
Vina menyungingkan senyumnya melihat kedatangan aura dan gilang. Sebelum aura menlontarkan banyak pertanyaan padanya vina sudah membuka suaranya.
" Ra, aku berterimakasih banget sama kamu karena sudah mau menolong aku. Tapi aku juga tidak mungkin selamanya bersembunyi dari suamiku." Ucap vina pelan takut menyinggung aura dan gilang.
" Trus kamu mau kemana pagi- pagi udah rapih banget? Kamu gak usah pikirin apapun, disini tempat yang aman untuk kamu bersembunyi kok!" Ucap aura.
" Tadi aku juga berencana akan sembunyi selamanya, tapi hal tersebut tidak akan baik kedepannya. Aku harus hadapi laki- laki yang berstatus sebagai suamiku itu. Aku ingin secepatnya urusan antara aku dan dia selesai. Aku gak mau hidup kayak buronan ra." Ucap vina sendu.
Aura menghela napas berat. Aura tahu betul bagaimana perasaan sahabatnya saat ini.
" Jadi apa rencana kamu selanjutnya? Jika kamu butuh bantuan apapun, kamu bisa hubungin aku vin." Ucap aura menyakinkan bahwa ia akan selalu ada untuk vina.
" Makasih ra, tapi sepertinya aku yang harus berjuang sendiri."
Seperti janjinya pada gilang, bahwa aura tidak akan turut campur pada masalah vina, itulah yang saat ini aura lakukan.
Aura akan membiarkan kebebasan untuk vina menyelesaikan masalah rumah tangganya. Dan aura percaya vina dapat menyelesaikannya dengan baik.
Setelah sarapan vina pamit pada aura dan gilang. Ia akan menemui ayahnya dan menceritakan semua yang terjadi dan akan meminta pengacara keluarganya agar mengurus perceraiannya.
Tekad vina sudah sangat bulat, ia ingin lepas dan bebas menjalani hidupnya dengan keinginan dirinya sendiri.
Banyak planing yang tersusun setelah ia resmi bercerai dengan suaminya.
Ayah vina pun sangat mendukung keputusan vina, apalagi vinq juga bercerita tentang kekasih suaminya. Ayah mana yang rela anaknya di sakiti. Untuk itulah ayah vina mau membantu gugatan ceria vina.
Namun ternyata jalan yang vina lalui terlalu terjal dan berbahaya.
Suaminya menolak gugatan cerai vina, dan bilang vina mengada- ngada tentang kekasih yang di bicarakan vina.
Keluarga suami vina, sangat- sangat tidak setuju vina bercerai dengan putra mereka.
Menurut orangtua si suami, vina istri yang cocok untuk putra mereka. Selain seorang dokter, vina juga mandiri dan tidak pernah mnegnadalkan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
Lagi pula vina juga tidak matre seperti wanita- wanita di luaran sana yang mendekati putra mereka. Vina adalah menantu idaman mereka.
Bahkan suami vina sempat menemui vina memohon agar vina tidak mengajukan gugatan perceraian padanya.
Tapi hati vina tidak sekuat baja yang harus menyaksikan sendiri suaminya bermesraan dengan perempuan lain di hadapannya.
Vina hanya perempuan biasa yang butuh akan cinta dan kasih sayang dari suaminya.
Lagi pula vina sangat yakin, jika suaminya masih berhubungan dengan wanita yang katanya bergelar kekasih suaminya.
Vina bukan perempuan rapuh yang hanya bisa menangisi nasibnya saat dengan terang- terangan suaminya menyelingkuhinya. Atau bisa di katakan sengaja menyakiti hatinya.
Vina akan memperjuangkan hidupnya agar lebih baik dan hidup bahagia.
Walaupun sekeras apapun suaminya menolak gugatan cerainya sekuat mungkin vina akan terus memperjuangkannya.
Suatu malam saat vina baru pulang dari berbelanja, sebuah mobil menghadang laju kendaraan yang vina kendarai, vina yang kaget otomatis menginjak rem, bahkan kepalanya sampai terantuk ke depan stir.
