
Kirana memberi tau pelanggan kios baru Kirana agar pelanggan lebih mudah dan leluasa untuk memilih prodak kecantikan dari toko offline Kirana.
Selesai mengantar paket, Kirana dan Arka mulai menata kios agar lebih nyaman dan enak untuk di pakai usaha.
"Mudah-mudahan pelanggan mu lebih banyak lagi ya," ucap Arka.
"Amin, mudah-mudahan ya Ka biar aku bisa nabung lebih banyak lagi dan upah kamu lebih besar," ucap Kirana.
"Kamu bisa aja Kiran," ucap Arka tertawa kecil.
Kirana menata dengan rapih kosmetik yang akan di jualnya dalam etalase, mengelompok kan setiap jenis kosmetik dari mulai lipstik, bedak tabur dan bedak padat, blash on, eye shadow dan semua jenis kosmetik sampai etalase terlihat penuh dan sisanya di simpan untuk stock.
Sedang kan Arka menata ruangan, memasang wallpaper dinding dan hiasan lainnya agar terlihat lebih rapih.
"Udah malam aja ya, kamu laper ga?" tanya Kirana.
"Lumayan," jawab Arka.
"Aku pesan nasi goreng dulu ya," ucap Kirana.
"Boleh, aku pedas ya nasi gorengnya," ucap Arka.
"Oke," jawab Kirana lalu menyebrang jalan untuk memesan nasi goreng.
"Pak nasi gorengnya 2 pedas ya, di antar ke kios depan," ucap Kirana menunjuk kios miliknya.
"Iya neng, nanti saya antar ke sana," ucap bapak penjual nasi goreng.
Kirana pun kembali ke kiosnya setelah membeli 2 minuman dingin di warung sebelah kios miliknya.
__ADS_1
"Nih minum dulu, udah hampir selesai kan," ucap Kirana memberi kan sebotol minuman pada Arka.
"Besok aja lagi, udah makan kamu pulang aja. Aku masih mau packing paket buat besok, lagian aku lagi malas pulang," ucap Kirana.
"Eh memangnya kamu berani tidur di sini sendirian?" tanya Arka.
"Berani lah, warung sebelah aja buka 24 jam jadi apa yang mau di takut kan," jawab Kirana merasa yakin akan dirinya.
"Memangnya ada apa lagi sih, sampai kamu ga mau pulang segala?" tanya Arka.
"Aku lagi malas berdebat sama bibi apa lagi sama paman, kamu tau ibu ku lagi butuh uang buat biaya rumah sakit terus yang di cari aku tapi kemarin aku mau suapin ibu dengan niat aku ingin berbakti pada ibu ku tapi ibu malah menolak ku," ucap Kirana.
"Selama ini aku selalu berusaha untuk berbakti pada ibu, memberi apa yang bisa aku beri dan meminta apa yang menjadi hak ku sebagai anak. Hanya kasih sayang yang ku ingin kan bukan yang lain tapi apa yang ku dapat hanya penolakan dan merasa tidak di perduli kan. Apa ini adil untuk ku?" sambung Kirana.
"Yang sabar ya, suatu saat kamu pasti dapat kebahagiaan yang bisa membuat mu melupakan semua luka mu tapi bagaimana pun beliau tetap ibu mu Kiran. Kamu tetap harus menghormatinya dan menyayanginya sepenuh hati, jangan sampai kamu menyimpan rasa dendam padanya," ucap Arka.
"Aku cuma mau ibu merasa kan apa yang selama ini aku rasa kan, di tolak dan tidak di perduli kan bahkan di hina itu yang sering aku rasa kan Ka," ucap Kirana.
Selesai makan Kirana menyuruh Arka untuk pulang dan membawa motor ke rumahnya.
"Bener kamu ga akan pulang malam ini?" tanya Arka merasa khawatir dengan keadaan Kirana.
"Beneran dong masa aku bohong, atau aku mau coba minta di temani sama Selly deh tapi nanti kamu yang jemput dia ya," ucap Kirana mengambil ponselnya yang di simpan di atas etalase.
Kirana langsung menghubungi Selly dan mengajaknya menginap di kios miliknya.
š±"Halo, Selly kamu lagi dimana?" tanya Kirana.
š±"Iya Kiran ada apa, aku baru mau pulang kerja," ucap Selly.
__ADS_1
š±"Kamu nginep di kios ku ya, sekalian bantu aku packing paket buat besok. Mau ga? Kalau mau biar Arka yang jemput kamu ke situ," ucap Kirana.
š±"Boleh deh, besok aku libur kerja," ucap Selly.
š±"Bagus dong jadi kita bisa sambil curhat dong ya, aku sengaja beli kasur buat tidur di kios. Ya udah Arka jemput kamu sekarang ya biar kamu ke sini terus Arka bisa pulang," ucap Kirana.
š±"Oke, aku tunggu ya," ucap Selly mengakhiri telponnya.
"Tuh Selly udah mau, sekarang kamu jemput Selly ke minimarket tempat kerja Selly," ucap Kirana.
"Oke," ucap Arka singkat lalu mengambil jaketnya dan langsung pergi dari kios.
40 menit Arka pergi dari kios dan pulang membawa sahabatnya Selly yang akan menemani Kirana bergadang malam ini.
"Akhirnya kamu sampai juga, aku kangen sama kamu Kiran," ucap Selly langsung memeluk Kirana.
"Aku juga kangen banget sama kamu," ucap Kirana.
"Arka kamu udah boleh pulang sekarang, motor simpan di rumah mu aja ya. Besok pagi kamu kesini lagi dan ini upah mu hari ini," ucap Kirana memberi kan uang pada Arka.
"Jangan lupa di kunci pintunya ya, sama rolling door nya," ucap Arka mengingat kan.
"Iya bawel, udah sana pulang," ucap Kirana.
Arka pun pergi meninggal kan 2 wanita di kios baru yang jauh dari pengawasan keluarga.
Kirana mengajak Selly masuk ke dalam kios yang masih berantakan dan Kirana mengunci pintu kaca kios yang sudah di pasang wallpaper kaca agar tidak terlihat dari luar dan sebagai pengganti gorden.
Sebelumnya Selly meminta izin terlebih dahulu pada ibunya, asal kan sama Kirana ibu Selly pasti memberi izin.
__ADS_1
Kirana dan Selly terus bercerita dari keseharian Selly bekerja sampai akhirnya Selly punya pacar dan kedekatan Kirana dan Arka yang membuat Selly bertanya-tanya sejauh mana hubungan Kirana dan Arka.
Bercerita sambil tangan dan mata fokus pada isi paket yang akan di kirim besok, seperti biasa Kirana yang mengisi dan Selly yang membungkus sampai dengan semuanya selesai.