CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bertemu


__ADS_3

Arumi sedang di kantin kampus bersama dua sahabatnya yakni Bilqis dan Richard saat sebuah notif pesan masuk ke ponselnya.


" Kak.... Assalamualaikum, apa kabar?".


Pesan dari Chikita untuk Arumi menanyakan kabarnya, ada rasa rindu untuk adik iparnya yang selalu perhatian pada dirinya itu. Arum pun dengan cepat membalas setelah membacanya.


" Alhamdulillah baik, sehat Dek, Chiki apa kabar juga? kakak kangen".


Pesan terkirim tapi belum di baca mungkin Chiki telah meletakkan ponselnya kembali, dan Arumi pun kembali menyimpan ponselnya di saku gamisnya.


Setelah selesai jam kuliah Arumi masih asyik di perpustakaan sambil menunggu Fahrizal menjemputnya.


" Rum.... kita duluan ya...!", teriak Richard hendak pulang bareng dengan Bilqis.


" Oke, hati hati".


Tak lama kemudian mobil Fahrizal masuk halaman kampus. Segera dia menghubungi Arumi, dan tak lama Arumi juga sudah sampai di area parkir.


" Hayo.... mampir rumah Ayah dulu ya kak, Arum kangen masakan bunda".


" Boleh, kebetulan kakak juga belum makan!".


Mobil segera melaju menuju rumah Ayah Ery.


Arumi langsung mengembangkan bibirnya saat melihat bunda sedang sibuk menyiapkan menu makan untuk pelanggannya.


" Assalamualaikum bu.... Ayah!", sapa Arum dan Fahrizal bersamaan.


" Waalaikum salam".


" Bu... Arum sama Kak Fahri juga mau , lapar". bisik Arumi saat bundanya selesai menghidangkan makan pada pelanggannya.


" Mau makan sama apa? tanya Kakakmu sekalian!". jawab bunda.


" Kak mau sama apa?", teriak Arumi.


" Kakak mau sama Ayam bakar bun!", jawab Fahrizal yang memang sangat dekat dan akrab sama paman dan bibinya itu seperti pada ke dua orang tuanya.


" Arum mau sama telor dadar pakai daun bawang yang banyak dan di kasih irisan cabai".


Bi Ita yang biasa membantu Bu Ida melayani pelanggan langsung menyiapkan pesanan Fahrizal dan Arumi.


" Rum.... hmmm.... kakak boleh tanya sesuatu ga?".


" Boleh! tanya saja kak!".


" Saat ini lagi kangen ga sama suami mu?".


" Hmmm.... ", Arumi menghela nafas panjang dan dalam.


" Dari kemarin sebenarnya pikiran Arumi tidak enak Kak, kepikiran dia terus, makanya Arum ngajak mampir kesini untuk mengalihkan perasaan Arum"


" Kenapa ga bertanya kabar, menelpon atau chat?".

__ADS_1


" Oya... tadi Chiki kirim chat, apakah sudah dibalas lagi, bentar", Arum mengambil ponselnya dan mengsecroll nya.


" Kakak mau bilang sesuatu pada mu Rum".


Arumi langsung mengangkat kepalanya mengarahkan pandangannya pada Fahrizal dan menghentikan membuka ponselnya.


" Tadi di RS tempat kakak kerja, ada suami mu , dia di rawat disana!".


" Serius kak? Dia sakit apa? dari kapan?",


" Hmmm..... baru dari semalam, dia kena Typus!".


" Serius kak? Arum mau telpon mama".


Arumi langsung mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau setelah memastikan nomer Mama tertera disana.


➡️ " Assalamualaikum ma".


➡️ " Waalaikum salam sayang, kamu apa kabar?".


➡️ " Arum baik ma, mama lagi di mana?".


➡️ " Mama lagi di.... hmmm... gimana kandungan kamu nak?".


➡️ " Kandungan Arumi baik baik saja Ma!, Mama lagi di RS sama mas Niko? mas Niko sakit? ".


➡️ " Ii-Iya.... kok Arum tahu, apa Chiki yang memberi tahu?".


➡️" Ma.... kenapa Arum ga dikasih kabar, Ma boleh Arum bicara sama dia Ma?".


➡️ " Ma.... deketin ponselnya ke mas Niko ma... Tolong!", rengek Arumi akhirnya mama menempelkan ponselnya ditelinga Niko seraya berbisik.


" Ini istrimu mau bicara", mata Niko mengerjap walau kemudian terpejam lagi tapi kepalanya mengangguk.


➡️" Assalamualaikum mas..., ini Arum, mas kenapa sampai sakit?", Niko mencoba tersenyum walau matanya berat untuk dibuka kemudian dia menjawab lirih.


