Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
COBAAN UNTUK ADITYA


__ADS_3

Tatapan aditya mampu membuat vina diam tak berkutik. Vina juga tahu apa kesalahan yang ia buat.


" Aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu. Kamu juga belum makan kan?" Ucap vina memberanikan diri.


Aditya menoleh dan melihat ada lunch box di nakas. Ia berjalan dan mengambil lunch box tersebut.


Di bukanya lunch box tersebut, tertata sangat cantik. Ada juga hiasan bunga di atas lunch boxnya. Seketika hati aditya luluh, ia tersenyum samar dan mulai memakannya sembari menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut vina.


Tanpa berbicara apapun vina membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan aditya.


Mereka makan dalam diam, baik vina maupun aditya seperti tidak mau membahas kejadian yang tadi vina alami.


Selesai makan, aditya memberesi lunch box dan meminta maid mengambilnya di kamar.


Aditya membaringkan dirinya di samping vina. Ia membawa vina dalam pelukannya dan menutupi badan vina dengan selimut.


Aditya meminta vina untuk beristirahat dan selama itu aditya akan menemani vina.


Mungkin karena memang vina lelah, tak lama vina sudah terlelap dalam mimpinya.


Aditya menggeser posisinya dengan pelan takut mengganggu tidur vina.


Ia turun dari ranjang, rencananya ia akan melanjutkan pekerjaannya. Sambil menunggu vina beristirahat.


Tiba- tiba saja pintu kamarnya di ketuk. Aditya membuka pintu dan meminta agar tidak menimbulkan suara berisik.


Baby sister yang bertugas mengasuh baby girl, melaporkan bahwa baby girl mengalami demam.


Sebenarnya baby girl badannya sudah agak hangat dari tadi pagi, tapi kemudian normal kembali itulah yang membuat baby sister tidak melaporkannya pada aditya maupun vina.


Aditya segera ke kamar baby girl, dan saat ia menyentuh kening si baby memang badannya panas.


Aditya segera membawa baby girl ke rumah sakit. tapi ia berpesan pada pegawai dirumahnya agar tidak memberitahukan keadaan baby girl pada vina.


Aditya juga meminta mereka untuk menjaga vina dengan baik.


Entah cobaan apalagi yang harus aditya alami, tadi istrinya yang kerumah sakit, sekarang malah putrinya yang harus kerumah sakit.

__ADS_1


Soal kesehatan keduanya aditya tidak mau menyepelekan dan mengabaikan istri dan anaknya. Mengingat memang kondisi vina dan bayinya sangat lemah.


Baby langsung di bawa kedokter anak dan langsung di periksa.


Ternyata ikatan antara baby dan ibunya amat kuat. Baby juga demam karena terserang virus. Walaupun bukan virus yang berbahaya tapi sebagai seorang ayah tentu saja aditya sangat mengkhawatirkan kondisi baby.


Aditya hanya di minta untuk lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi baby, mungkin makanan baby ada yang sudah terkontaminasi virus.


Baby hanya di berikan obat dan vitamin, tidak harus di rawat dirumah sakit.


Sepanjang perjalanan pulang aditya memeluk baby dengan erat. Sungguh ia tidak mau hal buruk terjadi pada baby.


Sementara dirumah vina sudah bangun. Ia mencari keberadaan suaminya. Tapi vina tidak melihat sosok aditya di dalam kamarnya.


Dengan perlahan ia turun dari ranjang, tapi belum juga ia menapaki kakinya di lantai, aditya membuka pintu kamar mereka.


Aditya menatap vina dengan tajam, karena sepertinya vina tidak mendengarkan perkataan aditya agar diam tidak boleh turun dari ranjang.


" Kamu dari mana? Katanya tadi mau nemenin aku tidur?" Tanya vina sebal, karena aditya tidak melakukan omongannya sendiri.


" Maaf, tadi ada urusan mendadak." Jawab aditya menyesal.


