Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
HADIAH UNTUK AURA


__ADS_3

Aura membuka kotak yang gilang berikan. Matanya menatap kagum cincin yang ada di kotak itu. Tidak jauh berbeda dari cincin yang di tolak waktu itu.


Gilang mengambil satu cincin dan menyematkannya pada jari aura, aura hanya menatap gilang dalam diam.


Cincin tersebut terlihat manis di jari aura, gilang memberi isyarat pada aura agar menyematkan cincin yang tersisa pada jarinya.


Lagi dan lagi aura tidak membantah gilang dan mengikuti arahan yang gilang berikan. Sekarang jari mereka telah di hiasai cincin yang bukti status mereka.


Ternyata gilang tidak hanya menberikan aura cincin pernikahan mereka, gilang juga menyodorkan satu kotak lagi.


Gilang memberikannya pada aura, aura langsung membukanya. Terlihat sebuah kalung sederhana tapi nampak sangat cantik. Dengan berhiasakan nama inisial aura, jika liontinnya di buka.



Entah apa yang saat ini aura rasakan, yang jelas malam ini gilang sudah sangat berusaha menyenangkan hati aura.


Gilang meminta izin pada aura untuk membantu memakaikannya di leher jenjang aura. Terlihat sangat cantik di leher aura.


" Gimana kamu suka?" Tanya gilang menatap lembut aura.


Aura mengangguk pelan.


" Ra, malam ini aku boleh minta sesuatu lagi sama kamu?"


" Apa?"


" Badanku rasanya sangat lelah dan sakit, boleh tidak kamu meminjatku sebentar?"


Aura nampak berpikir, dan akhirnya mengabulkan keinginan gilang. Aura berpikir gilang merasakan pegal juga karena menunggu dirinya melakukan operasi, jadi aura mau memijat gilang.


Gilang merebahkan tubuhnya di ranjang aura, aura juga mengambil minyak gosok yang selalu tersedia dikamarnya karena terkadang jika badan aura merasa tidak enak, ia akan membalurkan minyak tersebut.


Jangan berpikir minyak gosok yang aura gunakan seperti kebanyakan minyak gosok seperti kebanyakan ya. Ini wanginya lebih mirip aroma terapi. Bahkan jika dicium tidak seperti minyak gosok.


Aura mulai memijit bahu gilang dengan lembut tapi bertenaga. Gilang juga sangat menikmati pijatan yang di berikan oleh aura.


Gilang sudah tertidur pulas, dan aura jangan ditanya dia sudah sangat lelap tidur di samping gilang. Yang sesungguhny aura juga sangat lelah, lagi pula hari sudah sangat malam.


Aura bahkan melupakan bahwa dia menolak untuk tidur satu ranjang yang sama dengan gilang.


Azan subuh sayup- sayup terdengar membuat gilang membuka matanya. Dilihatnya aura tidur dengan nyaman sambil memeluk tubuhnya.

__ADS_1


Ternyata suara azan juga mengusik tidur aura. Gilang refleks menutup matanya kembali saat aura akan membuka matanya. Ia juga tidak mau pagi- pagi aura marah padanya.


Benar saja aura membuka matanya dan melihat tangannya melilit gilang. Ia jadi malu sendiri. Sejenak aura memperhatikan wajah tampan gilang.


Entah bisikan dari mana, tiba- tiba dengan cepat aura mengecup bibir gilang singkat dan setelahnya ia langsung bangun dan berlari ke kamar mandi.


Sesungguhnya ia pun malu dengan tindakannya sendiri. Gilang yang memang sudah bangun tersenyum senang mendapatkan morning kiss dari istrinya.


Gilang memutuskan untuk bangun dan kembali ke kamar sementaranya. Ia juga tidak mau aura menjadi canggung padanya.


Lebih baik ia berpura- pura tidak tahu apa yang aura lakukan.


Aura keluar dari kamar mandi dan sudah tidak mendapati sosok gilang di ranjangnya. Raut wajahnya mencerminkan kekecewaan.


