
"Kiran apa ga sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja, biar tau ibu mu sakit apa dan biar bisa dapat pertolongan yang lebih pasti aja," ucap Arka memberi saran pada Kirana.
"Aku juga maunya gitu tapi nanti gimana paman aja, paman lagi di jalan ke sini," ucap Kirana.
Tak lama Arif pun tiba di rumah Rose dan langsung masuk ke dalam rumah Rose dengan wajah yang begitu khawatir.
"Kak kita ke rumah sakit ya, aku khawatir dengan kondisi mu yang seperti ini," ucap Arif saat masuk ke dalam kamar Rose dan melihat kondisi Rose yang memprihatikan.
"Aku ga apa-apa, kamu ga usah khawatir," ucap Rose lemas.
"Ga apa-apa gimana kak, kamu udah kurus gini lemas pula," ucap Arif.
"Kiran tolong pesan kan taksi online, paman mau bawa ibu mu ke rumah sakit," sambung Arif meminta tolong pada Kirana.
"Iya paman," jawab Kirana singkat mengeluar kan ponsel dari dalam tas yang di bawanya.
Kirana memesan taksi online untuk membawa ibunya ke rumah sakit tanpa mau memberi tau suami barunya terlebih dahulu.
20 menit berlalu, akhirnya taxi online yang di pesan sudah datang untuk menjemput.
Rose pun segera di bawa oleh Arif, Rose di gendong untuk sampai di bangku penumpang taxi online.
"Mas bawa mobilnya agak cepat ya tapi tetap hati-hati," ucap Arif saat masuk ke dalam taxi online dengan rasa panik dan khawatir.
Rose dan Arif pergi terlebih dahulu, sementara Kirana dan Arka pamit pada tetangga sebelah rumah Rose.
"Bu nanti minta tolong di sampai kan sama pak Ardi kalau ibu aku yang bawa ke rumah sakit, nama ku Kirana dan yang tadi itu paman ku namanya Arif," ucap Kirana.
"Satu lagi, kalau memang pak Ardi sayang sama ibu ku kenapa membiar kan ibu ku sakit sampai sekurus itu. Tolong di sampai kan ya bu, aku pamit. Terima kasih telah membantu menjaga ibu ku," sambung Kirana memberi kan 2 lembar seratus ribuan di tangan tetangga sebelah rumah Rose sebagai tanda terima kasih dari Kirana.
Arka menghampiri Kirana yang masih ngobrol dengan menggunakan motornya.
"Ayo Kiran, kita susul paman dan ibu mu," ucap Arka.
Arka memakai kan helm pada Kirana membuat Kirana menjadi salah tingkah, Kirana pun langsung naik ke atas motor dan Arka melaju kan motornya menyusul taxi online yang membawa Rose.
__ADS_1
"Arka hati-hati bawa motornya," ucap Kirana.
"Kamu tenang aja, aku pasti hati-hati. Apa lagi bawa kamu," ucap Arka masih aja usaha mengambil hati Kirana.
"Kamu ini di saat seperti ini masih aja bisa bercanda kaya gitu, mau aku potong komisinya hah," ucap Kirana memukul pundak Arka.
"Iya maaf, ga usah galak gitu dong. Nanti luntur cantiknya loh," ucap Arka yang masih usaha.
"Ish kamu ini," ucap Kirana sudah bingung lagi mau ngomong apa karna semakin Kirana ngomong Arka selalu ada jawaban untuk membuat Kirana kesal tapi salah tingkah.
Arif sampai lebih dulu dari Kirana dan langsung membawa Rose ke dalam ruang IGD.
"Mas bisa tunggu dulu di sini nanti ponakan saya yang bayar ongkos taxi nya," ucap Arif saat turun membawa Rose.
"I-iya pak," ucap sopir taxi online.
"Ya mau gimana lagi, aku tunggu di sini aja lah, siapa tau dapat penumpang lagi dari sini," gerutu sopir taxi online.
Setelah Rose mendapat pertolongan dari dokter dan suster, Arif sedikit menjauh dari bangsal dimana Rose berbaring untuk menghubungi Kirana.
š±"Halo, Kiran paman sudah sampai di rumah sakit dan ibu mu sedang di periksa oleh dokter dan suster," ucap Arif.
š±"Oh iya nak, paman belum bayar taxi nya. Nanti kamu bayar dulu ya sebelum masuk ke sini," pinta Arif.
š±"Iya paman, nanti aku bayar taxi nya. Ya sudah aku tutup telponnya ya, sebentar lagi aku sampai di rumah sakit," ucap Kirana menutup telponnya dan menyimpan kembali ponsel yang telah di gunakannya.
"Lebih cepat lagi dong Arka, sopir taxi udah nunggu kita. Paman belum bayar taxi nya," ucap Kirana.
"Oke bos, pegangan ya aku mau ngebut," ucap Arka menambah kecepatan motornya sampai Kirana harus berpegangan dengan kuat di pinggang Arka.
Tak lama motor yang membawa Kirana dan Arka sampai di lobi rumah sakit, Arka menurun kan Kirana di lobi rumah sakit sementara Arka pergi ke parkiran khusus motor untuk memarkir kan motornya.
Kirana segera menghampiri taxi online yang tadi membawa Rose dan Arif untuk membayar ongkos yang belum di bayar oleh Arif.
"Pak, maaf ya lama menunggu. Ini ongkosnya pak," ucap Kirana memberi uang lebih pada sopir taxi.
__ADS_1
"Ini kelebihan mba," ucap sopir taxi.
"Ga apa-apa pak, anggap aja itu ucapan terima kasih karna bapak sudah mau mengantar ibu saya dan mau menunggu sampai saya datang," ucap Kirana.
Kirana menunggu Arka di ruang tunggu rumah sakit untuk masuk bersamaan, Arka datang dengan senyum di wajah tampannya.
"Nungguin aku ya.." ucap Arka masih dengan candaannya.
"Ish kamu ini terus aja bercanda, orang lagi khawatir juga," ucap Kirana berdiri dari tempat duduknya dengan muka cemberut.
"Bibirnya ga usah di majuin gitu, udah kaya bimoli aja. Bibir monyong 5 centi," ucap Arka tertawa kecil mencoba menghibur Kirana agar tidak terlalu sedih.
Kirana dan Arka bertanya pada satpam penjaga karna takut melanggar aturan yang ada di rumah sakit.
"Permisi pak, saya mau nanya kalau pasien yang baru masuk barusan ada dimana ya sekarang?" tanya Kirana.
"Ada di bangsal c 9 mba," jawab pak satpam.
"Apa kami boleh masuk pak?" tanya Kirana.
"Boleh mba, silah kan masuk aja tapi tetap harus menjaga ketertiban rumah sakit ya mba," ucap pak Satpam.
"Terima kasih ya pak," ucap Kirana.
"Iya sama-sama," ucap pak satpam.
Kirana dan Arka segera masuk ke dalam IGD dan mencari bangsal Rose.
"Ini b 1, itu c 1 ayo kita ke sana Arka cari c 9," ucap Kirana.
Dari kejauhan ternyata Arif sedang menunggu di depan bangsal Rose, dan Kirana segera menghampiri Arif yang sedang melihat apa saja yang di periksa oleh dokter terhadap Rose.
"Paman," panggil Kirana.
"Kiran, kalian udah sampai?" ucap Arif.
__ADS_1
"Iya paman, gimana kondisi ibu? Apa kata dokter?" tanya Kirana.
"Dokter masih memeriksa ibu mu," ucap Arif.