
Hari- hari aura disibukkan dengan kuliah dan tugas- tugas kampusnya. Fokus aura sekarang adalah segera lulus dengan nilai yang memukau dan dapat bekerja dirumah sakit bagus dengan pendapatan yang tinggi.
Menurutnya jika kita ingin menolong banyak orang kita juga harus punya banyak uang. Karena dalam menolong tidak hanya tenaga saja, uang pun sangat diperlukan.
Pernah satu ketika saat aura sedang menjadi koas di salah satu rumah sakit di desa, ada anak terkena kanker kulit, karena keterbatasan biaya anak tersebut tidak ditangani dengan baik. Karena untuk berobat saja membutuhkan uang yang banyak.
Aura yang saat itu iba dan ingin menolong sampai menggunakan semua tabungannya untuk membantu anak tersebut, aura juga meminta bantuan arfa agar anak tersebut dimasukkan kedalam keluarga kurang mampu sehingga mendapatkan keringanan dari rumah sakit.
Dari situ aura bertekad untuk menjadi orang yang banyak uang, agar dapat banyak membantu orang.
Beberapa tahun kemudian aura sedang melaksanakan tugasnya di salah satu rumah sakit terkenal.
Dirumah sakit itu, aura mendapatkan upah lebih besar dari rumah sakit lainnya. Ya karena aura salah satu dokter yang berbakat dan sangat teliti dalam mendiagnosis penyakit pasien.
Meskipun telah menjadi dokter yang diperhitungkan oleh rekan sesama dokter aura tidak pernah sombong dan selalu belajar menggali ilmu - ilmu baru dalam bidang ke dokteran. Sekarang saja selain menjadi dokter aura juga mengeyam pendidikan untuk meraih gelar S2 nya.
Rasa ingin tahu dan menggali ilmu pengetahuan membuat aura selalu sibuk. Hingga melupakan masalah percintaannya, selain selalu menutup diri, aura juga sepertinya tidak punya waktu untuk menjalani hubungan dengan pria.
Sedangkan arfa kakaknya aura sudah menikah dengan teman sesama dokter yang bekerja ditempat yang sama dengan arfa.
Dokter yang umurnya tidak jauh dari aura hanya dua tahun diatas aura. Saat ini istri arfa juga sedang mengandung.
Dengan melihat kebahagian arfa dan istrinya saja aura sudah sangat senang. Mereka berdua sudah tidak tinggal bersama ayah dan ibunya.
Arfa punya rumah sendiri yang lebih dekat dengan rumah sakit. Sedangkan aura memilih praktek di kota lain jadi ia juga harus meninggalkan kedua orangtuanya.
Suatu ketika rumah sakit tempat aura bekerja kedatangan pasien yang sangat penting.
__ADS_1
Pasien tersebut terkena tembakan di bagian punggungnya dengan luka yang serius. Karena orang tersebut pasien VVIP rumah sakit jadi heboh dan sebisa mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Hari dimana pasien itu datang adalah hari libut aura, tapi pihak rumah sakit meminta aura untuk datang dan menangani pasien tersebut.
Terus terang aura sangat kesal mendapatkan perintah seperti itu dari rumah sakit, tapi mau bagaimana lagi selain karena mendapatkan bayaran yang tinggi juga sebagai dokter aura sudah disumpah untuk selalu siap sedia jika pasien membutuhkan pertolongannya.
Aura tiba dirumah sakit dan pasien VVIP tersebut dalam proses persiapan untuk melakukan operasi. Rumah sakit dipenuhi oleh orang berbaju hitam dengan badan yang kekar- kekar. Bahkan dilakukan penjagaan yang sangat ketat.
Aura bahkan sampai dilarang masuk ke ruang operasi, padahal saat itu keadaan sudah genting. Bisa saja aura acuh toh yang menjegalnya orang- orang suruhan pasien VVIP tersebut. Tapi sebagai orang yang bertanggungjawab pada pekerjaannya aura sebisa mungkin berusaha.
