CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 23. Pengganti Selly.


__ADS_3

"Sudah selesai, aku ke rumah Arka dulu ya bi. Siapa tau besok dia mau mengantar semua paket-paket ini," ucap Kirana.


"Iya nak, mudah-mudah aja dia mau. Cuma nganter aja terus pulang bawa uang," ucap Lia.


"Aku pergi dulu ya bi," ucap Kirana berlalu pergi meninggal kan Lia yang sedang memberes kan sisa-sisa serpihan kertas pembungkus paket.


Kirana pergi ke rumah Arka yang hanya terhalang 3 rumah.


Tok tok tok


"Permisi," teriak Kirana dari depan pintu rumah.


"Iya, sebentar," ucap bu Sadiah membuka kan pintu untuk melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.


"Eh, Kirana kirain siapa. Ada apa ya?" tanya bu Sadiah.


"Arka nya ada bu?" tanya Kirana.


"Ada, sebentar ibu panggil kan dulu," ucap bu Sadiah melangkah pergi ke dalam rumah untuk memanggil anaknya.


Arka pun menghampiri Kirana yang duduk di teras depan rumahnya.


"Ada apa Kiran?" tanya Arka.


"Kamu besok ada kerjaan ga?" tanya Kirana.


"Aku di rumah aja, belum ada kerjaan," jawab Arka.


"Kalau aku ajak kerja mau ga? kerja sama aku, cuma ngaterin paket aja pakai motor aku. Nanti ada komisi dari aku tapi aku ga bisa kasih kamu komisi yang lebih dari cukup," ucap Kirana.


"Jadi kamu cuma bawa motor aja, nanti sama aku nganter paket yang bayar di tempat. Soalnya aku ga bisa bawa motor, gimana kamu mau ga?" sambung Kirana.


"Boleh deh dari pada diem di rumah ga ada yang kasih duit juga, berapa pun bayaran dari kamu aku mau. Asal jangan 5 ribu aja😀," ucap Arka.


"Ya ga lah, kamu bisa aja. Ya sudah besok aku tunggu di rumah paman Arif ya jam 7 pagi, soalnya kiriman buat besok cukup banyak," ucap Kirana.


"Oke siap bos," ucap Arka.


"Apaan sih, aku bukan bos," ucap Kirana menepuk lengan Arka.


"Kan kamu udah bisa gaji orang lain jadi kamu bosnya," ucap Arka.

__ADS_1


"Terima kasih ya Kiran, kamu udah ingat sama aku yang memang lagi butuh kerjaan. Aku kan pengacara, pengangguran banyak acara😂," sambung Arka penuh candaan.


"Iya sama-sama, kita saling bantu aja. Aku bantu kamu cari duit dan kamu bantu aku kirim barang. Seimbang kan," ucap Kirana.


"Ya sudah aku pulang dulu ya," sambung Kirana pamit pulang.


"Kamu tambah cantik aja Kiran, senang juga akhirnya aku bisa dekat sama kamu. Andai kamu tau, aku suka sama kamu sejak lama tapi kamu sulit untuk di dekati. Tapi sekarang kamu membuka jalan untuk ku, semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku," batin Arka saat melihat Kirana semakin jauh dari pandangannya.


...***...


Pagi-pagi sekali Arka udah rapih dan udah nangkring di depan rumah Arif, ngobrol sama Arif sambil menikmati secangkir kopi dan rokok di tangannya.


"Oh iya, nanti kalau udah selesai kerjaannya. Tolong di ajarin motor Kiran ya, biar dia bisa jadi ga ngerepotin kamu. Punya motor tapi ga tau cara pakainya, kan lucu," ucap Arif.


Kirana keluar saat mendengar suara Arka, sekalian menjemur baju yang telah di cucinya.


"Rajin amat jam segini udah datang aja," ucap Kirana.


"Kan sekalian ngopi-ngopi ganteng sama paman Arif, biar jadi karyawan teladan juga," ucap Arka.


"Karyawan apaan, aku kan cuma minta tolong bawain motor aja biar bisa antar paket," ucap Kirana.


"Oh jadi aku termasuk sopir dong," ucap Arka tertawa kecil.


