Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
DRAMA AURA


__ADS_3

Sesuai dugaan gilang, makanan yang aura beli tidak semua dia makan. Aura hanya mencicipi sedikit seteahnya ia berikan pada gilang. Dan gilanya lagi aura ingin gilang menghabiskan semua makanan tersebut.


Jika saja gilang tidak mengingat saat ini aura sedang hamil anaknya mungkin dengan keras gilang akan menolak permintaan aura.


Tapi apa daya, keinginan ibu hamil adalah hal yang utama. Gilang juga tidak mau hal buruk menimpa calon anaknya jika menolak keinginan aura.


Sungguh perut gilang tidak lagi sanggup menampung semua makanan itu, dengan wajah memelas gilang meminta agar aura mengizinkan para bodyguard dan maid dirumahnya untuk membantu gilang menghabiskan semua makanan.


Karena sepertinya gilang juga sudah tidak sanggup lagi, aura akhirnya menyetujui keinginan gilang. Untuk sesaat gilang bernapas lega. Tapi tingkah aura membuat gilang tidak dapat berkata- kata.


Ditengah malam, aura minta pulang kerumah orangtuanya dan ingin tidur bersama dengan orangtuanya. Jadilah malam hari terjadi drama. Aura yang merengek untuk pulang kerumah orangtuanya dan gilang yang menolaknya karena selain sudah sangat larut malam, cuaca juga sedang hujan lebat.


Bukan apa- apa, gilang takut terjadi hal di kondisi hujan lebat seperti itu.


Bagaimana pun gilang akan kalah oleh aura, dengan penjagaan yang ketat bahkan mobil mereka dikawal melebihi iring- iringan president.


Yang jelas di larut malam itu, seperti terjadi konvoi, dengan banyak kendaraan yang mengiringi mobil yang di tumpangi aura dan gilang.


Sampai di depan rumah orangtua aura, kehebohan kembali terjadi karena ternyata kedua orangtuanya sedang mengunjungi arfa dan keluarganya. Sontak aura meraung menangis, membuat gilang panik.


Jadilah mereka menuju kerumah arfa yang memang tidak begitu jauh dari rumah orangtua aura.


Tiba dirumah arfa, aura kembali membuat kerusuhan. Ia mengetuk pintu rumah arfa dengan keras, dan gedoran tak henti- hentinya.


Membuat baby killa yang sedang nyenyak tertidur jadi bangun karena terganggu.


Padahal baby killa baru saja memejamkan mata, karena memang sedang sakit.


Tangisan baby killa membuat suasana malam ini semakin ramai.

__ADS_1


Arfa sudah sangat geram mendapati pelaku kerusuhan adalah adiknya sendiri aura. Sebelum arfa marah- marah pada aura, gilang dengan cepat menarik arfa dan memberitahukan kondisi aura saat ini.


Walaupun sangat kesal, tapi arfa tidak dapat melakukan apapun malahan ia menyambut gembira kabar kehamilan aura.


Malam itu jadilah semua orang tidak ada yang tidur, mereka semua malah berkumpul di ruang keluarga dan menggelar karpet, bahkan kasur lipat di gelar ditengah rumah.


Bahkan baby killa yang tadinya sangat rewel menjadi anteng saat bersama dengan aura.


Sampai pukul tiga pagi, semua orang barulah terlelap. Padahal esok hari gilang ada jadwal operasi, dan siang nanti juga aura jadwal aura kerumah sakit.


Semenjak menikah, aktivitas aura dirumah sakit dibatasi oleh gilang. Dan dalam seminggu aura hanya di beri tiga hari untuk praktek di rumah sakit.


Entah setelah hamil, aturan apalagi yang akan gilang keluarkan. Mungkin juga aura tidak di izinkan untuk bekerja dirumah sakit.


Dan benar saja, pagi itu arfa terlambat bangun dan gilang juga harus meninggalkan aura disana, karena memang banyak pekerjaan yang ia harus selesaikan.


Rencananya siang nanti aura baru akan pulang setelah dari rumah sakit. Gilang juga belum melarang aura berkegiatan di rumah sakit.


