
Sesuai dengan rencana saat ini aura dan gilang, kembali pulang dengan jalur darat. Hal itu dilakukan agar ada suasana baru dalam perjalanan mereka kali ini.
Beberapa kali aura meminta berhenti saat melewati pasar atau sejenis toko yang menjual barang- barang khas daerah yang mereka lewati.
Barang- barang itu akan aura jadikan oleh- oleh untuk keluarga dan orang terdekat dan para pekerja yang berada di rumahnya.
Gilang sendiri tidak mempermasalahkannya selama itu membuat aura senang.
Semua keinginan aura selalu gilang wujudkan. Lagi pula aura memiliki pengendalian diri yang baik saat berbelanja. Ia tidak akan membeli sesuatu hanya karena lapar mata.
Hal itu karena sejak remaja aura selalu hidup sederhana dan dia juga tahu bagaimana susahnya mencari uang. Jadi baginya walaupun sudah menjadi istri gilang yang kaya raya tidak merubah sikap berhematnya.
Masih banyak hal yang dapat ia lakukan dengan uang yang ia punya. Gilang juga sebenarnya tidak pernah melarang aura dalam menggunakan uang yang dia berikan.
__ADS_1
Bahkan kegiatan sosial yang selalu rutin aura lakukan saat menjadi dokter, sekarang dilanjutkan oleh gilang bahkan dengan nominal yang lebih besar lagi.
Oh ya untuk kalier dokter aura, sesekali ia masih membuka praktek dokternya. Gilang mendirikan klinik untuk aura. Dan aura seminggu dua kali akan praktek di kliniknya tersebut. Jadi selama ini aura tidak benar- benar vakum dalam bidang kedokterannya.
Hanya waktunya saja yang lebih singkat, ia lebih fokus pada keluarga kecilnya. Berbeda dengan vina yang benar- benar meninggalkan kalier dokternya.
Aditya sama sekali tidak memperbolehkannya kembali terjun ke dunia kedokteran. Bahkan saat ini vina sedang hamil anak kedua mereka. Semakinlah aditya hiper protec terhadap vina.
****
Aditya sungguh tidak tega melihat istrinya seperti itu. Bahkan dokter sudah memeriksa vina. Dan vina hanya diberikan vitamin dan obat anti mual. Tapi sepertinya itu tidak berpengaruh pada vina.
Bahkan aira yang diminum vina kembali keluar. Sehingga akhirnya aditya memutuskan membawa vina kerumah sakit.
__ADS_1
Aditya takut vina dehedrasi, dan berakibat pada diri vina dan baby yang ada dalam kandungan vina.
Sedangkan putri mereka di asuh oleh baby sisternya, saat mengetahui vina hamil, aditya tidak mengizinkan vina mengangkat yang berat- berat. Termasuk baby girl,walaupun aditya tahu bahwa putri mereka juga membutuhkan kedekatan dengan ibunya.
Tapi untuk menjaga calon anak keduanya aditya harus melakukan hal tersebut. Lagi pula baby girl juga tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang dari dirinya dan vina.
Vina sudah tidak berdaya, badannya sudah sangat lemas bahkan untuk sekedar berbicara saja vina sepertinya tidak mampu.
Aditya dengan setia menemani vina selama dirumah sakit, saat dokter memutuskan agar vina dirawat dirumah sakit karena memang sesuai dengan prediksi aditya, vina mengalami dehidrasi. Vina terbaring di ranjang rumah sakit tanpa daya.
Matanya terpejam rapat dan tidur dengan nyenyak. Aditya menunggui vina sambil mengerjakan pekerjaan kantornya.
Untuk full tidak bekerja itu hal yang mustahil bagi aditya. Jadi dalam keadaan apapun ia harus tetap bekerja dimana pun ia berada dan dalam kondisi apapun.
__ADS_1
Ada tanggungjawab yang sangat besar yang dipikul oleh aditya. Semua karyawannya menggantungkan hidup pada kinerja aditya.
{ Bersambung }