Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KEMATIAN KIRAN


__ADS_3

Kondisi kiran sangat memprihatinkan, membuat sipir penjara sangat kasihan padanya. Untuk itu ia memenuhi keinginan kiran agar bertemu dengan gilang.


Gilang di telepon langsung oleh sipir penjara. Ia menjelaskan bagaimana kondisi kiran saat ini. Tapi sayangnya gilang tidak peduli sama sekali pada kiran. Apapun yang terjadi pada kiran, gilang sudah tidak mau tahu. Kekesalannya masih sangat besar, mengingat bagaimana wanita tersebut yang ingin mencelakai aura dan calon anaknya.


Jika terjadi hal yang buruk pada aura, sudah tentu gilang tidak akan memaafkan orang yang mencelekai aura.


Sipir penjara terus saja meyakinkan gilang, agar memberi kesempatan pada kiran untuk meminta maaf padanya dan pada aura.


Mungkin saja itu permintaan terakhir dari kiran. Memang selama dalam penjara kelakuan kiran sangat baik. Ia juga selalu mentaati peraturan penjara. Itu pula yang membuat sipir penjara mau memberi kiran kesempatan.


Kiran masih di rumah sakit dengan kondisi yang prihatinkan. Tiba- tiba seorang pria datang dan duduk di sampingnya. Pria tersebut menatap kiran perasaan yang kacau. Ada rasa iba, kesal, dendam dan prihatin.


Ya akhirnya gilang mau menemui kiran, tapi ia tidak mau membawa aura kesana, karena selain karena kiran belum berubah dan menyerang aura kembali. Kehamilan aura juga sudah bulannya tinggal menunggu waktu saja.


Mata kiran berkaca- kaca, melihat gilang ada disana. Kiran mengeluarkan suaranya dengan sangat kecil, bahkan gilang beberapa kali harus sangat mendekat pada kiran agar ucapan kiran bisa terdengar.


Dengan napas yang tersenggal- senggal kiran meminta maaf pada gilang dan meminta gilang untuk menyampaikan permintaan maafnya pada aura.


Setelahnya napas kiran terhenti, di depan matanya gilang melihat bagaimana kiran menghembuskan napas terakhirnya.


Gilang memanggil dokter dan ia keluar dari ruangan kiran. Dokter menyatakan bahwa kiran telah tiada, polisi yang memang berjaga di depan pintu ruangan kiran, menyampaikan kematian kiran pada atasannya.


Gilang masih tidak percaya bagaimana kiran meninggal, polisi juga bingung harus mengirim jenazah kiran kemana, karena memang disini tidak ada keluarga kiran.


Gilang yang mendengar keluhan polisi meminta agar jenazah kiran langsung dikirim ke pemakaman yang sudah gilang siapkan.


Di kota besar saat ini lahan pemakaman susah di dapat, karena memang tidak ada lahannya.


Jadi dengan jiwa yang besar, gilang menyiapkan lahan untuk mengubur jenazah kiran.


Setidaknya sebelum meninggal kiran mengakui kesalahan dan meminta maaf pada gilang dan aura.


Melalui asistennya gilang mempersiapkan pemakaman untuk kiran.

__ADS_1


Orangtua kiran sendiri sudah di kabari, tapi katany mereka tidak dapat mengurus jasad kiran. Mereka menyerahkan pada pihak kepolisian dan pengacara yang mereka tunjuk.


Bahkan gilang tidak habis pikir dengan orangtua kiran, yang sangat terlihat sekali tidak peduli akan kiran. Sungguh miris nasib kiran memiliki keluarga seperti itu.


Bahkan untuk terakhir kalinya mereka bisa melihat kiran, tidak mereka lakukan.


Sebenarnya gilang agak penasaran dengan sikap kedua orangtua kiran. Mengapa mereka begitu abai pada kiran.


Tapi untuk menyelidiki lebih lanjut, enggan gilang lakukan. Karena memang tidak ada hubungan dengan dirinya.


Dipemakaman dengan ditemani oleh asistennya gilang menyaksikan penguburan kiran. Tak ada seorang pun yang menangisi kepergian kiran.


Rasanya memang terasa sangat asing bagi gilang. Jarak beberapa meter dimana kiran di makamkan seorang laki- laki muda mengepalkan tangannya, tatapannya tajam menyorot pada gilang.


