
"Ayo lagi mikirin apa? Awas aja kalau pikirannya kemana-mana," ucap Kirana menyadarkan Iqbal dari angan-angannya.
"Eh ga lagi mikirin apa-apa, cuma mikirin kamu bisa balikan lagi sama aku. Jadi kan kerjanya lebih semangat lagi," ucap Iqbal beralasan.
"Lihat nanti ya, kalau aku udah ada niat balikan sama kamu nanti aku kabari," ucap Kiran di suapan terakhir nasi uduknya.
"Kata kan aku harus apa, supaya kamu mau balikan lagi sama aku. Aku pasti mau merubahnya demi kamu," ucap Iqbal mencoba meyakin kan Kirana akan ketulusan cintanya.
Iqbal terus berusaha mendekati Kirana sambil bekerja sebagai kurir di toko Kirana. Sesekali Iqbal menyalakan aplikasi ojek online nya setelah selesai kerjaan dari Kirana.
"Tiap hari kamu tidur di sini Kiran?" tanya Iqbal.
"Iya, aku tidur di sini. Paling sesekali aku pulang ke rumah paman ku," jawab Kirana.
Ponsel kirana berdering, ada panggilan masuk di ponsel Kirana. Segera Kirana berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil ponselnya yang di simpan di atas etalase.
"Paman," ucap Kirana melihat panggilan masuk dari pamannya, Kirana menggeser tombol hijau untuk menjawab telpon dari Arif.
š±"Halo, paman,"
š±"Iya halo nak, gimana kabar kamu hari ini?"
š±"Aku sehat paman, oh iya malam ini aku pulang. Ada yang mau aku bicara kan dengan paman,"
š±"Iya nak, paman juga udah rindu dengan mu. Sudah lama kamu ga pulang,"
š±"Baru juga seminggu paman, belum sebulan hehehe,"
š±"Ya sudah paman tunggu kamu di rumah ya,"
š±"Iya paman,"
__ADS_1
Setelah selesai menelpon, Kirana menyimpan kembali ponselnya di tempatnya semula.
"Aku udah selesai sarapannya, aku ke kampus dulu," ucap Kirana bersiap untuk pergi kuliah sekalian mengantar piring bekas nasi uduk.
"Aku antar ya Kiran," ucap Iqbal menawar kan diri.
"Kamu kan mau antar paket, aku bisa pake ojek online kok. Biar kamu cepat selesai juga kerjaannya biar bisa cari uang tambahan juga," ucap Kirana.
"Ini paket yang harus di antar dan ini ponselnya, kamu lihat alamat dan nomor telponnya. Di ponsel udah ada chat dari pelanggan tersebut, kamu jangan sampai salah ya. Nanti setelah sampai di tempat kamu tinggal telpon orangnya dan pasti kan barang pesanannya benar, kamu ngerti ga?" sambung Kirana menjelas kan.
"Iya aku ngerti, tapi kan sebelum nganter paket aku bisa nganter kamu dulu ke kampus. Biar irit ongkos juga kan," ucap Iqbal beralasan.
"Oke, kalau kamu maksa. Setelah selesai semua paketnya kamu boleh pulang karna hari ini toko tutup, pegawai ku masih izin jadi ga ada yang jaga toko saat aku kuliah," ucap Kirana.
"Biar aku yang jaga, semua barang sudah ada harganya kan tinggal jual aja," ucap Iqbal mencoba menarik perhatian Kirana.
"Boleh kalau kamu mau dan kalau itu tidak membuat mu repot, nanti setiap penjualan kamu catat di buku ini. Jam 1 siang aku udah pulang dari kampus," ucap Kirana dengan senang hati menerima tawaran dari Iqbal.
Setelah membayar nasi uduknya, Kirana pergi ke kampus di antar Iqbal. Selama perjalanan Iqbal mencoba membuka obrolan dengan Kirana karna Kirana hanya diam saja sambil memain kan ponselnya.
