri Iqbal.


"Hai," sapa Kirana merasa canggung berhadapan dengan Iqbal.


"Hai, gimana kabar mu? Terakhir aku dengar kamu sakit," ucap Iqbal hendak memeluk Kirana namun di tolak oleh Kirana.


"Jangan seperti itu, ini tempat umum dan ini sekolah. Banyak teman-teman ku di sini," ucap Kirana dan seketika wajah Iqbal berubah atas penolakan dari Kirana.

__ADS_1


"Kabar ku baik, maafin aku ya kalau ada salah pada mu," sambung Kirana.


"Maaf untuk apa? Oh iya kata teman mu ponsel mu rusak, ini aku beli kan ponsel untuk mu. Biar kita bisa komunikasi lagi, walau pun ponsel bekas tapi masih bisa di gunakan untuk komunikasi," ucap Iqbal memberi kan ponsel di tangan Kirana.


"Kamu punya uang dari mana? kamu kan ga kerja," tanya Kirana penasaran.


"Seminggu kemarin aku kerja dan kebetulan hari ini aku libur. Walau pun cuma kerja serabutan yang penting halal jadi aku bisa traktir kamu kalau kita jalan nanti," jawab Iqbal menjelas kan.


"Maaf bal, sebaiknya kita putus. Aku mau fokus sekolah dulu dan kamu bisa fokus bekerja


Kalau kita memang di takdir kan untuk bersama, kita pasti akan di pertemu kan kembali," ucap Kirana mengembali kan ponsel ke tangan Iqbal dan Iqbal segera menggenggam tangan Kirana.


"Jadi ini alasan kamu menghindari dari aku, cuma ingin menunda perpisahan. Kiran kita bisa saling mengingat kan jika salah satu di antara kita ada yang salah, bukan dengan cara seperti ini," ucap Iqbal merasa tidak terima dengan keputusan yang Kirana ambil secara sepihak.


"Maafin aku Bal," ucap Kirana melepas kan tangannya dari genggaman tangan Iqbal lalu pergi dari hadapan Iqbal tapi Iqbal menahan kepergian Kirana.


"Kiran, kasih aku satu kesempatan lagi untuk bisa membuat mu bahagia," ucap Iqbal memohon pada Kirana.


"Maaf Bal, aku ga bisa. Mungkin suatu saat nanti kita bisa kembali bersama kalau kita memang di takdir kan untuk bersama," ucap Kirana melepas tangan Iqbal.


Kirana pun pergi menjauh dari Iqbal dan segera naik ke angkutan umum berama kedua temannya.


...***...


Sesampainya di rumah Selly, Kirana bercerita tentang apa yang terjadi dengan dirinya dan Iqbal. Air mata pun mengalir dengan deras di pipi Kirana, Selly dan Citra hanya bisa menenang kan hati Kirana.


"Udah ya Kiran jangan nangis lagi, kita fokus dulu belajar. Setelah kita lulus baru kita bebas cari pacar, bahkan calon suami sekalian," ucap Citra.


"Tapi aku sayang sama Iqbal Cit," ucap Kirana terus menangis terisak.


"Perlahan tapi pasti kamu bisa melupakan dia kok, kita bakalan temani kamu terus biar kamu ga merasa sendiri," ucap Selly.


"Terima kasih ya, kalian memang yang terbaik," ucap Kirana memeluk kedua sahabatnya.


"Udah ah sedihnya, kita kan mau ke rumah mu," ucap Citra menghapus air mata di pipi Kirana.


Mereka pun bangkit dari tempat duduk lalu keluar kamar Selly untuk berpamitan pada ibu Selly.

__ADS_1


"Bu, aku main ke rumah Kirana dulu ya," ucap Selly mencium punggung tangan ibunya dan di ikuti kedua sahabatnya.


"Iya nak, pulangnya jangan terlalu sore ya," ucap Ibu.


Mereka pun berjalan melewati banyak rumah warga untuk sampai di rumah Kirana.


Hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai di rumah Kirana, rumah sederhana yang menyimpan banyak cerita untuk Kirana.


"Ayo masuk," ajak Kirana langsung membuka pintu yang tidak di kunci oleh Lia.


"Bi.. aku pulang," teriak Kirana.


Karna tidak ada jawaban dari Lia, Kirana langsung mengajak ke 2 sahabatnya masuk ke dalam kamarnya.


Begitu masuk, Kirana sudah melihat paket yang di tunggu-tunggu.


"Apaan tuh Kiran?" tanya Citra.


Kirana membuka paket di depan Citra dan Selly, sambil bercerita niatnya untuk berjualan kosmetik.


"Oh gitu, nanti kita bantu promosiin ya di whatsapp sama di media sosial biar jualannya laris. Kalau udah laris kan bisa traktir kita, iya ga Sell," ucap Citra.


"Iya, semoga ini jalan menuju sukses kamu ya Kiran," ucap Selly mendukung apa yang di lakukan oleh Kirana dan di amin kan oleh Citra dan Kirana.


Kirana mulai memotret prodak kecantikan untuk di promosi kan di media sosial dan di whatsapp dan tak lupa Citra dan Selly ikut memposting untuk membantu Kirana.


Tak terasa sudah sore, Citra dan Selly pun pulang dan berpamitan pada Lia dan Arif.


"Oh iya Kiran, tadi bibi terima paket untuk mu. Itu isinya apa nak, bibi jadi penasaran," ucap Lia.


Kirana masuk ke dalam kamarnya dan mengambil semua isi paket tadi siang.


"Kok banyak sekali, kamu mau pakai semua ini?" tanya Lia.


"Ga bi, aku mau coba jualan kosmetik secara online. Siapa tau laris, jadi ada uang jajan tambahan untuk ku," ucap Kirana.


"Nanti bibi bantu jualin ke tetangga ya nak," ucap Lia ikut mendukung apa yang menjadi niat Kirana.

__ADS_1


"Kalau kamu butuh modal, kamu tinggal bilang sama paman ya. Biar paman ambil kan uang tabungan mu di bank," ucap Arif.


"Iya terima kasih paman dan bibi selalu mendukung semua keputusan yang ku pilih," ucap Kirana.


__ADS_2