Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
TERBANG


__ADS_3

Dara telah terbang menuju negara suaminya berasal. Tinggalah gilang, aura dan ibunya yang masih berada di sekitar bandara.


Terlihat sekali bagaimana sedihnya ibunya gilang saat ini. Aura merangkul mertuanya dan mengajaknya pulang.


Dengan langkah gontai ibunya gilang berjalan digandeng aura menuju ke mobil gilang.


Saat memasuki mobil, dan mobil sudah siap berangkat gilang berkata pada ibunya yang membuat senyum seketika terbit di wajah ibunya.


" Lusa kita terbang, untuk saat ini gilang harap ibu bersabar dulu. Gilang masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap gilang.


" Benar lusa kita terbang ketempat dara?" Tanya ibunya memastikan ucapan gilang.


" Iya." Sahut gilang singkat. Aura ikut tersenyum melihat mertuanya kembali bersemangat dan tertawa kembali.


Yang sebenarnya aura juga sangat khawatir pada kesehatan mertuanya. Sebagai seorang dokter aura curiga mertuanya memiliki penyakit serius. Beberapa hari tinggal bersama membuat aura harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan mertuanya.


Aura juga sebenarnya ingin membicarakan hal tersebut dengan gilang, tapi memang waktu mereka untuk bersama akhir- akhir ini sangat jarang.


Jadi aura menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan kesehatan mertuanya dengan gilang.


Benar saja setelah gilang menjanjikan akan pergi lusa, semangat ibunya kembali.


Ibunya juga lahap makan dan sering tersenyum. Ternyata tidak susah membuat orangtua bahagia. Berikan hal yang mereka mau maka kebahagiaan akan mereka rasakan.


Selama dua hari gilang kerja maksimal. Ia akan pergi berkerja pagi sekali dan pulang sudah sangat larut malam. Bahkan tidak ada waktu untuk aura dan juga baby.


Beruntungnya aura memaklumi semua tindakan yang gilang lakukan. Aura yakin setelah semuanya selesai gilang pasti akan ada waktu untuk dirinya dan juga baby.


Hari yang ditunggu ibunya gilang tiba. Hari ini mereka akan terbang kenegara dimana dara berada. Gilang membawa baby juga aura dalam perjalanan kali ini.


Awalnya gilang tidak akan membawa aura dan baby, tapi aura marah. Sudah beberapa hari gilang selalu sibuk tidak memperhatikan dirinya dan baby. Ini malah pergi jauh tidak mengajak dirinya dan baby. Tentu saja aura langsung merajuk.


Jadilah gilang membawa anak dan istrinya. Tadinya gilang berpikir disana pasti aura akan kecapean karena nanti pasti di mintai tolong oleh adiknya untuk membantu acara resepsi pernikahan adiknya disana.


Sementara aura jika di mintai tolong oleh dara tidak pernah menolak, gilang tidak mau aura ngedrop dan jatuh sakit.

__ADS_1


Sementara ada baby yang juga harus di urus oleh aura. Akhirnya sebelum berangkat gilang menelepon dara agar jangan menyusahakan aura ataupun minta tolong apapun pada aura.


Dengan begitu gilang merasa agak tenang. Jadi aura hanya fokus pada baby dan gilang saja.


Sampai di negara A, rombongan gilang di jemput oleh supir keluarga samuel. Tadinya dara yang akan menjemput keluarganya di airport tapi samuel melarangnya.


Selain mereka sibuk mempersiapkan pesta mereka, dara juga hari itu harus melakukan fitting baju pengantin bersama dengan samuel. Dan jam kedatangan keluarganya bersamaan dengan jadwal fitting pakaian pengantinnya.


Bisa saja dara memaksakan kehendaknya, tapi ia juga tidak enak hati dengan mertuanya yang telah menyiapkan segalanya untuk dirinya.


Rombongan gilang di bawa kerumah samuel.dan dara. Mereka di sambut sangat hangat oleh orang- orang yang bekerja disana.


