Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
BAB. 16.


__ADS_3

Otak pintar aura mulai bekerja. Kemarin ia melihat jaket yang sepertinya milik gilang dikamar rawatnya, dan vina juga mengatakan bahwa yang menyelamatkan aura adalah keponakan dari rektor. Memangnya siapa lagi keponakan dari rektor selain gilang.


Setahu aura hanya gilanglah keponakan rektor yang kuliah di kampusnya.


Fokus aura kini terpecah antara penyelamatnya adalah gilang atau ada orang lain. Kemarin arfa juga tidak bicara apapun tentang orang yang menyelamatkannya.


Arfa tentu sangat mengenal gilang, masa iya arfa tahu gilang yang menyelamatkan aura, tapi tidak berbicara apapun pada aura.


Setidaknya arfa meminta aura untuk berterimakasih pada gilang.


Vina mengibaskan tanganya di depan wajah aura karena sedari tadi aura malah begong. Bahkan panggilan dari vina tidak aura hiraukan.


" Kamu kenapa sih ra, malah begong. Ada apa sih?"


" Vin apa yang tadi kamu bilang bener kan? Kamu gak lagi bohongin aku?"


" Omongan yang mana?" Tanya vina lagi.


" Itu lho ucapan pak satpam yang nolongin aku itu keponakan rektor kita."


Vina mengangguk menyakinkan apa yang telah ia sampaikan pada aura.


" Emangnya kamu tahu siapa orangnya?" Tanya vina ingin tahu.


" Aku sih gak yakin, tapi kalau benar dia orangnya kenapa kak arfa gak ngasih tahu aku. Aku jadi merasa tidak enak hati sama tuh orang."


" Emangnya siapa sih, udah deh kamu kasih tahu jangan bikin aku penasaran." pinta vina lagi.


" Gilang, dia orangnya." Ucap aura yakin.


" Wah berarti udah dua kali tuh anak nyelametin kamu dong." Goda vina.


" Udah ah, kamu emang gak ada jadwal kuliah?" Tanya aura mengalihkan topik pembicaraan.


" Tadi pagi doang jadwal kuliah aku. Sampe malam aku bebas, di rumah juga seperti biasa gak ada siapa- siapa. Ayah sama ibu lagi keluar kota. Jadi boleh ya aku nemenin kamu disini." Ucap vina.

__ADS_1


" Gak ah gak boleh, kamu kan suka berisik." Goda aura pada vina.


Vina malah mencebikkan bibirnya, kesal dengan omongan aura.


" Ish gitu aja marah, kamu boleh kok disini nyampe aku keluar dari rumah sakit juga boleh." Ucap aura kemudian.


*****


Di kampus gilang sedang mengurus kepindahannya kuliah di luar negeri. Om nya meminta gilang untuk sementara menghindar dari orang- orang yang mengincar nyawa gilang. Menurut orang yang om nya sewa, orang yang dicurigai terlibat atas kematian ayahnya gilang, ingin menyingkirkan gilang karena tidak mau ada halangan untuk mereka beraksi.


Terus terang gilang sangat kecewa, pada akhirnya dia yang dijadikan target orang- orang jahat. Karena saat ini gilang tidak mempunyai kekuasaan dan uang. Sementara gilang harus mengalah.


Ia akan datang membuat perhitungan saat dirinya mampu berdiri dan mempunyai kekuatan yang besar.


Dalam beberapa tahun gilang bertekad akan berhasil dan menuntut balas atas semua kejahatan mereka padanya dan keluarganya.


Beruntungnya gilang masih mempunyai om dan saudara dari ibunya yang perhatian padanya.


" Minggu depan kamu harus segera pergi dari tanah air. Untuk ibumu om dan saudara ibumu yang lain akan menjaga ibumu. Jadi kamu jangan mengkhawatirkan ibumu. Disana kamu harus fokus belajar dan membangun perusahaan yang om siapkan untukmu. Setelah kamu sudah mampu kamu boleh balik dan menuntut balas pada orang- orang tanpa hati itu." Ucap om nya gilang panjang lebar.


Dengan penuh tekad gilang pergi ke luar negeri. Meninggalkan orang yang disayanginya demi membalas atas kematian ayahnya.