➡️" Mas tidak apa apa cuma kangen sama istri kecil mas", Suara Niko terdengar lemah dan putus putus karena efek ngantuk.


➡️" Ma.... Arum lagi di rumah Ayah, Arum mau kesitu setelah ini Ma... , Arum tutup dulu ya ma, tetima kasih Assalamualaikum".


➡️ " waalaikum salam".


Arum kemudian makan dan bersiap siap untuk menjenguk Niko bersama Ayah bunda namun tanpa Fahrizal karena Dia memutuskan untuk pulang dan meninggalkan Arumi di rumah Ayah Ery.


" Maaf ya kak".


" Oke... gapapa, besok pagi kalau berangkat kuliah kakak samper, atau gampang nanti kita kirim kabar, salam buat suami tua mu itu, moga lekas sehat".


" Heee.... kirim salam nya tidak perlu pakai kata tua, pamitkan sama budhe kalau Arum tidak pulang dulu ke sana, makasih kak".


" Iya adik cantikku".


" Oke... Ayah bunda Fahri pulang dulu, Assalsmualaikum".

__ADS_1


" O iya.... Waalaikum salam ....hati hati salam buat pakde budhe, Arum biar disini dulu". jawab Ayah Ery.


Setelah Fahrizal pergi merekapun kemudian juga berangkat menuju RS untuk menjenguk Niko.


Sesampainya di ruangan Niko, ternyata ada Papa Mama juga Chiki dan Niko yang tertidur.


" Assalamualaikum...", sapa Arumi, Ayah Bunda bersamaan yang dijawab papa Mama Chiki bersamaan pula.


" Waalaikum salam".


" Sayang .... terima kasih kamu mau datang", ucap Mama Erina seraya memeluk Arumi.


Arumi langsung melihat Niko, dia berjalan mendekat kemudian meraih tangan Niko yang tidak di pasang infus, ditundukkan punggung nya seraya berbisik di telinga Niko


" Mas..... Assalamualaikum, ini Arum mas, bangunlah", Suara Arumi tercekat menahan tangis tidak tega melihat suaminya tergolek lemah, sementara semua mata memperhatikan interaksi Arumi tersebut.


Niko mengerjap ngerjapkan mata yang sepertinya susah di buka tapi setelah beberapa waktu akhirnya terbuka.


" Yank....", lirih Niko tersenyum ke arah istrinya tangannya langsung bergerak menggenggam tangan Arumi seperti tidak ingin Arumi pergi lagi.


" Mas.... Kenapa sampai sakit begini?", tangis Arumi memeluk Niko sambil mengusap rambut kepala Niko yang terlihat gondrong.


" Mas mikirin kamu Yank, mas ga sanggup menahan kangen", air mata Niko meleleh dari sudut matanya.


Arumi kemudian duduk dipinggir ranjang dan mendekat ke arah Niko, Niko juga langsung membelai perut Arumi.


" Sayang jangan pergi lagi, Kita pulang ke rumah ya.... Pa... tolong bilang ke dokter, Niko sudah sembuh, kita pulang sekarang", rengek Niko seperti anak kecil dan masih sangat lemah.


Semua yang di situ tertawa melihat tingkah kekanakan Niko.


" Sabar dulu, tunggu dokter sampai mengijinkan mu pulang ... ", Jelas Papa.


" Iya, boleh cepet pulang dan bawa Arum ku pulang asal jangan diabaikan lagi, kalau itu sampai terjadi bukan hanya pisah satu bulan tapi selamanya", ledek Ayah Ery seperti serius.


" Niko janji Ayah...", senyum lebar Niko mengembang dari sudut bibirnya.


Orang tua mereka akhirnya mengijinkan kembali untuk mereka bersama, melihat interaksi keduanya para orang tua yakin kalau sebenarnya Niko cinta sama Arumi tetapi dia tidak oernah menyadari sehingga tidak tega untuk memisahkan mereka.


" Sayang .... kamu seneng ya, jauh dari mas malah kelihatan makin cantik dan makin ndud", sungut Niko.


" Iihhh.... Arum ndud ya jelas aja mas, karena dia nih.... makin aktif ", Tunjuk Arumi pada perut buncitnya yang membuat Niko makin erat memeluk pinggang istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang.


-


-


-


SARAN, KRITIK DAN PUJIAN SILAHKAN....


SUKA SILAHKAN LIKE, TIDAK JUGA TIDAK MENGAPA, SEMUA YANG AUTHOR LAKUKAN DALAM HIDUP ADALAH KEIKHLASAN BEGITUPUN HARAPANKU UNTUK PARA READER


LAKUKAN SESUATU KARENA IKHLAS ...

__ADS_1


TERIMA KASIIH😘


LANJUTTTT.......


__ADS_2