
Rissa memeluk aura cukup lama, bahkan arkan menjadi sangat geram karena sekarang bundanya malah lebih perhatian pada gadis yang dia tolong.
" Bun mau sebarapa lama lagi berpelukan?" Tanya arkan kesal.
Aura malah memelototkan matanya, memberi isyarat agar arkan diam tidak berkomentar. Tapi rissa yang memang berada dalam pelukan aura jadi tidak enak hati, perlahan rissa melepaskan pelukannya pada aura.
" Tante bisakah tante menghubungi momi untuk jemput aku disini?" Pinta rissa.
" Tentu sayang, sekarang kamu mandi dan ganti baju ya. Nanti diantar sama si mbok." Perintah aura pada aura. Selanjutnya simbok yang memang menjaga villa bersama dengan suaminya membawa rissa ke kamar yang masih kosong, belum di tempati oleh yang lain. Si mbok juga memberikan pakaian untuk rissa.
Sementara aura yang akan menghubungi vina, di cegah oleh gilang. Dia meminta pada aura biar gilang saja yang menghubungi aditya. Menurut pengamatan gilang hal yang terjadi pada rissa bukan sesuatu yang sederhana. Gilang hanya tidak mau jika aura yang berbicara langsung dengan vina maka keadaan akan semakin jadi buruk.
Gilang menghubungi nomor aditya, selama ini hubungan keduanya terbilang baik bahkan mereka pernah terlibat satu kerjasama.
" Hallo assalamualaikum...!" Ucap gilang memulai pembicaraan dengan aditya.
Di sebrang sana aditya merasa heran, karena gilang tidak akan menghubunginya jika tidak ada hal yang penting.
__ADS_1
" Walaikumsallam lang, ada apa tumben kamu telepon saya!"
"Apa keluarga kamu dalam keadaan baik- baik saja?"
" Semua baik, kenapa kamu bertanya seperti itu?"
" Apakah rissa anakmu baik- baik saja?"
" Gilang cepat katakan ada apa sebenarnya?"
" Apakah kamu tidak tahu bahwa putrimu mengalami penculikan?"
Dengan enggan gilang menceritakan kronologi ditemukannya rissa oleh killa dan arkan, sesuai dengan cerita killa.
Jelas saja aditya geram bukan main, bagaimana anak buahnya tidak melaporkan hal tersebut padanya.
Yang aditya tahu, saat ini rissa sedang ikut berkemah dengan para pecinta alam di fakultasnya.
__ADS_1
Aditya yang awalnya tidak mengizinkan rissa akhirnya harus luluh karena rissa mogok makan sebelum aditya mengizinkannya.
Dan dengan terpaksa aditya mengizinkannya, selain itu juga aditya menempatkan beberap anak buahnya untuk menjaga rissa, tapi kejadian ini membuat aditya murka. Terutama pada anak buahnya yang tidak melaporkan apapun padanya.
Dengan cepat aditya menuju villa milik gilang, tanpa memberitahukan pada vina, ia hanya bilang ada urusan kantor yang harus segera ia kerjakan.
Vina yang memang sudah terbiasa dengan hal itu tidak menaruh curiga sama sekali.
Beruntungnya bukan aura yang memberitahukan langsung pada vina, jika saja aura yang memberitahu vina, sudah pasti vina tidak akan baik- baik saja.
Karena sudah beberapa hari semenjak rissa kemping perasaan vina tidak enak.
Acara pesta di villa gilang masih berlanjut sampai dini hari hari kedua mertuanya yang sudah istirahat ke kamar mereka, karena memang alasan kesehatan keduanya tidak diperbolehkan tidur terlalu malam.
Aditya sampai dengan amarah yang memuncak, tapi saat melihat putrinya baik- baik saja, aditya sungguh merasa sangat tenang.
Amarah yang tadi siap di luncurkan untuk rissa menghilang begitu saja. Tapi untuk menghormati tuan rumah aditya terlebih dahulu menghampiri gilang yang memang sedari tadi aditya datang sudah memandangnya dengan tatapan mengejek.
__ADS_1
Di antara aditya dan gilang memang ada persaingan yang tidak dapat diputus begitu saja, terlebih persaingan melindungi orang- orang yang mereka cintai.
{ Bersambung }