
Orang yang berjaga di depan pintu membungkukan badan pada samuel. Ia memberikan laporan bahwa semua terkendali.
Pengawal tersebut juga mempersilahkan samuel dan yang lainnya untuk memasuki ruang rawat.
Ratih ibunda gilang dan dara terbaring lemah di ranjang. Ia masih memejamkan matanya rapat.
Perawat yang ditugaskan untuk menjaga ratih memberikan keterangan bahwa bu ratih baru saja terpejam setelah meminum obat.
Gilang duduk di kursi yang berada di samping ranjang bu ratih. Air matanya mengalir begitu saja melihat keadaan sang ibu yang begitu lemah.
Gilang menggenggam tangan bu ratih. Ia mengucapkan banyak kata maaf, karena teledor menjaga ibunya sampai kondisi ibu yang tidak baik- baik saja gilang tidak menyadarinya.
Sepertinya gilang terlalu sibuk dengan kehidupannya sendiri sehingga tidak fokus pada kesehatan ibunya. Itulah yang saat ini gilang pikirkan.
Makanya ia begitu sangat menyesal akan keadaannya ibunya saat ini.
Dara dari belakang menelap bahu gilang, ia tidak mau kakaknya merasa sangat bersalah pada ibunya. Dara juga menyesali keputusannya yang menyimpan sendiri penyakit yang ibunya derita.
Seharusnya dari awal ia berbicara dengan gilang kakaknya, bukan memedamnya sendiri. Dan ia juga tidak menyangka ternyata ibunya mengetahui penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Kedua kakak beradik tersebut sama- sama menangis pilu. Sedangkan samuel yang baru menjadi anggota keluarga dalam keluarga gilang hanya menatap keduanya dengan pilu. Ia juga bingung harus melakukan apa.
Setidaknya pengobatan terbaik di negaranya sudah samuel upayakan. Bahkan bu ratih mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit tersebut, tentu saja itu permintaan dari samuel langsung.
Cukup lama gilang dan dara di samping ibu mereka. Dan sepertinya bu ratih begitu nyenyak dalam tidurnya sampai tidak menyadari keberadaan kedua anaknya disana.
__ADS_1
Malam semakin larut, dara meminta gilang untuk kembali ke hotel. Dara juga menghkawatirkan kakak ipar dan keponakannya.
Mereka berdua di tinggal di hotel di negara asing pula. Dar juga takut terjadi sesuatu pada keduanya jika gilang tidak menjaga mereka.
Awalnya gilang begitu enggan meninggalkan ibunya, tapi ia juga punya tanggung jawab pada anak dan istrinya. Selain itu pula gilang benar- benar meninggalkan aura dan baby tanpa penjagaan dari pengawal atau orang- orangnya karena memang niat gilang membawa anak istrinya sekalian liburan.
Gilang di antar ke hotel oleh supir samuel karena memang ia tidak membawa kendaraan sendiri saat pergi kerumah sakit.
Sampai hotel gilang langsung menuju kamarnya. Ia masuk dan tak mendapati keberadaan anak dan istrinya.
Seketika gilang jadi panik, ia memeriksa semua bagian kamar. Tapi tetap saja tidak memdapati istri dan anaknya.
Gilang langsung menuju resepcionist untuk menanyakan istri dan anaknya. Tapi sayang orang yang bertugas disana tidak mengetahui dimana aura dan baby berada.
Emosi gilang seketika memuncak, ia tidak dapat menahan emosinya lagi. Habis sudah pegawai hotel di amuk oleh gilang.
Manager meminta gilang untuk tenang dan sama- sama memerikasa CCTV di hotel.
Gilang merupakan tamu special di hotel tersebut, jadi membuat gilang marah sama saja mereka menghancurkan hotel tempat mereka mengais rezeki.
Emosi gilang mulai mereda. Ia dan manager memasuki ruang kendali pengawas hotel.
Gilang ditunjukkan setiap lorong hotel kemungkinan istrinya berada.
Tangan gilang mengepalkan tangannya dengan kuat saat melihat aura dan baby keluar hotel dengan seorang pria.
__ADS_1
Gilang sendiri tidak mengenal laki- laki yang bersama dengan aura. Gilang segera menelepon orang- orangnya agar menyebar mencari anak dan istrinya.
Kenapa selama liburan ini gilang tidak memberikan penjagaan sama sekali pada aura dan baby, karena memang itu permintaan dari aura sendiri.
Selama ini aura merasa risih pada pengawal yang gilang perintahkan untuk menjaganya. Jadi pada liburan kali ini aura hanya ingin menghabiskan liburannya hanya dengan anak dan suaminya.
Aura juga merasa risih dengan pengawal yang selalu menjaganya.
Dengan pertimbangan itu gilang mewujudkan keinginan aura, ia juga tidak menyangka akan meninggalkan aura dan baby berdua di hotel.
Sekarang gilang menyesali keputusannya tidak memberikan penjagaan pada aura dan baby. Anak buahnya gilang datang dengan cepat dan mereka menunggu gilang di lobi hotel menunggu perintah dari gilang.
Sampai di lobi gilang memberikan perintah untuk segera menemukan aura dan baby. Belum selesai gilang berbicara panjang lebar seseorang memanggil namanya membuat gilang sejenak terpaku.
Gilang sangat hapal suara tersebut.
" Mas!"
Gilang menoleh ke belakang dan ia mendapati aura dan baby yang masih dalam gendongan aura.
Di belakangnya berdiri seorang pria yang tadi tertangkap di layar CCTV hotel.
Gilang maju mendekati pria tersebut dan tanpa berkata apapun gilang melayangkan pukulan tepat di wajah pria tersebut.
Aura sontak terkejut dan berteriak. Ia tidak mengerti kenapa gilang tiba- tiba memukul teman dokternya.
__ADS_1
Gilang juga sama terkejutnya karena aura seperti membela pria tersebut.
{ Bersambung }