Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
TIDAK SEMUA ORANG BAHAGIA


__ADS_3

Aura membantu gilang membersihkan diri di kamar mandi. Tak ada aktifitas yang lain, hanya memandikan gilang. Gilang juga hanya menuruti perintah aura.


Aura kadang masih menangis jika melihat luka pada tubuh gilang. Ia sangat bersyukur memiliki gilang sebagai suaminya.


Aura juga ikut mengikuti kasus kiran, ia ingin orang seperti kiran mendapat hukuman seberat- beratnya. Jika di biarkan bebas, maka tidak tertutup kemungkinan kiran akan melakukan hal yang sama.


Aura juga tidak pernah lagi, minta keluar rumah kecuali ada hal mendesak yang mengharuskan dirinya keluar.


Vina juga sudah beberapa kali datang untuk menjenguk gilang. Sedangkan keluarga gilang dan aura sudah pulang kerumah masing- masing beberapa hari setelah gilang pulang kerumah.


Hanya ibunya gilang dan dara saja yang setiap satu hari sekali datang menjenguk atau membantu aura membawa gilang untuk cek up.


Kehamilan aura juga berkembang dengan baik. Walaupun ini sudah memasuki bulan ke enam kehamilan aura, tapi tidak menghalangi aura untuk beraktivitas.


Bahkan aura semakin aktif bergerak. Beberapa senam ibu hamil di lakukan aura. Tentu saja dibawah pengawasan dokter kandungannya.


Satu bulan setelah gilang pulang dari rumah sakit, kabar baik pun datang. Kiran akhirnya dinyatakan bersalah, dan setelah penyelidikan yang panjang di nyatakan juga bahwa kiran normal tidak dalam kondisi gangguan mental.


Entah apa yang sudah di lakukan oleh gilang, sampai pernyataan sebelumnya dapat dipatahkan dan kiran mendapat hukuman yang berat.


Keluarga kiran yang memang tidak terlalu peduli pada kiran, hanya berdiam diri saat putusan pengadilan jatuh pada kiran.


Mereka bahkan tidak peduli kiran dapat beas atau pun dipenjara sekalipun.


Tak ada satu pun keluarganya yang memberikan dukungan pada kiran. Dan akhirnya kiran menyerah, penjara adalah hal terbaik untuk saat ini.


Karena kehamilan aura semakin besar, bu fatma dan pak seno memutuskan untuk tinggal bersama dengan aura.


Mereka ingin menjaga aura di detik- detik menjelang persalinan aura.


Jadilah rumah aura dan gilang sekarang ramai, terlebih dari minggu ini arfa dan anak istrinya ikut datang kerumah aura.


Baby killa juga sungguh sangat lucu dengan tingkah polahnya. Bayi yang sekarang sudah memasuki umur satu tahun setengah tersebut sungguh tidak dapat diam. Ia akan berlari kesana kemari.


Seperti anak yang tidak pernah habis tenaganya.

__ADS_1


Kejadian tidak terduga terjadi, baby killa jatuh di taman belakang. Ternyata baby killa tadi sempat masuk dalam kubangan lumpur basah.


Semalam memang hujan lebat, dan ada genangan air bercampur denga lumpur.


Bukannya khawatir pada baby killa semua orang malah tertawa karena melihat keadaan baby killa saat ini.


Bagaimana tidak, semua badan dan kepala baby killa sudah dipenuhi lumpur, bahkan wajahnya saja sudah tidak terlihat tertutup banyak lumpur.


Baby killa semakin menangis kencang saat semua orang malah menertawakan dirinya.


Sally dengan masih tertawa membawa baby killa ke kamar mandi untuk membersihkan baby killa.


Arfa duduk ditengah- tengak keluarganya. Katanya ia ingin menyampaikan kabar gembira. Tapi dari tadi arfa hanya diam tak mengatakan apapun. Membuat aura yang memang tidak memiliki kesabaran yang besar, jadi kesal.


" Kak arfa sebenarnya mau ngasih kabar apa sih? Cepet sih tinggal ngomong aja. Aku tuh kesal nungguinnya." Kesal aura.


