
Pagi-pagi Kirana sudah membuka kiosnya dan menghubungi kurir ekspedisi untuk mengambil paket pesanan pelanggan yang jauh, Kirana mengirim share lok pada kurir agar lebih mudah mendatangi toko kosmetik milik Kirana.
Arka pun datang dan langsung bertanya tugasnya hari ini karna paket lewat ekspedisi sudah di ambil alih oleh kurir dari ekspedisi.
"Pagi Kiran, pagi Selly," sapa Arka masuk ke dalam toko yang sudah tertata dengan rapih.
"Kamu nanti COD sendiri, bisa?" tanya Kirana memberi kan sekantong besar paket kosmetik untuk para pelanggan.
"Kalau aku ikut COD, yang nunggu di sini siapa. Selly sebentar lagi mau pulang," sambung Kirana.
"Emm, boleh deh. Nanti aku bawa ponselnya ya," ucap Arka.
"Iya, kita sarapan dulu aja. COD bisa agak siang, aku pesan makanan dulu ya," ucap Kirana pergi dari toko meninggal kan Selly dan Arka.
"Arka, aku mau nanya deh sama kamu. Sebenarnya perasaan kamu sama Kirana tuh gimana sih, ada rasa kah atau biasa kah cuma anggap Kirana sebatas teman biasa," ucap Selly.
"Kalau boleh jujur sih, aku suka sama Kirana sejak lama. Sejak kita satu sekolah. Aku hanya bisa mencintai Kirana dalam diam karna aku tau suatu saat Kirana pasti melihat ku sebagai orang yang mencintainya dengan ketulusan bukan karna melihat Kirana dari segi apa pun," ucap Arka menjelas kan isi hatinya.
"Terus sekarang udah ada kesempatan kenapa kamu ga mau ungkapin perasaan mu sama Kirana?" tanya Selly.
"Aku cuma ga mau merusak semuanya, kalau aku sampai pacaran sama Kirana pasti semuanya akan berbeda. Aku hanya ingin tetap begini, dekat dengan Kirana aja udah senang," ucap Arka.
"Melihat Kirana bahagia aku pasti ikut bahagia, meski pun rasa bahagia Kirana bersama orang lain aku ikut bahagia," sambung Arka.
"Segitu cintanya kamu sama Kirana, sampai kamu rela jika Kirana bahagia sama orang lain," ucap Selly.
Kirana datang dengan membawa 3 mangkuk bubur ayam dan 3 gelas teh tawar. Tanpa banyak bertanya mereka langsung makan bubur yang di bawa oleh Kirana.
Setelah selesai sarapan Arka memilih berangkat mengirim paket pesanan pelanggan yang dekat, Arka COD sendiri sedang kan Kirana menunggu di toko.
__ADS_1
"Alhamdulillah usaha ku lancar, semoga kedepannya semakin maju lagi," batin Kirana melihat orderan yang masuk di aplikasi ponselnya.
Kirana langsung mengemas pesanan yang masuk. Saat sedang membungkus paket yang masuk, panggilan masuk dari Arif langsung Kirana angkat.
š±"Halo Kiran, kata bibi mu semalam kamu ga pulang?"
š±"Ga paman, aku tidur di toko sama Selly. Banyak paket yang belum di packing untuk di kirim tadi pagi,"
š±"Oh gitu, kamu sudah makan nak?"
š±"Sudah paman, tadi aku sarapan bareng Arka dan Selly. Gimana kondisi ibu sekarang paman?"
š±"Kondisi ibu mu saat ini udah jauh lebih baik dari sebelumnya nak, besok atau lusa ibu mu udah bisa keluar dari rumah sakit. Tapi yang jadi permasalahannya adalah biaya rumah sakitnya nak, kamu bisa kan bayarin dulu biaya rumah sakit ibu mu,"
š±"Terus suaminya gimana paman? Kenapa ga minta sama suaminya aja, ibu kan ga pernah anggap aku ada hanya suaminya yang selalu di anggap ada sama ibu,"
Kirana diam sesaat memikir kan perkataan pamannya yang hendak meminjam uang pada Kirana untuk biaya rumah sakit ibunya.
