
"Selly apaan sih kok dia jadi gitu, pake di umbar segala mau tidur sama pacarnya. Jadi ilfil aku sama Selly, dia banyak berubah sejak pacaran sama si Diky. Malah jadi sering bohong sama ibunya dan menjual nama ku sama ibunya, bilangnya tidur di sini padahal tidur sama pacarnya. Terserah kamu aja lah Sell, yang tanggung akibatnya kamu bukan aku," gerutu Kirana menyimpan ponselnya dan mencoba untuk tidur.
Pagi-pagi sebelum berangkat ke kampus Kirana membuka toko kosmetiknya. Sambil menunggu Rani datang, Kirana sarapan bubur ayam yang ada di dekat tokonya.
"Pagi Kiran, maaf aku telat tadi antar dulu anak ku ke sekolah," ucap Rani pegawai Kirana yang menjaga toko kosmetiknya sampai Kirana pulang dari kampus.
"Iya ga apa-apa mba, mau langsung kerja apa mau sarapan dulu. Biar aku beli kan makan buat mba Rani," ucap Kirana.
"Ga usah, tadi aku udah sarapan di rumah bareng anak ku. Oh iya hari ini Kirana kuliah sampai jam berapa? soalnya aku mau izin pulang cepat, anak ku yang bungsu lagi sakit di rumah ga ada yang jagain," ucap Rani.
"Mba Rani kalau ada apa-apa tinggal telpon aku aja, soal toko kan bisa di tutup dari pada anaknya ga ada yang jaga. Hari ini aku banyak kegiatan di kampus, bisa sampai sore. Mba pulang aja, untuk hari ini biar toko di tutup aja," ucap Kirana memberi kebijakan pada pegawainya.
Tak lama kurir ekspedisi pun datang untuk membawa paket yang akan di kirim ke pelanggan yang jauh. Kirana langsung memberi kan sekantong besar yang berisi paket kosmetik. Kirana memberi kan ongkos kirim dan kurir pun pergi dari toko Kirana.
"Ini mba buat berobat anaknya, maaf ya aku ga bisa nengok. Semoga anaknya cepat sehat lagi ya mba, kalau besok anak mba Rani masih sakit mba tinggal kabarin aku aja ya," ucap Kirana memberi kan 2 lembar uang seratus ribuan.
"Terima kasih banyak Kiran, semoga terganti kan dengan rezeki yang lebih dari ini. Kalau gitu aku izin pulang dulu ya Kiran, aku mau bawa anak ku ke dokter," ucap Rani lalu pamit pulang pada Kiran.
"Iya mba hati-hati di jalannya," ucap Kiran dengan senyuman di bibirnya.
Kirana masuk ke dalam toko untuk mengambil tasnya setelah memesan ojek online untuk pergi ke kampusnya. Tanpa melihat siapa pengemudinya, Kirana langsung memasuk kan ponselnya ke dalam saku jaketnya.
"Selamat pagi cantik," sapa Iqbal sudah parkir sejak
__ADS_1
"Loh kamu mau ngapain ke sini?" tanya Kirana heran dengan kedatangan Iqbal yang udah siap di depan tokonya.
"Ya antar kamu ke kampus lah, kan kamu yang pesan ojek online dan tugas ku mengantar kan penumpang ke tempat tujuannya," ucap Iqbal dengan alasannya padahal hatinya senang mendapat kan penumpang cantik di pagi hari.
"Oh ya udah tunggu," ucap Kirana mengunci pintu toko dan menutup rolling door.
Sepanjang perjalanan menuju kampus Iqbal mencoba membuka obrolan dengan Kirana tapi Kirana cuek dan tidak memberi respon positif pada Iqbal.
"Maaf kan aku Bal, aku ga mau kasih harapan sama kamu. Aku ga mau membuat kamu kecewa lagi," batin Kirana melihat ke arah pinggir jalanan yang terlewat.
"Kiran semakin kamu cuek, semakin aku ingin mendapat kan mu. Lihat aja nanti kamu pasti bisa ku dapat kan lagi," batin Iqbal.
"Oh iya nanti kamu pulang kuliah jam berapa? biar aku jemput ya, aku siap kapan aja kamu butuh kan," ucap Iqbal masih usaha mendekati Kirana.
"Kiran apa salahnya sih kalau kita coba deket lagi sebatas teman pun aku ga apa-apa asal bisa terus sama kamu," ucap Iqbal.
"Kalau kamu mau, aku punya tawaran buat kamu. Itu pun kalau kamu mau," ucap Kirana turun dari motor yang sudah Iqbal berhenti kan tepat di depan pintu masuk kampusnya.
"Tawaran apa itu Kiran?" tanya Iqbal penasaran.
"Kalau kamu mau, kamu bisa jadi kurir di toko kosmetik ku. Kurir yang sebelumnya udah dapat kerjaan di tempat lain, ya.. itu pun kalau kamu mau, kalau ga ya ga apa-apa aku bisa cari orang lain," ucap Kirana bernegosiasi dengan Iqbal.
"Boleh, aku bisa mulai kerja kapan?" ucap Iqbal bersemangat karna bisa mendekati Kirana dengan cara ini.
__ADS_1
"Besok kamu udah bisa kerja, kamu datang ke toko ku jam 8 pagi," ucap Kirana lalu berjabat tangan dengan Iqbal tanda setuju.
"Ya sudah aku masuk dulu, udah telat," ucap Kirana berbalik badan lalu jalan masuk ke dalam kampus.
"Perlahan tapi pasti dengan cara seperti ini aku bisa dapat kan kamu lagi Kiran," gerutu Iqbal lalu pergi dari parkiran kampus Kirana.
...***...
Sementara di tempat lain di kamar kost Diki, Selly baru selesai mandi setelah semalaman di gempur oleh Diki.
"Sayang, liat kamu abis mandi gini kayanya enak juga kalau kita tempur lagi," ucap Diki memeluk tubuh Selly dari belakang.
Diki mencium liar leher Selly dan membuka handuk yang membalut tubuh Selly sampai handuk terjatuh di kali Selly dan tubuh Selly pun polos tanpa sehelai benang pun. Tangan Diki terus bergerak liar di antara kedua benda kenyal milik Selly, Selly hanya menikmati sentuhan lembut dan penuh gairah dari Diki.
"Kamu belum cukup puas, setelah semalaman kita tempur 5 ronde. Pagi ini aku baru mandi udah mau tempur lagi," ucap Selly membalik kan badannya berhadapan dengan Diki hingga Diki dengan leluasa mengecup buah dada Selly yang cukup berisi.
"Kamu nikmati aja sensasi berhubungan badan di pagi hari seperti ini, ga kalah nikmat dengan yang semalam," ucap Diki menggendong tubuh Selly dan menjatuhkannya di atas ranjang yang masih berantakan.
Diki terus mencium dan meraba seluruh bagian tubuh Selly dengan nafsu yang memburu sedang kan Selly hanya mendesah menikmati setiap sentuhan dari Diki.
Diki kembali menggempur dan menikmati tubuh mulus Selly, menikmati setiap bagian bagian tubuh Selly sampai akhirnya mereka *******. Selly tidur di pelukan Diki yang masih sama-sama telanjang bulat, setelah 30 menit bertempur di atas ranjang.
"Sayang, tubuh mu candu ku," ucap Diki mengecup pipi Selly.
__ADS_1
"Sayang aku lapar, belum sarapan. Kita cari sarapan dulu yu, biar ada tenaga buat tempur lagi," ucap Selly menggoda Diki dengan meraba dada bibir Diki sampai ke dada bidang lalu turun ke bagian sensitif milik Diki.