Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
PERPISAHAN


__ADS_3

Pagi harinya pasangan pengantin baru dara dan samuel ikut bergabung bersama keluarga mereka. Sepupu dara menjahili dara dan bertanya tentang malam pertama dara.


Muka dara sudah merah padam. Sesungguhnya ia bingung harus menjawab apa, karena memang tidak ada yang dara dan samuel lakukan di malam pertama mereka.


Sementara gilang yang berada dalam satu meja dengan pasangan pengantin baru dara dan samuel, tersenyum sinis. Dan hal itu di lihat oleh aura yang menggendong baby.


Ingin sekali aura bertanya pada suaminya tentang sikapnya yang seperti sinis pada adik iparnya.


" Kapan kalian akan pergi ke negara A? Tanya ayahnya samuel, karena memang kedua orangtua samuel akan pulang siang nanti.


Mereka harus segera pulang mempersiapkan pesta pernikahan samuel dan dara.


" Kapan kamu siap terbang honey?" Tanya samuel dengan mesra pada dara, membuat dara jadi tersedak makanannya karena samuel memanggilnya dengan honey.


" Uhuk...uhuk...!" Dengan sigap samuel memberikan air untuk dara. Seketika tenggorokan dara merasa sangat lega.


" Terserah kamu saja!" Ucap dara kemudian.


" Ya udah kita pulang sore nanti, ibu juga akan ikut bersama kami kan?" Tanya samuel pada ibu mertuanya.


" Ibu nanti pergi bersama gilang dan aura saja, menyusul kalian." Ucap ibunya gilang.


Ibunya ingin gilang juga datang menyaksikan dara menggelar resepsi pernikahannya di luar negeri.


Karena gilang sempat menolak ikut bersama ibunya. Padahal aura sudah membujuk gilang untuk ikut tapi gilang tetap menolak.


Jadi satu- satunya jalan yaitu dipaksa oleh ibunya. Ibunya yang rencananya akan pergi bersama dengan dara dan samuel sengaja tidak ikut bersama mereka.


Gilang tentu saja akan ikut jika ibunya tidak bersama dengan dara. Gilang tidak akan membiarkan ibunya pergi jauh tanpa ia pantau. Terlebih gilang sudah tahu penyakit yang di derita ibunya.


Aura memperhatikan perubahan raut wajah suaminya. Ada beban di sana dan gilang sepertinya malas untuk pergi.


Acara sarapan di pagi hari usai. Dara dan samuel kembali ke kamar mereka. Begitu juga dengan yang lainnya. Ada yang berkemas untuk kembali kerumah mereka. Ada yang langsung berangkat bekerja dari hotel.

__ADS_1


Begitu juga dengan gilang, ia akan langsung pergi ke kantor setelah mengantarkan aura, baby dan ibunya pulang kerumah.


Untuk sementara ibunya gilang akan tinggal bersama dirinya dan aura. Karena biasanya ibunya tinggal dengan dara, tapi karena sore ini dara akan terbang kenegara samuel.


Sebenarnya sangat berat untuk dara meninggalkan ibunya disini. Inginnya ia pergi bersama ibunya sesuai dengan rencana mereka, tapi ibunya dara sendiri yang menginginkan pergi bersama dengan gilang dan aura.


Setelah mengantarkan istri dan ibunya, gilang langsung ke kantor. Ia tidak menyangka saat sampai kantor ia malah ditunggu oleh samuel.


Wajah gilang sudah sangat tidak ramah melihat samuel ada di kantornya. Sebenarnya gilang sangat malas bertemu dengan samuel.


" Ada apa kamu datang ke sini?" Tanya gilang sarkas.


" Saya tidak banyak waktu untuk kamu!" Ucap gilang lagi sebelum samuel membuka suaranya.


" Saya kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena kak gilang sudah mau menerima saya sebagai keluarga."


" Siapa yang menerima kamu jadi keluarga saya?" Jawab gilang.


" Terserah kakak mau bilang apa, tapi saya akan membuktikan bahwa saya benar- benar mencintai dara dan akan membahagiakannya."