Sebelum berangkat gilang sempat sembunyi- sembunyi melihat kondisi aura. Ia akan lama akan berpisah dengan aura. Gilang sempat meminta kepada arfa, agar arfa menjaga aura dengan ketat.


Karena kadang aura suka ceroboh dan bertindak sesuka hati. Gilang khawatir aura membuat masalah yang berakibat fatal untuk aura sendiri.


Sebetulnya arfa sempat curiga pada gilang, perhatian gilang pada adiknya terlalu berlebihan. Tapi jika arfa bertanya tentang perasaan gilang pada aura, gilang selalu menghindar dan menyangkalnya.


Gilang selalu menegaskan pada arfa bahwa aura hanya dia anggap sebagai teman.


Gilang tidak pamit pada aura, tapi dia pamit pada arfa.


Seminggu sudah aura di rawat dirumah sakit, karena magh nya aura diharuskan beristirahat sampai kondisinya benar- benar fit.


Sampai dikampus hal yang aura lakukan adalah mencari sosok gilang. Aura sampai berkeliling kampus untuk mencari gilang. Tapi gilang tak ditemukan di mana pun area kampus. Padahal aura yakin hari ini ada jadwal kuliah gilang.

__ADS_1


Sampai karena lelah, aura memutuskan untuk meminta bantuan pada vina.


Tentu saja vina mau membantu aura. Jika tadi aura mencari gilang hanya mengandalkan matanya sendiri tanpa bertanya lebih pada teman sejurusan gilang.


Berbeda dengan vina yang langsung menanyakan keberadaan gilang pada teman jurusan gilang.


Semua temannya kompak menjawab bahwa gilang sudah pindah kuliah ke luar negeri.


Dengan cepat vina memberitahukan hal tersebut pada aura. Seketika lutut aura jadi lemas. Sampai tidak dapat menopang tubuhnya.


Aura luruh ketanah, vina langsung menopang badan aura agar tidak ambruk ke tanah.


Aura begitu terpukul mendengar vina mengatakan gilang telah pindah keluar negeri. Harapanya untuk memperbaiki hubungannya dengan gilang hilang.


Mengapa gilang begitu tega meninggalkannya tanpa ada kata perpisahan. Bahkan aura tidak diberi kesempatan untuk mengucapkan rasa terimakasihnya pada gilang.


Sekuat tenaga aura mencoba untuk tegar, tapu hatinya yang terlanjur sangat sakit membuat tubuhnya lemah.


Vina bahkan sampai menghubungi arfa untuk menolong aura. Jadilah aura masuk lagi kerumah sakit, karena ditinggal oleh gilang begitu saja.


Arfa yang mendengar cerita dari vina penyebab aura harus masuk rumah sakit lagi merasa sangat lucu. Adiknya ternyata memedam perasaan yang dalam pada gilang, dan entah kenapa arfa juga merasa gilang pun seperti aura. Mereka saling memedam rasa sendiri.


Rumit memang memikirkan hubungan antara aura dan gilang. Saling mencintai tapi tak pernah bisa bersatu. Yang satu hanya memedam rasa dengan terus memperhatikan aura. Dan aura untuk mengalihkan rasa itu malah melampiaskan dengan menerima banyak pria sebagai pacarnya.


Aura melakukan hal tersebut karena semata ingin membuat gilang cemburu dan kesal. Tapi sepertinya tindakan aura tidak banyak mempengaruhi gilang.


Butuh waktu yang lama untuk aura dapat menerima kenyataan bahwa gilang telah pergi meninggalkan aura. Jika dahulu aura melampiaskan dengan banyak perpacaran dengan banyak pria.


Untuk saat ini aura kembali kemode awal, menolak lelaki yang ingin dekat dengannya. bahkan sekarang aura seperti menutup diri bagi siapapun.


Arfa dan keluarga sampai bingung harus bagaimana mengembalikan aura seperti dulu.


Aura yang selalu ceria, heboh, pecicilan dan menghidupkan suasana dimana pun ia berada.


Yang ada sekarang hanya aura yang pendiam, dingin, dan penyendiri.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2