Vina di minta turun dari kendaraannya dan di minta untuk naik ke dalam mobil yang mencegalnya.
Karena sebelum keluar dari kendaraannya, vina telah menghubungi aura dan ponselnya sekarang masih terhubung dengan aura.
Vina duduk di samping suaminya. Pembicaraan di mulai.
" Sebaiknya kamu cabut gugatan cerai kamu di pengadilan. Karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah menceraikan kamu." Ucap suami vina dingin.
Vina menghela napasnya dengan berat.
" Sebenernya apa sih maksud dan mau kamu? Kamu berhubungan dengan kekasihmu di depan mata saya, dan kamu juga tidak mau bercerai dari saya. Sekarang katakan sejujurnya apa maksud dari tindakan yang kamu lakukan?" Tanya vina berapi- api, napasnya juga memburu karena menahan emosi menghadapi suami semacam suaminya.
" Saya hanya tidak ingin keluarga saya mengeluarkan saya dari keluarga besar. Karena gugatan kamu membuat mereka marah besar pada saya."
" Jika saya tidak mau bagaimana?"
__ADS_1
" Apa kamu lupa siapa saya vina?"
" Silakan lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, tapi saya tetap akan meneruskan gugatan saya. Dan jika kamu masih bersikeras melakukan ancaman kamu, siap- siap saja, untuk kamu ditendang dari keluarga besarmu. Seharusnya kamu berpikir dahulu sebelum menyakiti hati saya!"
Setelahnya vina langsung keluar dan terburu- buru masuk ke dalam mobilnya. Ia segera melajukan kendaraannya meninggalkan suaminya yang masih terbengong.
" Ra...kamu ngerekam semua obrolan kami kan?" Tanya vina sambil bertelepon dengan aura.
" Ya, semua aman. Udah aku rekam dan save juga. Jika dia berani berbuat macam- macam sama kamu, tinggal kirim saja rekaman ini sama mertua dan keluarga besarnya." Ucap aura memberikan saran.
" Makasih loh ra, kamu udah bantuin aku." Ucap vina tulus.
" Kamu gak usah bilang kayak gitu, kita ini teman sudah seharusnya kita saling tolong." Jawab aura.
Pembicaraan pun terhenti saat vina sampai di depan rumah kedua orangtuanya. Vina memasuki halaman rumahnya dan menyerahkan belanjaan pada bibi.
Vina masuk ke kamarnya dan merebahkan diri mengistirahatkan diri dari semua masalah yang terjadi pada dirinya.
Ia melamun menerawang pertemuan pertamanya dengan suami. Laki- laki itu begitu spesial memperlakukan vina sehingga vina dapat dengan mudah jatuh dalam cintanya.
Tapi kenyataan benar- benar membuat vina tidak bisa berbuat apapun selain membunuh rasa cintanya pada suaminya.
Lebih baik sekarang menderita dari pada sepanjang hidup terbelunggu dari kepalsuan.
sebelum vina tadi di paksa keluar dari mobilnya, vina menghubungi aura. Vina menjelaskan situasi yang saat ini terjadi dan aura memberikan ide agar nanti percakapan antara vina dan suaminya di rekam.
Bukan apa- apa kita tidak bisa menuduh seseorang ingin menyakiti kita, jika kita tidak mempunyai bukti.
Setidaknya jika ada bukti itu akan menguntungkan untuk vina, untuk itu aura yang di sebrang telepon merekam semua pembicaraan antara vina dan suaminya.
Mungkin aura lupa dengan janjinya pada gilang untuk tidak turut campur pada masalah vina. Tapi aura mana peduli, yang terpenting vina dapat hidup bebas dari orang seperti laki- laki yang masih berstatus suaminya vina.
Masalah dengan gilang bisa ia handle setelahnya. Walau bagaimana pun gilang pasti akan memaafkan aura jika aura sudah merengek padanya.
__ADS_1
{ Bersambung }