Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
PERUBAHAN SIKAP ADITYA


__ADS_3

Kondisi vina jauh lebih baik dan dokter telah mengizinkannya untuk pulang. Tapi untuk sementara waktu ia dilarang melakukan pekerjaan apapun. Vina di haruskan bedrest.


Sikap aditya juga masih sama seperti waktu dirumah sakit. Ia selalu menghindari vina, tapi aditya tidak segan turun tangan sendiri dalam mengurus baby girl.


Vina sama sekali tidak boleh turun dari ranjang, dan aditya menyewa perawat untuk vina dan baby sister untuk baby girl.


Aditya selalu pulang larut malam dan pergi ke kantor juga sangat pagi sekali.


Lama- lama vina menjadi geram akan sikap aditya. Vina bahkan tidak tahu kenapa aditya bersikap seperti itu padanya.


Walaupun semua kebutuhan dan kesehatan vina selalu dipantau oleh aditya.


Umur baby juga sudah hampir sebulan, dan malam ini vina sengaja menunggu aditya pulang. Ia ingin berbicara pada aditya tentang sikapnya beberapa waktu yang lalu.


Dan kebetulan malam itu aditya pulang sebelum mengecek CCTV yang ia pasang di setiap sudut rumahnya yang memang terhubung langsung pada ponselnya.


Biasanya aditya selalu rutin melihat rekaman CCTV, setiap akan pulang. Ia hanya ingin memastikan bahwa vina sudah tertidur dan bisa menghindari vina.


Tapi malam ini aditya sungguh lupa, karena ia berpikir jam larut begini vina pasti sudah tidur seperti biasanya.


Ternyata dugaannya salah, saat memasuki rumah, vina sudah duduk cantik di sopa sengaja menunggu kedatangan aditya.


Untuk menghindari pun aditya sudah tidak bisa. Lagi pula malam ini vina sungguh menggoda bagi aditya. Hanya memakai pakaian tidur saja, vina sudah sangat terlihat cantik.


Aditya yang memang merindukan vina, tak bisa berkedip melihat penampilan vina malam ini.


Tanpa sadar ia malah menghampiri vina dan langsung menyerang vina. Tentu saja vina kaget karena gerakan yang dilakukan oleh aditya.


Vina pikir aditya akan terus menghindarinya, tapi ternyata aditya malah menyerang bibirnya dengan brutal. Vina hanya bisa pasrah dan membalas apa yang aditya lakukan.


Sampai vina memukul dada aditya karena pasokan oksigen yang semakin menipis, barulah aditya tersadar. Ia dengan pelan mendorong tubuh vina agar menjauhinya.


Rasa bersalah kembali menyeruak dalam hati aditya. Padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri agar menghindari vina agar hukuman atas perbuatan dirinya dahulu tidak terkena pada vina.

__ADS_1


Jelas saja vina sangat kesal dengan aditya, tadi aditya begitu agresif padanya sekarang sikap aditya berbeda lagi.


" Kenapa kamu selama ini menghindari aku? Apa aku punya salah padamu?" Tanya vina dengan geram, karena aditya hanya diam saja.


Terus terang aditya bingung harus menjawab apa, ia juga tidak dapat mengungkapkan alasan sesungguhnya.


Jadi aditya berlalu dari hadapan vina, tapi sayang dengan cepat vina memeluk aditya dari belakang membuat aditya seketika menghentikan langkahnya.


Pelukan vina semakin erat, membuat aditya sedikit goyah. Sebenarnya bukan salah vina, tapi mengapa aditya seolah menghukum vina dengan menghindarinya.


" Vin... Sebelumnya saya minta maaf, karena kamu harus merasakan rasa sakit dan sempat koma saat melahirkan baby. Sungguh saya tidak akan sanggup jika harus kehilangan kamu dan baby."


" Ya trus kenapa kamu menghindari aku?" Tanya vina lagi.


" Saya hanya tidak mau, hukuman yang seharusnya saya dapatkan malah terkena pada kamu dan juga baby.


"Biar saya saja yang dihukum kalian sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan saya." Ucap aditya.