Aura juga sangat mendukung keputusan arfa. Lagipula mereka berdua juga sangat mampu jika membiayai kehidupan orangtua mereka.


Walaupun terkadang ayah mereka masih sedikit bekerja, jika dari perusahaannya menghubungi meminta bantuan ayahnya.


Seharian ini gilang begitu disibukkan dengan pekerjaannya dan melupakan aura. Aura yang memang sensitif akibat dari hormon kehamilannya kembali menangis dirumah sakit. Membuat rekan dan orang- orang yang diperintahkan gilang untuk menjaga aura panik dan serba salah.


Aura hanya terus menangis, tanpa mengungkapkan masalah kenapa ia menangis. Gilang yang memang sedang rapat dan meninggalkan ponselnya di ruangannya tidak tahu begitu banyak panggilan yang masuk ke ponselnya.


Sampai- sampai salah satu orangnya datang ke kantor langsung untuk memberitahukan kondisi aura saat ini.


Tentu saja gilang sangat kaget, mendengar laporan anak buahnya. Dengan segera gilang menuju rumah sakit dimana aura berada.

__ADS_1


Aura masih menangis tersedu bahkan beberapa suster dan perawat terlihat membujuknya, tapi tangisannya tidak berhenti juga.


Bukan apa- apa kelakuan aura kali ini membuat semua penghuni rumah sakit gempar.


Aura memang salah satu dokter terkenal disana, selain itu juga kelakuannya membuat beberapa pasien yang memiliki janji temu dengannya jadi di cancel, karena aura bisa dipastikan tidak akan bisa memeriksa pasiennya.


Bahkan kepala rumah sakit ikut- ikut panik. Gilang datang dan langsung memberikan pelukannya pada aura. Dengan ajaib tangis aura seketika terhenti dan semua petugas rumah sakit meminta agar aura dibawa pulang saja.


Dengan sigap gilang menggendong aura dan masuk kedalam mobil. Sepanjang jalan aura tak melepaskan pelukannya pada gilang.


Mungkin karena terlalu lelah menangis, aura akhirnya tertidur pulas. Gilang dengan sabar mengelus punggung aura agar aura semakin lelap tertidur.


Lagi dan lagi, pekerjaan gilang sebagian di limpahkan pada asistennya dan sebagian lagi gilang kerjakan di rumah sambil menunggui aura yang masih terlelap.


Kenapa gilang tidak meninggalkan aura untuk kembali ke kantornya? Itu karena menurut nasehat ibunya gilang, prilaku yang ditunjukkan oleh aura saat ini adalah bawaan dari sang jabang bayi. Dan sebisa mungkin gilang jangan membuat aura bersedih.


Dan gilang sadar betul, hari ini ia melupakan aura karena larut dalam pekerjaannya.


Aura tertidur cukup lama, dan anehnya lagi saat bangun tidur mood aura sudah baik- baik saja, bahkan aura terkesan melupakan kejadian tadi siang saat dia menangis dirumah sakit.


Gilang juga tidak ingin membuat mood aura jadi bingung, jadi ia pun tidak menyinggung kejadian tadi siang.


Aura kembali ceria bahkan ia selalu menempel pada gilang. Kemanjaan aura sungguh naik level.


Jika biasanya ia tidak mau mengumbar kemesraannya di depan oranglain. Tapi kali ini ia seperti sengaja menunjukkan pada semua orang betapa mesranya ia dengan gilang.


Malam hari pun saat akan tidur, aura ingin dipeluk oleh gilang. Bahkan gilang tidak boleh bergerak dan menggeser sedikitpun menjauhi aura. Untuk ke kamar kecil saja, gilang harus menahannya sampai aura melepas pelukannya.


Apapun akan gilang lakukan untuk kenyamanan aura dan calon bayi mereka.

__ADS_1


Untuk sementara akhirnya gilang memutuskan untuk bekerja di dari rumah dan menemani aura selama kehamilan aura. Dan gilangpun meminta aura untuk tidak bekerja dirumah sakit lagi.


{ Bersambung }


__ADS_2