Karena mendapatkan perhatian dan kelembutan dari aditya, lama- lama vina luluh juga. Sesungguhnya vina juga sadar, bahwa aditya orang yang sangat sibuk. Tidak mungkin aditya dapat menemani dirinya dua puluh empat jam.


Tiba- tiba saja vina meminta untuk mengizinkannya menemui baby. Padahal baby baru saja tertidur karena baru saja di beri obat.


Aditya memberikan alasan bahwa baby baru saja tertidur setelah seharian ini bermain. Vina tentu saja mengerti, dan ia juga akhirnya mengalah dan meminta aditya membawa baby ke kamar mereka jika baby sudah terbangun.


Dan benar saja malam harinya setelah makan malam, aditya membawa baby kepada vina. Setelah memastikan bahwa kondisi baby sudah lebih baik, aditya berani menyerahkan baby pada vina.


Malam ini baby tidur bersama ayah dan ibunya. Aditya sebelumnya sudah memastikan bahwa baby sudah di beri obat sebelum menyerahkannya pada vina.


Vina juga sudah di beri obat dan vitamin, tak lama anak dan ibu tersebut terlelap dengan nyenyak. Ada kebahagian tersendiri bagi aditya melihat anak dan istrinya begitu nyenyak dalam tidur mereka.


Karena memang dari siang, aditya selalu gagal untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda maka aditya segera bergelut dengan laptopnya.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, dan aditya masih asik mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Sementara vina yang terbangun karena merasakan tenggorokannya kering, menatap aditya dengan heran. Ia pikir aditya juga tidur bersama mereka, tapi nyatanya aditya malah terlihat sibuk dengan laptopnya.


" Sayang!!!" Panggil vina pada aditya. Aditya menoleh pada sumber suara. Wajahnya tersenyum mendengar vina memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Ada apa hem? Apa ada yang tidak nyaman?" Tanya aditya setelah menutup laptopnya.


" Kamu masih kerja? Aku haus!" Ucap vina.


" Tunggu nanti aku ambilkan, kamu jangan kemana- mana!" Perintah aditya.


Benar saja aditya keluar dari kamarnya dan mengambilkan vina sebotol aira hangat untuk vina.


Sengaja aditya memberikan vina air hangat, agar badan vina hangat. Vina menengguk habis air yang di berikan oleh aditya.


Sepertinya vina memang sangat haus.


" Masih ingin minum?" Tanya aditya melihat bagaimana vina menghabiskan sebotol air hangat.


Vina menggelengkan kepalanya, tapi kemudian dia malah mengeluh perutnya lapar.


Terpaksa aditya ingin kembali kedapur, tapi vina menahan tangan aditya. Vina meminta ikut kedapur bersama dengan aditya.


Tapi aditya melarangnya karena memang jika mereka berdua pergi ke dapur maka baby akan sendiri di kamar.


Jadi lagi- lagi vina hanya bisa menuruti perintah aditya. Karena tidak mungkin juga ia meninggalkan baby sendiri.


Dengan sabar vina menunggu aditya membawakan makanan. Cukup lama vina menunggu aditya datang.


Aditya datang dengan nampan berisi makanan dan segelas susu hangat.


Vina makan dengan lahap sementara aditya hanya memperhatikan bagaimana vina makan.


Lagi- lagi aditya tersenyum melihat tingkah vina. Selesai dengan makanannya vina menaruhnya di nakas. Ia meminta aditya untuk ikut tidur bersama dirinya dan baby. Lagi pula saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tiga kurang.


Vina juga tidak mengizinkan aditya kembali berkerja. Saat keduanya akan memejamkan mata baby terbangun menangis.


Sepertinya baby juga lapar dan haus seperti vina. Dengan sabar vina memberikan asinya langsung pada baby. Badannya bersandar nyaman di dada aditya. Awal- awal aditya masih menemani vina menyusui baby, tapi lama kelamaan matanya terasa amat berat dan akhirnya aditya pun tertidur dengan posisi duduk menopang tubuh vina.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2