" Vina saya benar- benar tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi pada kamu dan baby, tapi saya juga tidak dapat melepaskan kamu jauh dari saya."


Seketika vina menjadi semakin kesal, aditya sungguh egois tidak memikirkan bagaimana perasaan dirinya.


" Jadi kamu ingin terus menghindari aku? Baik jika itu mau kamu, akan aku kabulkan." Geram vina sambil melepaskan pelukannya pada aditya.


Aditya tentu saja sangat kaget. Ia berbalik dan mengejar vina yang menaiki tangga meninggalkan dirinya.


Aditya tentu saja tahu maksud dari perkataan vina. Ia tahu bagaimana cara vina berpikir.


" Vina....! Please jangan tinggalkan saya. Saya tidak akan sanggup hidup jika kamu pergi."


" Trus apa bedanya aku di sisi kamu atau tidak, toh kamu juga akan selalu menghindari aku. Jadi apa ngaruhnya aku ada atau tidak." Ucap vina sambil berteriak.


Bahkan perawat yang menjaga vina sampai berlari ingin menghampiri vina takut terjadi sesuatu pada vina, karena vina memang berbicara dengan berteriak.

__ADS_1


Jadilah perdebatan antara vina dan aditya harus di saksikan oleh pekerja disana dan perawat yang ditugaskan untuk menjaga vina.


Tapi mereka tidak menunjukkan diri mereka, mereka hanya mendengar dari balik tembok, tak ada yang berani menampakkan diri.


Di tengah perdebatan mereka, baby girl menagis kencang. Mungkin bayi tersebut merasakan pertikaian antara kedua orangtuanya.


Sontak keduanya berlari menuju kamar baby. Benar saja baby cantik yang di beri nama Charissa Putri Aditya itu terlihat menangis kencang padahal sang baby sister mengendong dan berusaha untuk menghentikan tangisannya. Dengan cepat vina menggendong baby girl. Tangisannya perlahan mengecil tapi tidak beehenti.


Vina juga semakin resah karena tangisannya belum berhenti. Ia sudah mengecek semua bagian tubuh baby takut ada binatang yang mengigitnya. Tapi keadaan tubuh baby sangat baik. Vina juga memberikan asinya tapi baby malah menolaknya.


Aditya tidak mungkin membiarkan putrinya tidak berhenti menangis, dengan ragu aditya meminta baby dari gendongan vina.


Dengan ragu vina menyerahkan baby pada aditya. Dan bagaikan sihir, seketika tangisan baby terhenti dan ia malah tersenyum cantik pada ayahnya.


Dan sungguh menyaksikan semua itu membuat vina menitihkan air mata. Ternyata baby girl sangat merindukan ayahnya. Bahkan baby sekecil itu langsung berhenti menangis saat di gendongan aditya.


Aditya menimang baby sampai baby kembali tertidur lelap. Dirasa baby sudah lelap tertidur aditya dengan perlahan meletakkan baby di box bayi.


Aditya membawa vina keluar dari kamar baby dan menuju kamar mereka sebelum vina melahirkan. Kenapa kamar mereka sebelum vina melahirkan? Karena setelah vina pulang dari rumah sakit aditya tidur dikamar lain. Tidak tidur dengan vina.


Dengan alasan demi kesembuhan vina, agar istirahat vina juga tidak terganggu.


Aditya mengukung tubuh vina sehingga vina tidak dapat melepaskan diri dari aditya.


" Kamu tidak akan pergi kemana- mana. Dan kamu juga tidak akan pernah dapat meninggalkan saya." Ucap aditya penuh penekanan.


" Ya kalau kamu tidak ingin aku pergi, maka rubah sikap kamu yang selalu menghindari aku. Aku tidak mau hidup dalam satu atap dengan pria yang selalu mengacuhkan diriku." Ucap vina tegas.


" Aku juga tidak perduli dengan hukuman yang kamu bicarakan. Aku ini istri kamu bukan barang!" Seru vina lagi.


Aditya hanya bisa diam tak dapat menjawab perkataan vina. Menurutnya ini terlalu rumit untuk dijalani.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2