" Pasti akan saya buktikan. Tapi saya mohon kakak dan ibu harus datang ke acara resepsi pernikahan kami di negara saya. Saya tidak mau dara sedih jika kakak tidak datang." Ucap samuel dan berlalu meninggalkan ruangan gilang.


Gilang kembali sibuk dengan pekerjaannya, sebagai seorang kakak tentu saja gilang mau yang berbaik untuk adiknya. Gilang juga ingin mendampingi dara di hari besarnya, tapi mengingat kembali bagaimana dara dan samuel membohongi semua orang membuat gilang marah.


Gilang memilih untuk berkutat dengan pekerjaannya, sebelum beberapa hari mendampingi ibunya kenegera A.


Dirumah ibunya gilang banyak melamun dan terlihat sedih. Seperti banyak pikiran yang harus dipikirkan.


Aura mendekati ibu mertuanya dan mencoba untuk menghiburnya walaupun aura sesungguhnya tidak tahu mengapa ibu mertuanya terlihat sedih.


" Bu... Apa ibu baik- baik saja? Apa yang ibu pikirkan? Kalau ibu mau, ibu bisa cerita sama aura." Ucap aura hati- hati takut menyinggung mertuanya.


" Ibu hanya merasa sedih, apa kamu tidak aneh dengan kejadian kemarin di pernikahan dara?" Tanya ibunya gilang.

__ADS_1


" Semua baik- baik saja bu, itu mungkin hanya perasaan ibu saja."


" Tapi feeling ibu mengatakan ada hal besar yang terjadi di balik pernikahan dara kemarin."


" Ibu jangan negatif thinking, nanti kita tanya langsung sama dara dan samuel langsung atau kita tanya gilang." Ucap aura memberi saran.


Seketika mendung di wajah ibunya gilang pergi dan berganti dengan senyuman pada aura dan baby yang memang sedari tadi di dalam pangkuan aura.


Ibunya gilang akhirnya bermain dengan cucunya, baby adalah obat paling mujarab untuk mertuanya aura.


Aura secara diam- diam menghubungi gilang dan menceritakan kejadian tadi. Gilang hanya meminta aura untuk menghibur ibunya dan tidak membebani ibunya dengan pikiran yang berat.


Gilang berjanji akan pulang lebih cepat dan akan membawa ibunya untuk mengantarkan dara ke bandara.


Gilang tahu baik ibunya ataupun dara tidak pernah berjauhan dalam waktu yang lama. Dan ini untuk pertama kalinya mereka berjauhan.


Sore hari aura dan mertuanya sudah rapi dan menunggu gilang datang. Mertuanya aura juga tadi sudah menelepon dara agar menunggunya di bandara sebelum pergi karena ia akan mengantarkan kepergian dara.


Sesuai yang di harapkan, gilang datang dan langsung meminta aura dan ibunya masuk ke mobil, karena waktunya juga sudah sangat mepet.


Gilang membawa mobil dengan cepat, ia takut dara sudah cek in dan memasuki pesawat. Dan benar saja sampai bandara dara sudah akan masuk pesawat, tapi gilang meminta sedikit waktu agar ibunya dan dara bisa mengucapkan kata perpisahan.


Suasana haru langsung terasa, orangtua mana yang tidak akan sedih melepas kepergian putrinya yang selama ini selalu bersamanya terlebih mereka akan terpisah jarak yang sangat jauh.


Dara juga ikut menangis meninggalkan ibunya. Inginya membawa ibunya ikut bersamanya saat ini juga.


Samuel menyaksikan dengan terharu bagaimana dara begitu sayang pada ibunya. Cinta dan sayang dara pada ibunya tidak perlu diragukan lagi.


Bahkan hanya untuk menyenangkan ibunya dara rela menikah dengan samuel yang notabennya pria yang benar- benar asing bagi dara.


" Ibu harus segera menyusul dara!" Ucap dara dengan derai air mata.


" Pasti ibu akan segera kesana, ibu hanya menunggu kakakmu menyesaikan pekerjaannya disini. " Jawab ibunya dara.

__ADS_1


Sementara gilang yang mendengar perkataan ibunya jadi merasa bersalah. Karena dirinya ibunya harus berpisah dengan dara.


{ Bersambung }


__ADS_2