
"Jadi ini alasan kamu ga mau balikan sama aku, pakai alasan mau mikir-mikir dulu. Kenapa ga bilang kalau kamu udah punya pengganti ku jadi aku ga terus berharap sama kamu," ucap Iqbal.
"Kalau iya kenapa, bukan urusan mu juga kan. Kamu aja bisa gonta ganti perempuan terus aku ga boleh gitu, dasar egois," ucap Kirana naik ke atas motor dan memberi kode untuk cepat jalan.
Kirana meminta Arka untuk berhenti tak jauh dari tempat tadi karna ada pelanggan yang menunggunya.
"Terima kasih ya bu, sudah berlangganan belanja di toko online saya. Ada bonus prodak di dalam paket untuk ibu," ucap Kirana.
"Kembali kasih neng cantik, di toko neng harganya murah jadi saya beli terus di toko online si neng nya. Oh iya neng ada toko offline ga biar saya bisa beli dan pilih langsung?" ucap pelanggan.
"Masih di rumah sih bu, baru rencana ada toko offline. Nanti kalau udah ada aku kasih kabar lagi ya bu," ucap Kirana.
"Kalau begitu saya permisi masih banyak yang harus saya antar," sambung Kirana pamit.
Kirana pun naik kembali ke atas motor untuk mengantar ke pelanggan selanjutnya.
"Ayo jalan," ucap Kirana.
"Kemana lagi sekarang?" tanya Arka.
"Jalan aja dulu, masih di sekitar jalan sini kok," ucap Kirana tapi pandang masih pada ponselnya.
Arka pun terus mengendarai motor dan Kirana sibuk chat dengan pelanggan yang akan mengambil paket kosmetik.
"Hebat kamu Kiran, aku makin kagum sama kamu," batin Arka.
"Arka kamu belum makan, mau makan dulu ga? Ini kan udah siang," ucap Kirana saat melihat jam di ponselnya udah jam 10:30.
"Laper sih, tapi kamu ikut makan ya," ucap Arka.
"Ga, aku tadi udah sarapan. Ya udah di depan ada tukang lontong kari kalau kamu mau kita berhenti di sana. Kamu makan aku janjian sama pelanggan, nanti aku yang bayar makanannya," ucap Kirana.
__ADS_1
Sebenarnya Arka malu kalau makanannya harus Kirana yang bayar tapi apa boleh buat, saat ini Arka memang belum punya uang.
Selagi Arka makan, Kirana menunggu 3 pelanggan sekaligus. Satu persatu pelanggan pun datang mengambil barang dan memberi kan uangnya pada Kirana.
"Aku udah selesai, kita lanjut lagi," ucap Arka.
Kirana pun membayar makan yang telah di habis kan oleh Arka dan segera pergi dari tempat semula untuk melanjut kan pekerjaan mereka.
"Terima kasih ya udah bayarin aku makan, lain kali aku yang bayarin kamu. Sekarang kita kemana nih?" ucap Arka merasa malu pada Kirana.
"Ga usah kaya gitu ih, aku udah biasa kaya gini sama Selly. Tiap udah antar barang pasti kami jajan dan aku yang tanggung jawab atas perut Selly selama dia bersama ku," ucap Kirana tersenyum membuat Arka jadi salah tingkah.
"Eh kamu kenapa kok salting gitu?" sambung Kirana.
"Senyum mu manis kaya sirup ABC😀," ucap Arka.
"Ah kamu bisa aja, ayo ah cepat orang-orang yang pesan udah nunggu paket datang," ucap Kirana naik ke atas motor dan Arka segera melaju kan motornya.
"Arka, semua paket kan sudah di antar dan tugas kamu sudah selesai. Tapi aku mau minta tolong antar aku cari kios yang murah harga sewanya, mau ga?" ucap Kirana.
"Kemana pun kamu mau pasti aku antar sampai tempat tujuan," ucap Arka.
"Kamu ini bisa aja, nanti aku tambahin bayarannya ya. Ayo kita berangkat sekarang," ucap Kirana.
Arka pun menjalan kan motornya mencari kios untuk di sewa Kirana dan berhenti di setiap ada plang kios di sewa kan.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore, tapi kios belum juga ada yang cocok dengan harga yang Kirana mau.
"Kita lanjut besok aja deh, sekarang kita pulang. Aku cape, kamu juga pasti cape kan," ucap Kirana.
"Besok masih sama kaya tadi lagi?" tanya Arka.
__ADS_1
"Iya, tapi pesanan belum tentu sebanyak hari ini karna setiap hari pesanan pasti beda-beda," jawab Kirana.
"Kamu tiap hari kaya gini, ga cape?" tanya Arka salut dengan perjuangan Kirana.
"Iya, dulu belum sebanyak ini masih bisa di hitung jari. Tapi sekarang aku udah banyak langganan dan motor ini hasil dari usaha kosmetik ku," jawab Kirana.
"Dulu aku di bantu ke dua sahabat ku tapi sekarang mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Citra kuliah dan Selly kerja di minimarket, jadi aku minta bantuan sama kamu," sambung Kirana.
Sesampainya di rumah Arif, Kirana memberi kan upah untuk Arka.
"Ini untuk upah mu hari ini dan ini untuk tambahan karna udah bantu aku cari kios," ucap Kirana memberi kan uang selembar 100 ribu dan 2 lembar 50 ribu.
"Ga kebanyakan nih, bisa cepat jadi bos nih kalau kerja cuma nyetirin motor seharian di bayar segini mana makan di bayarin," ucap Arka.
"Itu sesuai sama paket yang di antar tapi kalau paket sedikit aku ga bisa kasih kamu sebanyak ini. Kalau makan selama sama aku pasti ga akan kelaparan deh," ucap Kirana.
"Terima kasih ya Karin, hari ini aku bisa dapat penghasilan. Aku bisa kasih mama ku untuk kebutuhan di rumah, ini uang pertama ku yang akan aku kasih untuk mama ku," ucap Arka.
Mendengar perkataan dari Arka membuat Kirana merasa belum pernah memberi apa pun pada ibunya.
"Ya sudah aku pulang dulu ya, sampai besok Kiran," ucap Arka pamit.
"Apa aku kasih ibu hadiah ya, sekarang kan aku bisa beli apa pun yang aku mau. Nanti aku cari di aplikasi online deh, cari hadiah yang bagus buat ibu," batin Kirana dengan niat yang tulus.
Kirana pun masuk ke dalam rumah untuk membersih kan diri, Kirana mandi lalu makan malam.
Setelah Kirana selesai semuanya, Kirana mengecek pesanan buat besok. Lalu duduk di tempat biasa untuk packing paket kosmetik yang telah di pesan.
"Paman, tadi aku sama Arka cari kios tapi ga ada yang cocok. Ada yang pas tapi jauh banget dari sini," ucap Kirana dengan tangan sibuk memasuk kan kosmetik ke dalam kotak-kotak untuk di packing.
"Sekarang kan ada Arka yang mengantar mu, jadi ga apa-apa kalau jauh dari rumah juga. Paman lebih tenang kalau kamu ada yang menjaga, kaya sama Arka," ucap Arif.
__ADS_1
"Tapi kan paman, Arka juga ga akan selamanya bisa nganterin aku. Suatu saat dia juga pasti akan pergi ninggalin aku kerja di tempat lain sama kaya Selly," ucap Kirana.