Aura segera menunaikan kewajibannya pagi ini dan seperti biasa ia akan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga gilang.


******


beberapa bulan setelah terakhir gilang tidur di kamar aura, hubungan keduanya kembali renggang karena kedua sibuk dengan pekerjaannya masing- masing. Bahkan rencananya beberap minggu lagi aura akan mengikuti kegiatan kemanusian di luar daerah.


Karena gilang juga sibuk dengan kegiatannya jadi ia mengizinkan aura ikut kegiatan tersebut, walaupun setelahnya ia menyesali keputusannya.


Rencananya aura akan melakukan bakhti selama satu bulan penuh. Otomatis mereka tidak akan bertemu selama sebulan penuh.


Siang itu juga gilang sengaja pulang lebih cepat ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan aura sebelum kepergian aura.


Gilang masuk ke dalam kamar aura, aura yang sedang sibuk belum menyadari kedatangan gilang.


" Ehm... Sudah selesai packingnya?" Suara gilang mengalihkan fokus aura.


" Ya, aku rasa sih sudah. Gak banyak barang juga yang harus di bawa." Jawab aura tenang.


" Kamu pakai kalung yang aku kasihkan?"


Aura tidak menjawab, tapi ia menunjukkan lehernya.


Gilang cukup puas, karena gilang selalu meminta aura untuk memakai kalung tersebut. Bahkan saat mandi sekalipun.


Ya kalung itu bukan kalung biasa, gilang telah menanam gps di dalamnya, bahkan ada kamera yang sangat kecil di dalamnya. Semua itu gilang lakukan semata- mata untuk melindungi aura.


Ia tidak mau kejadian yang buruk terjadi pada aura dan ia tidak dapat melakukan apapun.

__ADS_1


Walaupun selama dua puluh empat jam gilang memberikan pengawasan pada aura, ia hanya tidak mau kecolongan mengenai keselamatan aura.


" Kok masih siang udah pulang?" Tanya aura kemudian karena biasanya gilang pulang sudah larut malam. Bahkan kadanga aura sudah tertidur lebih dulu sebelum gilang pulang.


Karena yang aura tahu, sudah lama gilang tidak tidur di kamarnya setelah terakhir aura mencuri kecupan pada bibir gilang.


Tapi aura tidak tahu bahwa setiap malam gilang tidur di kamarnya dan akan bangun sebelum aura terbangun.


Entah aura yang polos atau gilang yang terlalu lihai sampai aura tidak menyadarinya.


" kamu besok sudah harus pergi, malam ini boleh ya, aku tidur sini!" Pinta gilang.


Aura nampak berpikir.


" Tapi ada syaratnya." Ucap aura kemudian.


" Apa?"


" Kamu gak boleh macam- macam sama aku."


" Ok! Itu sih gampang." Ucap gilang percaya diri, padahal ia akan segera menyelasi perkataannya siang ini.


Sore hari gilang sengaja membawa aura jalan- jalan sore. Itung- itung melepas kepergian aura.


Mereka sampai rumah setelah shalat isya. Gilang langsung masuk kamar aura dan membersihkan dirinya. Aura dengan sigap menyiapakan pakaian yang gilang pakai.


Memang sampai saat ini barang- barang gilang masih ada di kamar aura. Pernah aura protes tapi sepertinya gilang tidak berminat untuk memindahkan barang- barang pribadinya.


Gilang keluar dengan wajah yang segar dan hanya memakai handuk dari pinggang sampai lututnya memperlihatkan badannya yang atletis.


Aura segera berlalu masuk ke kamar mandi, jika terus menatap gilang dalam keadaan seperti itu bisa- bisa aura akan khilaf.


Gilang tersenyum samar melihat sikap grogi aura.


Ia memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh aura. Tak lama aura keluar kamar mandi sudah lengkap dengan baju tidurnya.


Gilang yang memang sudah duduk di ranjang meminta aura untuk mendekatinya.


Aura menurut, ia duduk di samping gilang. Gilang membelai rambut aura lembut.


{ Bersambung }

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak. Like dan koment. Makasih! 😊


__ADS_2