Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
SALAH PAHAM


__ADS_3

" Kenapa kamu malah membela dia!" Ucap gilang sambil menunjuk pria yang tadi gilang tonjok.


" Apa kamu memang sengaja pergi dengan dia saat aku gak ada, dan bermain api di belakangku?" Lanjut gilang masih dengan tuduhannya.


" Apa maksud kamu berbicara seperti itu mas?" Jawab aura marah.


Keadaan benar - benar kacau. Emosi gilang dan aura sama- sama tinggi dan itu membuat baby menjadi menangis kencang mendapati kedua orangtuanya malah bersitegang. Baby yang baru menginjak umur satu setengah tahun tersebut tidak suka dengan keadaan saat ini.


Gilang mengucek mukanya frustasi, setelah aura pergi dengan baby ke kamar mereka.


Sedangkan pria yang bernama ardi, masih tidak tahu harus berbuat apa. Keputusannya mengajak aura adik kelasnya saat kuliah dulu untuk kerumah sakit dimana ia praktek dulu ternyata salah besar.


Awalnya ardi yang berada di hotel tempat aura menginap setelah mengikuti seminar tidak sengaja bertemu aura dan baby. Aura saat itu sedang menunggu taksi yang dia pesan.

__ADS_1


Mereka sedikit berbincang dan menyapa. Ternyata aura ingin kerumah sakit untuk menyusul gilang. Karena baby juga sedikit rewel mendapati ayahnya tidak bersama mereka.


Kenapa tadi aura tidak ikut bersama gilang dan yang lainnya, ya karena baby saat itu sedang tidur dan jika tidurnya terganggu maka baby suka rewel.


Makanya aura memilih untuk menunggu di hotel. Tapi keadaan jadi kacau karena baby malah terbangun dan rewel saat mendapati gilang tidak bersama mereka. Dengan terpaksa aura menyusul gilang kerumah sakit dan untuk mengetahui keadaan ibu mertuanya.


Makanya aura menunggu taksi dan karena terlalu lama baby malah semakin rewel, saat itulah ardi menawarkan bantuannya pada aura. Kebetulan juga rumah sakit mertua aura di rawat juga adalah rumah sakit tempat ardi kerja.


Dengan segera gilang menggendong baby, dan menenangkannya. Seketika baby terdiam dan tidak menangis ataupun rewel.


Bahkan baby kembali tertidur dalam gendongan gilang. Sekarang yang menangis adalah aura.


Ia masih tidak terima dituduh yang tidak- tidak oleh gilang. Suara tangis aura tertahan, karena ia tidak mau baby kembali terbangun karena isak tangisnya.

__ADS_1


Gilang menidurkan baby di ranjang dengan hati- hati takut baby terbangun. Setelah dirasa aman, gilang mendekati aura yang masih terisak duduk di sofa.


Gilang mendudukan dirinya di depan aura.


" Maaf, aku gak ada maksud mengatakan hal seperti itu tadi. Aku hanya panik mendapati kamu dan baby tidak ada di hotel. Terlebih CCTV hotel menunjukkan kamu pergi dengan pria tadi. Aku benar- benar panik." Kata gilang cepat- cepat minta maaf, sungguh dia tidak akan tega jika aura sudah menangis begitu.


Gilang tahu aura wanita seperti apa, tapi emosinya membuat gilang mengatakan hal yang begitu menyakitkan.


" Aku harus gimana mas, baby rewel nyariin kamu, aq telepon kamu juga ternyata ponsel kamu tertinggal di sini. Jadi saat ada senior aku yang menawarkan bantuannya tanpa pikir panjang aku menerimanya. Aku tidak memikirkan kamu akan marah seperti tadi. Tadi aku kerumah sakit dan hanya ada dara disana jadi aku langsung pulang. Karena memang aku tadi di antarkan oleh kak ardi, jadi ia juga menawarkan untuk mengantarkan aku dan baby ke hotel. Lagi pula aku tidak hapal jalanan di sini." Jelas aura, memberikan penjelasan pada gilang.


Hati gilang jadi mencelos mendengar penjelasan aura. Seharusnya tadi ia berterimakasih pada pria tadi, bukan malah memukulnya.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2