
Ketiga balita tersebut terlihat gembira bermain bersama. Menikmati perkumpulan keluarga tersebut.
" Fa, sebenarnya kenapa sampai aura tidak bisa memiliki anak lagi. Memang kandunganya bermasalah?" Tanya bu fatma penasaran. Pasalnya arfa hanya mengatakan intinya saja tidak menjelaskan sebab muasal kenapa hal tersebut harus di alami oleh aura.
" Kita kecolongan bu, saat aura melahirkan arkan seseorang menyuntikan cairan yang membuat rahim aura rusak. Dan kita tidak menyadarinya karena cara cairan itu berkerja tidak bereaksi apapun. Saat baru- baru ini aura merasakan sakit pada perutnya barulah kita tahu ada kerusakan pada rahim aura." Jelas arfa terlihat sedih. Sally yang duduk di sampingnya mengelus punggung tangan arfa memberikan kekuatan. Karena semenjak arfa tahu hal yang menimpa aura, arfa seperti menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga aura dengan baik.
Padahal baik sally maupun arfa adalah seorang dokter. Tapi mereka tidak menyadarinya.
Arfa juga mengutuk orang yang sudah begitu kejam berbuat seperti itu pada adiknya. Setahunya aura orang yang baik dan selama menjadi dokter aura banyak membantu orang lain, tapi mengapa ada orang yang sangat jahat merusak hal yang paling berharga dalam diri aura.
Entah apa motif dan siapa pelakunya arfa berjanji akan menemukannya dan memberikan pelajaran untuk orang tersebut.
Menggunakan medis untuk menghancurkan orang lain adalah tindakan yang sangat di benci oleh arfa. Sebagai seorang dokter ia sungguh tidak terima medis yang seharusnya digunakan untuk menolong orang malah ini dijadikan untuk menghancurkan.
__ADS_1
Apa orang tersebut tidak mempunyai hati nurani, sehingga dengan teganya merusak rahim aura.
Kekesalan bukan saja dirasakan oleh arfa, tapi lebih - lebih oleh gilang. Ia tidak menyangkan selama ini ada orang yang berani menyakiti dan merusak istrinya.
Padahal saat aura melahirkan gilang memberikan pengawalan yang sangat ketat. Bagaimana orang tersebut bisa menyuntikkan cairan pengrusak tersebut pada aura.
Dan gilang mengambil kesimpulan bahwa pelakunya pasti salah satu dokter atau perawat/ suster yang merawat aura saat itu.
Jadi gilang mulai bergerak dari sana, mengerahkan anak buahnya mengorek informasi yang akurat.
Sungguh aura masih belum bisa menerima keadaannya saat ini. Jadi dukungan dari gilang dan keluarga sangat diperlukan oleh aura saat ini.
Gilang memandang wajah aura dengan sedih, sesekali aura masih terisak dalam tidurnya. Aura hancur, begitu juga dengan gilang, ia lebih hancur dari pada aura. Tapi ia harus lebih kuat karena ada aura yang harus ia kuatkan.
__ADS_1
Jika gilang lemah, bagaimana dengan aura?
Perlahan gilang beranjak meninggalkan aura karena ada hal yang harus ia urus. Dengan sangat perlahan gilang melepaskan diri dari aura dan mengganjal kepala aura dengan bantal. Gilang juga menyelimuti aura agar aura semakin nyenyak tertidur.
Sebelum meninggalkan aura, gilang mencium kening aura denga sayang. Setelahnya perubahan wajah gilang menjadi sangar. Ada amarah dalam tatapannya.
Gilang menghubungi anak buahnya dan menanyakan perkembangan penyelidikan mereka.
Sesuatu mengejutkan baru gilang dengar dari anak buahnya. Ada salah satu nama dokter yang menangani aura saat itu begitu gilang kenal. Dokter Frederik, sebuah nama yang tidak asing di telinga gilang.
Tapi anehnya saat aura dirawat setelah melahirkan tidak tercantum nama tersebut dalam dokter yang menangani aura.
Apa ini sebuah konspirasi dari rumah sakit, jika ia maka gilang tidak akan tinggal diam.
__ADS_1
{ Bersambung }