š±"Baik lah paman aku akan membayar semua biaya rumah sakit ibu, paman ga usah pinjam pada ku. Aku ga mau paman seperti itu, nanti sore setelah tutup toko aku ke rumah sakit sama Arka,"
š±"Terima kasih ya nak, paman tunggu ya nak,"
š±"Iya paman,"
"Kenapa Kiran?" tanya Selly yang masih menunggu di jemput pacarnya.
"Paman ku rela pinjam uang pada ku demi membayar biaya rumah sakit ibu ku, aku ga mau sampai paman menganggap uang yang ku keluar kan itu hutang untuknya pada ku. Padahal aku yang banyak hutang pada paman, terutama hutang budi. Terlalu banyak uang yang ku pinjam dari paman sejak aku masih bayi, entah berapa hutang ku pada paman," ucap Kirana menetes kan air mata.
"Asal kan kamu ikhlas memberi kan semuanya pada ibu mu, Tuhan pasti mengganti semuanya dengan rezeki yang lebih dari yang kamu keluar kan. Paman mu seperti itu karna paman Arif sayang sama kakaknya, makanya paman Arif rela melaku kan apa pun untuk kakaknya. Begitu pun pada mu dulu sejak kamu bayi pasti paman Arif rela bekerja apa saja asal kan bisa mencukupi kebutuhan kamu, terutama susu yang kamu konsumsi setiap saat," ucap Selly mengingat kan Kirana atas kebaikan pamannya.
__ADS_1
"Iya Sell, sampai saat ini aku belum bisa membalas budi pada paman dan belum bisa membahagia kan paman dan bibi," ucap Kirana.
"Bahagia kan paman mu dengan cara mu sendiri Kiran," ucap Selly.
Suara klakson motor terdengar dari arah luar toko, Selly berdiri dari tempat duduknya dan melihat siapa yang datang.
"Aku pulang dulu ya, pacar ku udah datang jemput aku," ucap Selly pamit dan menghapus air mata Kirana sebelum pergi dari toko Kirana.
...***...
Sore hari Kirana tutup lebih awal dan mengajak Arka untuk pergi ke rumah sakit untuk membayar biaya rumah sakit ibunya.
"Kamu yakin Kiran melakukan hal ini?" tanya Arka.
"Iya aku yakin, semua aku laku kan demi paman ku. Aku ga mau paman sampai banyak pikiran apa lagi memikir kan biaya rumah sakit ibu," jawab Kirana terus melangkah menuju bagian administrasi rumah sakit.
"Kamu ga mau menemui ibu mu dulu atau mungkin paman mu?" tanya Arka.
"Aku ga mau sakit hati atas penolakan dari ibu dan aku ga mau melihat wajah suami baru ibu, itu hanya akan menambah rasa sakit dalam hati ku aja. Yang penting semua biaya rumah sakit udah di bayar, itu aja," ucap Kirana.
Kirana langsung bertanya pada petugas administrasi rumah sakit tentang biaya yang harus di bayar, Kirana membayar semua sampai hitungan saat ini.
"Mba kalau masih ada yang harus di bayar, tolong hubungi saya saja. Ini nomor ponsel saya," ucap Kirana menulis kan nomor ponselnya di kertas yang di beri kan oleh petugas.
Setelah membayar Kirana dan Arka memilih untuk pulang tanpa mau menemui Arif dan Ardi suami baru Rose. Kirana dan Arka terus berjalan menuju pintu keluar rumah sakit.
Sementara Arif terus menunggu kedatangan Kirana, petugas rumah sakit memberi tau Arif bahwa biaya rumah sakit sudah di bayar semua oleh Kirana.
"Kenapa Kirana ga mau menemui ku dulu? Aku cuma ingin dia menemui ibunya, melihat kondisi ibunya saat ini bukan hanya sekedar uang yang di butuh kan," batin Arif.
__ADS_1