
"Kalau kamu butuh modal, kamu tinggal bilang sama paman ya. Biar paman ambil kan uang tabungan mu di bank," ucap Arif.
"Iya terima kasih paman dan bibi selalu mendukung semua keputusan yang ku pilih," ucap Kirana.
"Iya nak, semoga usaha mu ini sukses ya," ucap Arif.
Kirana mulai promosi kan barang dagangannya, prodak kecantikan dengan harga terjangkau dengan kualitas bagus.
Promosi Kirana di media sosialnya mendapat respon yang bagus dari para pembacanya dan satu persatu mulai memesan prodak kecantikan yang di jual Kirana.
Begitu pun dengan Selly dan Citra, banyak pesanan masuk lewat akun media sosial milik mereka dan Kirana mengemas setiap pesanan yang masuk lalu mengirim lewat jasa ekspedisi ada juga yang bayar di tempat saat barang di terima oleh pembeli.
Hari demi hari usaha Kirana semakin maju, modal yang di beri kan oleh Arif semakin berlipat ganda.
"Nak, sebaiknya kamu beli motor untuk kamu ngantar barang sama pembeli yang bayar di tempat," ucap Arif memberi saran.
"Aku ga bisa pake motor paman," ucap Kirana.
"Kan bisa belajar, beli motornya yang bekas aja jadi murah," ucap Arif.
"Iya paman, tapi paman yang cari kan ya. Aku ga tau model yang harus di beli dan apa yang harus di periksa," ucap Kirana.
"Iya nanti paman cari kan," ucap Arif.
2 hari Arif sibuk mencari motor bekas yang masih layak pakai untuk di pakai Kirana jualan, akhirnya Arif menemukan motor metik yang cocok untuk Kirana dengan harga yang terjangkau.
Arif langsung membawa motornya ke rumah agar bisa di coba oleh Kirana.
"Nak, ini motor untuk mu. Lumayan meski pun bekas tapi masih bisa di pakai untuk mengantar barang yang kamu jual," ucap Arif.
"Waaahhh bagus paman, nanti ajar aku cara menjalankannya ya paman," ucap Kirana antusias.
__ADS_1
"Iya nak, nanti paman ajar kan kamu ya," ucap Arif merasa bahagia karna keponakannya bisa hidup lebih maju dan lebih maju lagi.
"Semoga selamanya kamu seperti ini nak, semenjak Kirana menekuni usaha kosmetik kirana tidak pernah pulang larut malam lag," batin Arif bersyukur atas perubahan pada Kirana.
Semenjak jualan, Kirana jarang main ke rumah Selly mau pun ke rumah Citra. Malah mereka yang sering berlama-lama di rumah Kirana untuk membantu Kirana membungkus setiap pesanan dan mengirim pesanan.
"Terima kasih banyak ya, kalian sudah membantu ku dalam usaha ini," ucap Kirana.
"Sama-sama, kita kan mau usaha sama-sama dan sukses bersama," ucap Selly.
Kirana membagi setiap keuntungan dari hasil jualan kosmetik karna ke dua sahabatnya ikut andil dalam setiap proses perjalanan kesuksesannya dan mereka yang selalu mengingat kan apa pun yang Kirana mungkin melupakannya.
Terutama soal Iqbal, perlahan lahan tapi pasti Kirana mulai melupakan Iqbal karna kesibukannya yang sekarang Kirana tidak pernah memikir kan tentang perasaannya.
Kirana tidak lagi memikir kan rasa sakitnya terhadap ayah dan ibunya yang memang tidak mengingin kan dan mengharap kan kehadirannya di dunia ini.
"Lihat lah bu, aku bisa sukses tanpa dukungan dari ibu. Aku akan terus bukti kan pada ayah dan ibu kalau aku bisa lebih dari ini," batin Kirana.
Tok tok tok.
"Permisi, kak ini aku Arif," ucap Arif dari balik pintu rumah Rose.
Dari dapur Rose yang mendengar suara ketukan pintu, Rose segera mematikan kompor dan berjalan menuju ke arah pintu masuk untuk melihat siapa yang bertamu.
"Eh kamu Arif, ayo masuk," ucap Rose mempersilah kan Arif untuk masuk dan duduk di ruang tamu.
"Ada apa Rif, sengaja datang jauh-jauh ke rumah kakak," tanya Rose basa basi.
"Aku cuma mau memberi tau kakak, kalau Kirana sekarang sudah bisa punya uang sendiri dari hasil dia jualan kosmetik kak, dari hasil jualan Kirana sudah bisa menabung untuk keperluannya sendiri bahkan Kirana bisa membeli motor meski pun motor bekas tapi bermanfaat untuknya mengantar barang dagangannya," ucap Arif bercerita.
"Bahkan temannya bisa ikut berpenghasilan berkat Kirana," sambung Arif.
__ADS_1
"Oh syukur lah kalau begitu kamu tidak perlu cape-cape kerja untuk dia, pikir kan untuk menikah Rif. Umur mu udah lebih dari cukup untuk menikah, jangan cuma mikirin anak itu terus," ucap Rose sinis.
Arif hanya tak ingin mengecewa kan istrinya nanti kalau menikah dengan pria seperti dirinya.
"Aku mau menikah bila waktunya sudah pas dan aku sudah menemu kan wanita yang mau menerima segala kekurangan ku," ucap Arif.
Semua yang di sampai kan oleh Arif pada Rose tidak ada yang di dengar oleh Rose, ke tidak perdulian Rose terhadap Kirana masih sama seperti sebelumnya.
"Memang rasanya percuma aku datang jauh-jauh ke sini, cuma buang-buang waktu dan tenaga aja. Lebih baik aku pulang, membantu Kirana mengemasi barang yang akan di jual lebih bermanfaat dari pada duduk diam mendengar kan ocehan kak Rose yang ga jelas kaya gini," batin Arif berniat untuk pulang.
"Itu aja kak yang mau aku sampai kan pada kakak, kalau gitu aku pamit pulang dulu. Mau bantu Kirana mengemasi barang yang akan di jualnya," ucap Arif pamitan pada Rose lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Iya," ucap Rose singkat.
Arif pun pergi dari rumah Rose dengan memendam rasa kecewanya terhadap Rose yang masih saja tidak mau memperduli kan Kirana.
"Andai aku bisa mengungkap kan rasa sayang ini untuk mu nak, aku begitu tersiksa selama jauh dari mu. Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk mu dan semoga usaha mu sukses nak, ibu bangga pada mu," batin Rose menangis setelah Arif pergi dari rumahnya.
Sementara Kirana setiap hari setelah pulang sekolah selalu di sibuk kan dengan pesanan yang sudah antri untuk di antar ke tempat pembeli, dengan di bantu Selly dan Citra yang selalu ada untuk Kirana.
Lia selalu menyiap kan makan siang untuk Kirana dan 2 sahabatnya, sebelum mengerjakan pesanan yang ada Kirana dan ke 2 sahabatnya makan siang lalu mulai sibuk dengan pesanan yang ada.
Semua tugas mereka bagi-bagi, soal pembukuan Kirana ahlinya sementara Selly dan Citra bergiliran untuk mengantar pesanan.
"Kiran, hari ini kita kirim barang kemana aja?" tanya Citra.
"Masih sekitar sini aja sih, aku bungkus kamu kirim ya Cit," ucap Kirana.
"Boleh," jawab Citra singkat.
Setelah semua selesai, Citra mengambil paket yang akan di serah kan pada pelanggan dengan sistem bayar di tempat dan Selly mengirim barang lewat ekspedisi.
__ADS_1