Untungnya saat itu ada suster yang akan membantu proses operasi melihat aura yang bersitegang dengan si para bodyguard.
Suster tersebut menjelaskan bahwa aura adalah dokter yang ditunggu untuk melakukan operasi pada si pasien.
Padahal tadi aura juga sudah menjelaskan seperti yang dikatakan oleh si suster, tapi orang- orang itu tidak mempercayai aura. Mereka memandang rendah aura. Karena muka aura yang seperti anak SMA. Membuat mereka ragu bahwa aura adalah dokternya.
Rasanya aura sudah puas membalas perlakuan bodyguard ngeyel seperti mereka.
Aura masuk ruang operasi dengan pakaian khusus operasi. Si pasien sudah berada di posisi tengkurap dan membelakangi aura.
Dengan segera aura melakukan operasi. Beberap jam operasi telah selesai dan kondisi pasien juga sudah stabil.
Bahkan si pasien langsung dibawa keruang rawat pasca operasi karena memang setelahnya pasien sadar dan kondisi vitalnya juga sudah baik.
Karena aura hari itu ada kepentingan yang harus ia lakukan jadilah aura hanya melakukan tindakan operasi saja, selebihnya aura menyerahkan si pasien pada dokter seniornya yang sudah lama bekerja disana.
Aura juga meninggalkan dalam keadaan kondisi pasien sudah stabil dan tidak mengkhawatirkan lagi.
__ADS_1
Saat keluar dari rumah sakit aura bertemu dengan salah satu bodyguard yang kakinya aura injak.
Aura sengaja memalingkan mukanya tidak ingin melihat bodyguard tersebut. Walaupun tadi aura sempat puas saat menginjak kakinya tapi rasa kesal aura belum hilang dan lagi aura takut orang tersebut ingin membalas perbuatan aura. Jadi aura pura- pura tidak melihatnya.
" Nona tunggu!" ucap si bodyguard menghentikan langkah aura, terus terang aura takut jadi ia berpura- pura tidak mendengar panggilan si bodyguard. Cepat - cepat aura melangkah meninggalkan si bodyguard tapi tangan aura malah dicekal.
" Eh apa- apaan nih!" teriak aura kencang agar semua orang tertuju padanya. Aura yakin si bodyguard tidak akan berbuat macam- macam jika orang- orang memperhatikan dirinya.
" Maaf nona."Ucap si bodyguard sambil melepaskan tangannya dari aura.
Aura baru saja ingin pergi tapi si bodyguard meminta maaf sambil membungkukkan tubuhnya. Hal itu tentu saja membuat aura panik. Semua orang sekarang tertuju padanya.
" Maaf kan saya nona. Dan terimakasih karena telah menyelamatkan tuan." Ucap si bodyguard tulus sambil membungkukkan badanya, berharap aura mau memaafkannya.
" Eh iya tidak apa- apa, lagi pula menyelamatkan pasien memang sudah tugas saya." Ucap aura tidak enak hati dengan sikap si bodyguard.
Setelahnya aura segera pergi dari sana, lagi pula ia sudah sangat terlambat dengan janjinya hari itu.
Waktu libur aura masih ada dua hari lagi, tapi pihak rumah sakit selalu meminta aura untuk datang kerumah sakit.
Pasien VVIP yang aura tolong ingin sekali bertemu dengan aura. Tapi aura selalu menghindari. Menurut aura itu tidaklah penting tidak menyangkut nyawa seseorang juga. Jadi aura memutuskan akan datang kerumah sakit saat waktu liburnya juga selesai.
Lagipula saat ini aura sedang berkumpul dengan keluarganya. Tentu aura tidak akan membuang- buang waktu liburannya hanya untuk mengurusi pasien yang sudah dalam keadaan baik- baik saja.
Dikamar ruang VVIP seseorang nampak sangat geram karena keinginannya ingin bertemu dengan aura tidak terlaksana dan selalu ditolak oleh aura.
{ Bersambung }
__ADS_1