Rencananya hanya ibunya yang menginap di sana, sedangkan gilang, aura dan baby akan menginap di hotel. Gilang menolak tawaran samuel untuk tinggal dirumah mereka.


Tapi sayangnya gilang menolak, dengan alasan ia ingin menikmati harinya disana dengan aura dan baby saja, makanya mereka sengaja tidak membawa baby sister bersama dengan mereka.


Dengan alasan seperti itu tentu saja baik samuel maupun dara tidak dapat memaksa mereka.


Setelah mengantarkan ibunya kerumah dara dan bertemu dara juga samuel. Gilang membawa anak dan istrinya ke hotel yang ia sudah pesan.


Sebenarnya gilang juga punya rumah di sana, tapi ia tidak mau merepotkan aura. Ia ingin berlibur disana menebus waktu yang beberapa hari sibuk dan mengacuhkan anak dan istrinya.


Jika gilang tinggal di rumahnya maka aura harus mengerjakan pekerjaan rumah, walaupun sebenarnya gilang juga memperkerjakan orang untuk merawat rumahnya.


Ia ingin aura juga menikmati liburannya kali ini tanpa perlu melakukan pekerjaan rumah.


Pekerjaan rumah disini jangan disamakan pekerjaan rumah tangga ibu- ibu pada umumnya. Aura hanya memperhatikan pekerjaan orang yang bekerja melakukan pekerjaan rumah.


Tidak terlalu capek, tapi menurut gilang itu akan menghabiskan waktu aura untuknya.


Benar saja sampai hotel gilang meminta aura dan baby untuk beristirahat. Keesokan harinya gilang membawa anak dan istrinya mengeksperor wisata di negara A.


Gilang juga mengajak ibunya, tapi ibunya menolak dengan alasan tidak mau kelelahan.


Jadi sekarang hanya ada keluarga kecil gilang yang berekreasi disana.

__ADS_1


Aura dan baby juga sangat senang di bawa kesana kemari oleh gilang, tentu saja mereka di dampingi oleh seorang tour guide.


Walaupun gilang sering pergi ke negara A, tapi ia tidak pernah berekreasi disana. Kepentingannya hanya untuk urusan bisnis.


Mana mengerti gilang wahana rekreasi disana. Makanya ia menyewa tour guide disana.


Sampai menjelang malam gilang baru sampai di hotel. Aura sudah terlihat lelah dan baby juga sudah tertidur di pangkuan aura.


Gilang mengambil alih baby dari pangkuan aura dan membawa ke kamar mereka.


Di lobi ternyata sudah ada dara yang memang sengaja menunggu gilang. Gilang mengajak dara ke kamarnya.


Aura segera mengganti pakaian baby dengan yang lebih nyaman untuk tidur. Selain itu aura juga mengelap baby dengan aira hangat agar tidurnya nyenyak.


Sedangkan gilang dan dara sudah duduk di ruang depan. Kamar yang gilang pesan memang kamar president suite, jadi antara ruangan ada spacenya tersendiri.


Gilang duduk menunggu dara berbicara.


" Kak... Kakak tidak mengatakan apapun pada ibu tentang penyakit ibu kan?" Tanya dara serius.


Bukan tanpa alasan dara menanyakan hal tersebut, karena tadi siang ibunya berbicara dengan dara seperti mengucapakan kata perpisahan.


Setelahnya ibunya tidak sadarkan diri, bahkan dara sempat membawa ibunya ke rumah sakit.


Dara juga diminta ibunya untuk tidak menceritakan kondisi ibunya saat ini pada gilang. Ibunya tidak mau menggangu waktu gilang dengan aura dan baby.


Ibunya tahu bahwa akhir- akhir ini gilang begitu sibuk sampai mengacuhkan aura dan baby.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa terjadi hal buruk pada ibu?" Tanya gilang kembali.


" Katakan hal yang sebenarnya dara, ibu juga adalah ibuku! Jadi kakak juga harus tahu kondisi ibu saat ini." Desak gilang.


Dara jadi bingung sendiri, harus menjawab apa pada kakaknya.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2