" Sabar ra, udah mau jadi orangtua harus bisa sabar." Jawab arfa yang membuat aura semakin kesal.


" Mas.... Kita ke kamar yuk. Aku pengen istirahat." pinta aura pada gilang. Gilang hanya bisa menuruti keinginan aura.


Dan semua orang memaklumi keadaan aura. Tapi tidak dengan arfa, yang selalu menjahili adiknya.


" Ra, kalau kamu masuk ke kamar kamu, kamu gak akan tahu kabar yang akan kasih tahu loh!" Ledek arfa.


" Biarin aja, kabar dari kakak udah gak penting bagi aku. Nanti aku tanya aja sama ibu. Bleweh...!" Ucap aura sambil menjulurkan lidahnya meledek arfa.


Walaupun sebenarnya aura sangat penasaran dengan kabar yang dibawa arfa, tapi sungguh badannya begitu lelah. Saat ini ia hanya menginginkan merebahkan tubuhnya dan di peluk oleh gilang.


Aura dan gilang berlalu menuju kamar mereka setelah berpamitan pada semua orang.


Sesampainya di kamar, aura langsung merebahkan diri di ranjang dan meminta gilang untuk memeluknya.


Tak lama napas aura berhembus teratur tenang. Gilang membelai rambut panjang aura agar tidur aura semakin nyaman.


Tak lama gilang ikut terlelap disamping aura. Sementara di bawah kedua orangtua aura menyambut berita bahagia yang di sampaikan oleh arfa.

__ADS_1


Ternyata saat ini sally sedang mengandung anak kedua mereka. Usia kehamilan sally baru memasuki empat minggu.


Pantas saja dari tadi arfa selalu mecegah sally saat ingin menggendong baby killa.


Tadi juga baby killa di bawa ke kamar mandi oleh pengasuhnya. Walaupun yangembersihkan baby killa adalah sally sendiri.


Di awal kehamilan kali ini, sally tidak merasakan mual seperti kebanyakan ibu hamil pada umumnya.


Hanya saja, sally sekarang lebih cuek akan penampilannya. Bahkan untuk mandi saja, sally harus di paksa oleh arfa.


Anggota keluarga arfa akan bertambah begitu juga dengan cucu bu fatma yang semakin banyak. Kedua anaknya sudah bahagia dengan pasangannya masing- masing.


Bu fatma dan pak seno bahagia melihat keduanya telah bahagia. Sebagai orangtua mereka akan terus mendoakan anak- anak dan cucu mereka terus diberikan kebahagian dan kesuksesan dalam hidup.


*****


Berbeda dengan kabahgiaan yang dirasakan oleh aura, tidak begitu dengan kiran. Di dalam penjara kiran hidup sangat menderita.


Beberapa napi lain merundung kiran dan saat ini lagi- lagi kiran harus dilarikan kerumah sakit karena penyerangan dari beberapa napi.


Terhitung sudah empat kali kiran masuk rumah sakit akibat kekerasan yang dilakukan oleh napi lain.


Ingin rasanya kiran mati saja, ia sungguh tidak kuat menjalani kehidupannya di dalam penjara. Sekarang ia sungguh sangat menyesali perbuatannya pada gilang dan aura.


Seharusnya ia tidak mencoba untuk mencelakai aura. Aura bukan orang yang dapat ia sentuh. Ada gilang yang akan selalu memastikan aura baik- baik saja.


Terkadang kiran ingin meminta maaf langsung pada aura, tapi sepertinya tidak ada kesempatan seperti itu.


Jangankan untuk meminta maaf secara langsung. Bahkan selama ia dipenjara tidak ada satu orangpun yang menjenguknya.


Hanya orang suruhan gilang yang terakhir kali menemuinya, itu juga hanya untuk sekedar memberi peringatan pada kiran agar tidak menganggu aura maupun gilang.


Hidup kiran benar- benar hancur, tidak ada masa depan untuk dirinya. Tak ada keluarga yang memberikan support padanya. Bahkan kiran seperti telah dianggap mati oleh keluarganya.


Dalam kondisi yang memprihatinkan kiran meminta agar gilang menemuinya. Ia hanya ingin mengucapkan permintaan maafnya pada gilang dan aura.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2