"Eh udah sarapan belum kamu," sambung Kirana.


"Kalau mau di ajak sih mau kalau ga di ajak ya mau tetap ikut😀, becanda. Kalau aku sarapannya cukup minum kopi sama sebatang rokok aja udah cukup," ucap Arka.


Arka memang orang yang humoris, selain itu mempunyai badan yang tinggi dan tampan siapa yang ga mau sama Arka. Tapi Kirana tak pernah mau mendekat walau hanya bertegur sapa dengannya.


Arka adalah teman sekelas Kirana waktu Kirana duduk di bangku SMP.


Setelah selesai sarapan dan sedikit berias, sekitar pukul 07:30 Kirana mengajak Arka untuk pergi mengantar paket.


"Ayo kita pergi sekarang Ka, mumpung masih pagi kita jemput rezeki," ajak Kirana.


"Mana yang harus di bawa nih?" tanya Arka.


"Ini untuk di kirim ke ekspedisi dan ini untuk kita kirim COD, tapi kayanya ga akan muat sekali angkut.🤔Kita antar ke ekspedisi dulu aja kali ya, biar ga terlalu penuh di motornya," ucap Kirana.


Arka pun mengangkat paket yang akan di kirim ke atas motor dan di simpan di bagian depan.

__ADS_1


"Aku aja yang antar atau kamu ikut juga?" tanya Arka.


"Kamu pikir cuma di antar aja ga pake bayar ongkos kirim gitu, kalau kamu mau bayarin sih ga apa-apa," ucap Kirana.


"Punya bos kaya gini udah pada kabur kali ya paman," ucap Arka nyengir.


"Ayo ah, keburu siang," ucap Kirana naik ke atas motor.


"Pamit ya paman," ucap Arka lalu melaju kan motornya di jalanan perkampungan menuju ekspedisi pengiriman paket.


Sepanjang jalan Arka mencoba membuka pembicaraan dengan Kirana, tapi Kirana hanya fokus pada layar ponselnya. Membalas chat yang masuk untuk mengatur janji pengantaran paket kosmetik yang sudah di pesan.


"Kiran," panggil Arka.


"Hmm," jawab Kirana singkat.


"Kita ke ekspedisi mana ini?" tanya Arka.


"Itu yang dekat kantor pos, seberangnya minimarket," ucap Kirana masih fokus pasa ponselnya.


"Yang ini bukan," ucap Arka.


"Loh udah sampai aja, cepat amat bawa motornya," ucap Kirana turun dari motor lalu berjalan masuk dengan Arka yang membawa semua paket yang akan di kirim.


Setelah selesai, Arka dan Kirana kembali lagi ke rumah untuk mengambil paket selanjutnya.


"Kira ke rumah dulu, terus keliling kota untuk janjian COD," ajak Kirana.


"Kalau mau apa-apa kaya rokok, kopi atau makan tinggal bilang aja sama aku nanti aku beli kan," sambung Kirana.


"Oke, siap bos," ucap Arka terus menjalan kan motornya untuk mengambil paket lainnya.


COD di mulai dari alamat paling jauh ke daerah rumah Iqbal, dengan secara kebetulan Kirana bertemu dengan Iqbal.


"Kiran," sapa Iqbal melihat wajah yang membonceng Kirana.


Kirana menoleh ke arah sumber suara, ternyata itu Iqbal.


"Lagi apa kamu di sini, sama cowok lagi," ucap Iqbal merasa cemburu melihat Kirana bersama laki-laki lain.


"Bukan urusan mu," ucap Kirana turun dari motor dan mengambil satu paket dan memberi kan pada pelanggan yang datang menghampirinya.

__ADS_1


"Jadi ini alasan kamu ga mau balikan sama aku, pakai alasan mau mikir-mikir dulu. Kenapa ga bilang kalau kamu udah punya pengganti ku jadi aku ga terus berharap sama kamu," ucap Iqbal.


"Kalau iya kenapa, bukan urusan mu juga kan. Kamu aja bisa gonta ganti perempuan terus aku ga boleh gitu, dasar egois," ucap Kirana naik ke atas motor dan memberi kode untuk cepat jalan.


__ADS_2