"Baru semester 2 masih lama sampai lulus kuliah, tolong agak cepat ya. Aku udah kesiangan,"
Kirana terus memain ponselnya, mengecek pesanan yang masuk di aplikasinya. Sesampainya di kampus, Kirana masih sibuk dengan ponselnya.
"Terima kasih ya, pulangnya ga udah jemput. Kamu tunggu aku di toko aja, aku ada urusan lain setelah pulang kampus,"
"Oke siap bos, selamat belajar ya cantik. Calon pacar ku, calon istri juga boleh,"
Kirana langsung masuk ke kampus, berjalan meninggal kan Iqbal dan tidak menanggapi perkataan dari Iqbal. Kirana menyimpan ponselnya dan berjalan cepat menuju kelasnya.
...***...
__ADS_1
Selesai kelas, Kirana berencana untuk pergi ke travel umroh untuk mendaftar kan paman dan bibinya untuk pergi umroh bersama.
"Karna tabungan ku udah cukup, aku mau kasih hadiah untuk paman dan bibi. Semoga semuanya berjalan lancar, paman dan bibi di beri kesehatan selama ibadah umroh dan pulang dalam keadaan sehat," batin Kirana.
Sebelum mendaftar kan Arif dan Lia, Kirana sudah mencari informasi biaya pulang pergi umroh untuk satu orang. Jadi Kirana menabung terus demi memberangkat kan paman dan bibinya umroh.
"Permisi mba, saya mau daftar umroh tapi untuk paman dan bibi saya,"
"Boleh, biar saya catat dulu data diri jama'ah yang akan pergi umrohnya. Bisa saya pinjam KTP nya?"
"Kalau di catat dulu boleh mba, saya lupa belum bawa KTP paman dan bibi saya. Biar besok saya balik lagi ke sini,"
Petugas pendaftaran pun mencatat setiap jawaban dari Kirana, lalu Kirana membayar setengah dari biaya umrohnya dan akan di lunasi esok dengan membawa persyaratan yang di minta oleh petugas pendaftaran.
Selesai mendaftar, Kirana pergi menuju toko dengan mengguna kan ojek online yang sudah di pesannya.
"Aku harus kerja lebih giat lagi, untuk bekal paman dan bibi selama umroh. Masih kurang untuk bekal aja, semoga berangkat nanti bisa terkumpul uang lebih banyak lagi dan bisa di bawa sama paman dan bibi untuk bekal di sama," batin Kirana saat mengecek m-banking di ponselnya.
"Apa aku ada kan promo ya biar banyak yang datang ke toko? Atau aku ada kan potongan harga setiap produk, gitu aja kali ya biar cepat dapat uang juga yang penting masih ada untung aja," batin Kirana memikir kan cara dapat uang dengan cepat.
Sesampainya di toko ternyata toko sudah ramai dan penuh pembeli, Kirana masuk dengan perasaan heran dengan ramainya toko kosmetiknya. Di dalam hanya ada Iqbal yang sibuk melayani pembeli dan menawar kan setiap prodak yang Kirana punya.
"Kok bisa ramai gini, gimana caranya kamu narik pelanggan sebanyak ini?"
"Nanti aku ceritain semuanya, sekarang tolong hitung belanjaan ibu ini," ucap Iqbal lalu kembali melayani pelanggan yang lainnya.
Kirana menghitung belanjaan pelanggannya, lalu menyusunnya di dalam paper bag. Satu per satu pelanggan selesai berbelanja dan meninggal kan toko kosmetik Kirana.
"Sekarang jelas kan sama aku, gimana caranya kamu bawa semua pelanggan ini?"
"Aku ajak tetangga dan pasang status di media sosial agar mereka datang ke sini dan belanja di toko kamu"
__ADS_1
Belum sempat berterima kasih rombongan pelanggan pun datang lagi, memborong banyak kosmetik di toko Kirana. Iqbal menawar kan banyak prodak kosmetik pada pelanggan yang datang agar pelanggan banyak membeli prodak kecantikan di toko Kirana.
"Terima kasih untuk semuanya ya," bisik Kirana dengan senyuman manis di bibir tipis Kirana.