
Ada rasa sesal dalam diri dara telah memutuskan untuk bertanya pada kakaknya. Ia tidak mungkin berbohong pada kakaknya tentang kondisi ibunya saat ini.
Dara sudah terlanjur berjanji pada ibunya, untuk tidak memberitahukan kondisinya pada gilang kakaknya.
Tapi dara juga berpikir ia takkan sanggup menghadapi semua kenyataan buruk pada ibunya.
Hanya gilang tempatnya berkeluh kesah dari dulu. Dengan sangat terpaksa dara menceritakan kondisi ibunya saat ini. Bahkan dara juga bercerita tentang ibunya yang ternyata sudah mengetahui penyakit yang di idap.
Terus terang saja gilang begitu shock mendengarnya. Ia tidak menyangka ibunya begitu pandai menyembunyikan segalanya darinya.
Sebagai anak gilang benar- benar menyesal, ternyata ia belum bisa menjaga ibunya dengan baik dan memberikan rasa nyaman pada ibunya.
Entah alasan apa yang ibunya akan berikan pada gilang, mengapa ibunya menyembunyikan segalanya pada gilang.
Tiba- tiba aura datang saat dari tadi ia menguping pembicaraan antara suami dan adik iparnya.
Aura tidak menyangka bahwa prediksinya ternyata benar. Bahwa ibu mertuanya menderita penyakit. Aura jadi sangat merasa bersalah pada ibu mertuanya.
Seharusnya dari dulu aura cerita dengan gilang tentang kecurigaan dirinya pada ibu mertuanya, agar gilang cepat mengambil tindakan.
__ADS_1
Sekarang sudah terlambat, penyakit mertuanya juga sudah sangat parah.
Hanya keajaiban yang mereka harapkan sekarang. Gilang terlihat sangat frustasi akan semua yang sudah terjadi.
Dara juga meminta gilang agar pergi kerumah sakit bersama dirinya. Karena sekarang ibu mereka dirawat dirumah sakit.
Sesat gilang menatap aura meminta izin. Aura yang paham langsung menganggukan kepalanya.
" Mas gak usah khawatir, aku dan baby aman disini. Mas jaga ibu dirumah sakit saja!" Tutur aura lembut sambil memegang lengan gilang memberikan kekuatan pada suaminya.
Tanpa menunggu apapun gilang langsung berdiri dan pergi kerumah sakit, di ikuti dara dari belakang.
Samuel membawa kakak beradik itu ke mobilnya dan menuju rumah sakit dimana mertuanya di rawat.
Tidak usah khawatir siapa yang menjaga ibunya dara di rumah sakit. Samuel sudah menyewa perawat yang khusus mengurus ibu mertuanya.
Samuel mengendarai kendaraannya dengan lebih cepat, gilang duduk di samping bangku pengemudi. Sementara dara duduk di kursi belakang.
Pikiran kedua kakak beradik itu sudah tidak tenang memikirkan kondisi ibunya. Mereka takut terjadi hal buruk pada ibu mereka.
__ADS_1
Ibu adalah satu- satunya orangtua kandung mereka yang tersisa. Jika terjadi hal buruk pada ibu mereka tentu saja mereka akan sangat menyesalinya.
Tak terasa air mata dara mengalir begitu saja, sesekali ia terisak. Samuel melirik dara dari kaca spion. Ia menyodorkan tissue pada dara.
Dara dengan ragu menerimanya. Ada rasa tak enak pada samuel. Beberapa hari ini samuel selalu di sibukkan oleh urusan dara, terlepas dari persiapan resepsi pernikahan mereka.
Samuel juga hari ini tidak masuk kantor karena menemani dara dirumah sakit menjaga ibunya.
Dara berpikir samuel mungkin melakukan semua itu karena ada gilang di sini.
Ia tidak mau berekspektasi terlalu tinggi pada samuel dan pernikahannya dengan samuel.
Dara tidak tahu jika semua yang samuel lakukan untuknya sangat tulus karena samuel benar- benar jatuh cinta pada dara.
Samuel tidak mau dara bersedih akan apapun, dan kondisi ibunya saat ini benar- benar membuat dara sedih dan samuel tidak suka akan hal itu.
Selama menempuh waktu setengah jam gilang, dara dan samuel sampai dirumah sakit.
Mereka segera berjalan ke kamar rawat ibu mereka. Di depan pintu ada pengawal yang berjaga disana. Tentu saja itu atas perintah samuel.
__ADS_1
{ Bersambung }