Ada dendam dalam matanya. Ya pemuda yang merupakan kepala suku tempat kiran di asingkan oleh gilang, beranggapan kematian kiran adalah ulah gilang. Ia baru sampai beberapa waktu yang lalu saat tahu bahwa kiran di jebloskan ke penjara oleh gilang.


Pemuda yang membantu kiran melarikan diri. Selama ini ia mendapatkan hukuman dari orangtuanya karena membantu kiran kabur.


Tadinya hari ini ia ingin menjenguk kiran di penjara, tapi kenyataan membuatnya menyesal karena telah terlambat.


Kiran sudah tiada, itulah informasi yang diberikan petugas penjara.


Mereka juga memberikan informasi bahwa siang ini kiran akan di makamkan. Karena pemuda tersebut mengaku sebagai saudara dari kiran.


Dendamnya semakin dalam saat gilang meninggalkan pemakaman dengan begitu saja. Ia juga berpikir gadis seperti kiran tidak seharusnya jatuh cinta pada pria seperti gilang.


Kiran terlalu baik untuk pria seperti gilang. Selama di pulau kiran yang memang tidak memeliki teman, mulai dekat dengan anak kepala suku. Dan kiran menceritakan semua kisah hidupnya pada pemuda tersebut.


Bagaimana sosok gilang telah menghancurkan hidupnya. Kiran ingin membalas dendam pada gilang. Makanya anak kepala suku mau membantu kiran.


Selain itu pula, pemuda tersebut menaruh hati pada kiran. Tidak dapat dipungkiri kiran memang cantik, badannya juga bagus.


Tidak susah bagi seorang pria tertarik pada fisik kiran. Mungkin hanya gilang pria satu- satunya yang mengacuhkan kiran selama ini.

__ADS_1


Setelah sudah sepi dan tidak ada orang di sekitar makam kiran, pemuda yang bernama datuk tersebut mendekati makam kiran.


Di depan pusara kiran, datuk menangis sejadi- jadinya. Ia sungguh tidak terima kiran pergi dengan secepat itu.


Ia juga berjanji akan membalaskan dendam pada gilang, meneruskan dendam kiran yang belum tercapai.


Lagi pula ia juga sudah di usir dari pulau oleh orangtuanya. Jadi datuk memutuskan akan tinggal dikota.


Hal pertama yang akan dia lakukan adalah masuk dalam keluarga gilang. Ia akan mencoba untuk melamar kerja disana.


Dengan jarak yang dekat datuk dapat memantau gilang dan mewujudkan rencana balas dendamnya.


*****


Beberapa hari setelah kematian kiran, akhirnya aura tahu dan ia juga menyesali penyiksaan yang terjadi pada kiran sampai- sampai kiran harus kehilangan nyawanya.


Di dalam hatinya aura sudah memaafkan kiran, walaupun ia sebenarnya masih tidak terima dengan tindakan kiran, tapi sekarang kiran juga sudah tiada, jadi aura ingin melepaskan kekesalannya dan memaafkan kiran. Bahkan aura sempat meminta gilang untuk membawanya ke makam kiran.


Hari ini dari semalam aura merasa tidak nyaman dengan perutnya. Beberapa kali ia mengalami kontraksi palsu dan hari ini juga gilang memutuskan untuk stand bay di rumah menjaga aura.


Walaupun hari ini sebenarnya gilang memiliki janji yang penting dengan salah satu kliennya. Tapi untuk meninggalkan aura sungguh gilang tidak akan bisa.


Dan benar saja, aura merasakan perutnya amat sakit dan sekarang dengan jeda yang sangat dekat.


Dengan sigap gilang membawa aura kerumah sakit. Tentu saja kedua orangtua aura ada untuk mendampingi aura.


Aura memasuki ruang bersalin, gilang yang melihat bagaimana aura sangat kesakitan meminta dokter aura agar aura melahirkan secara cesar saja, tapi tentu saja aura menolak dengan keras.


Untuk melahirkan secara normal kondisi aura sangat mampu. Mengapa harus cesar?


Bahkan aura dan gilang sempat berdebat membuat dokter kandungan aura jadi pusing. Beruntung ada bu fatma yang menengahi perdebatan suami istri tersebut.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2