Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KAMU PASTI MAU JUGA KAN?


__ADS_3

Benar saja, subuh pagi aura sudah membuat heboh rumah mereka. Aura berteriak sangat kencang saat mendapati gilang telah tidur sambil memeluknya erat.


Walaupun suara aura membuat semua pegawai di rumah terkejut, tapi mereka tidak berani mengecek ke kamar aura. Karena mereka tahu bahwa pelaku yang membuat nyonya bertingkah seperti itu tentu tidak lain tuan mereka gilang.


Gilang yang sudah menduga pasti akan jadi seperti itu, tetap saja kaget saat aura berteriak di dekatnya.


" Kenapa sih sayang pagi- pagi udah bikin heboh?" Tanya gilang masih dengan muka bantalnya.


" Heboh? Gimana aku gak heboh, kenapa kamu tidur di kamar aku hah?" Tanya aura sewot.


" Alah kamu juga mau kan? Buktinya tidur kamu semalam nyenyak banget aku peluk!"


" Gak ya, aku gak gitu. Kamu kok gitu sih? Ngelanggar kesepakatan kita." Kesal aura. Sedari tadi terlihat gilang tidak merasa bersalah sama sekali.


" Ya udah aku pindah ke kamar aku sekarang." Ucap gilang dengan polosnya yang membuat aura semakin marah.


" Gilang!" Teriak aura, namun sayangnya gilang sudah berlari secepat kilat keluar dari kamar.


Akibat drama pagi hari, aura sampai terlambat untuk shalat subuh. Ia menggerutu akan tingkah gilang.


Walaupun di akui ataupun tidak semalam aura memang tidur amat nyaman.


Aura sudah ada di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan gilang. Setelah selesai aura kembali ke kamarnya untuk bersiap berangkat ke rumah sakit. Karena aura sudah mandi, jadi ia hanya mengganti pakaiannya saja. Terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi, aura sudah pasti tahu siapa gerangan.


Gilang memang penuh tipu muslihat. Apa bedanya dengan pisah kamar atau sekamar, kenyataannya gilang menguasai kamar. Bahkan kamar aura sudah seperti kamarnya sendiri.


Padahal kan kamar itu memang kamar mereka berdua. Merasa akan aman, aura secepat mungkin mengganti bajunya. Yang tidak aura tahu bahwa gilang telah menyelesaikan mandinya dan sekarang dengan memperhatikan aura yang sedang berganti baju di depannya.


Sebisa mungkin gilang tidak menimbulkan suara agar aura tidak menyadari keberadaannya. Gilang begitu menikmati pemandangan di pagi hari.


Dari semalam sungguh ia sangat beruntung, bisa tidur dengan aura dan di pagi hari sudah di suguhi pemandangan yang membuatnya seketika jadi bersemangat.


Menyadari akan selesai dengan kegiatannya, gilang segera masuk kembali ke kamar mandi dan berpura- pura baru keluar.

__ADS_1


" Sejak kapan kamu ada di dalam sayang?" Tanya gilang sok polos, jelas- jelas ia dari tadi menikmati pemandangan tubuh istrinya.


" Aku baru masuk, cepetan pakai pakaianmu dan turun untuk sarapan." Ucap aura sambil mengambil tas kerjanya dan sepatu. Ia keluar dan menuju meja makan.


Gilang tersenyum sendiri, merasa konyol dengan tingkahnya sendiri. Bagaimana ia mengintip istrinya sendiri. Gilang akan mengambil pakaiannya di lemari tapi ia melihat sudah ada satu stel pakaian kerjanya di atas ranjang. Gilang kembali tersenyum samar.


Gilang turun sudah rapi sambil menenteng tas kerja dan laptopnya.


" Cepat habiskan sarapanmu, hari ini aku akan mengantar kamu ke rumah sakit!" Ucap gilang kemudian.


" Gak usah aku bisa pergi sendiri." Ucap aura cepat.


" Ya udah kamu gak usah kerumah sakit kalau gitu." Putus gilang sepihak membuat aura tidak dapat berkutik.


Terpaksa pagi itu aura di antar gilang. Sampai rumah sakit aura keluar dari mobil gilang. Ia membuka pintu mobil tapi malah masih terkunci.


" Buka dong, kok malah di kunci?" Protes aura.


" Kamu mau pergi gitu aja, gak pamit sama aku dan salim sama suami kamu!" Kata gilang sambil menekankan kata suami.


Aura yang masih terkesima jika di cium oleh gilang, hanya diam.


" Udah aku buka, gak mau keluar atau mau ikut ke kantor aku?" Kata gilang menyadarkan aura.


Dengan cepat aura keluar dari mobil dan meninggalkan gilang yang masih memperhatikan aura sampai aura tidak terlihat lagi.


Gilang melajukan mobilnya rumah sakit, tapi tidak langsung ke kantor melainkan ke sebuah toko perhisaan. Ia ingin mengambil pesanannya beberapa waktu yang lalu.


Sebelumnya aura menolak cincin kawin mereka. Dan saat aura marah pada gilang, aura melempar cincin itu.


Sekarang gilang mengambil pesanan cincinnya. Tidak mungkin juga gilang membiarkan jari manis aura kosong, bisa jadi orang tidak akan tahu bahwa aura sudah menikah dengannya.


__ADS_1


Sepasang cincin dengan bertahta berlian pada cincin aura dengan nama masing- masing. Cincin gilang dengan nama Aura pricillia A dan di cincin aura dengan tertulis nama Gilang Semesta.


Rencananya malam ini gilang ingin memberikan kejutan untuk aura.


Dirumah sakit, aura sudah sangat sibuk dengan pasiennya yang membludak. Karena aura mengambil cuti terlalu banyak. Bahkan untuk makan siang saja, aura hampir saja melupakan jika saja gilang tidak mengingatkan dan memaksa aura untuk makan.


Sampai malam belum ada tanda- tanda aura akan segera pulang. Gilang sudah menunggu aura di tempat parkiran tapi aura juga belum menampakkan dirinya, padahal setengah jam yang lalu aura akan segera pulang dan menghampiri gilang.


Tapi sampai detik ini, hilal aura akan datang belum nampak. Karena rasa kesal sekaligus khawatir, gilang masuk rumah sakit. Ia mencari aura ke tempat prakteknya, tapi ruangan aura juga kosong.


Beruntung saat itu ada suster yang lewat dan gilang menanyakan keberadaan aura. Dari suster itu gilang tahu bahwa aura secara mendadak harus melakukan operasi karena ada korban kecelakaan yang harus di operasi.


Pantas saja aura tidak segera pulang. Dengan sabar gilang menunggu aura di depan ruang operasi bersama dengan korban kecelakaan. Bahkan keluarga korban kecelakaan heran melihat gilang di sana. Ditambah dengan penampilan saat ini. Yang masih lengkap memakai pakaian kerjanya.


Siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


Dua jam sudah aura di ruang operasi, aura keluar dari ruang operasi dan menghampiri keluarga korban, tapi ada yang membuatnya heran. Seorang laki- laki yang sangat aura kenal sedang tidur dengan posisi sambil duduk. Sungguh posisi yang sangat tak nyaman.


Setelah aura menjelaskan kondisi pasien pada keluarganya, ia mendekati gilang. Dengan pelan aura mengelus pipi gilang lembut.


Aura sungguh tidak tega membangunkan gilang, tapi posisi gilang yang terlihat tak nyaman ditambah saat ini juga sudah malam, angin malam bisa membuat gilang masuk angin jika di biarkan tidur di sana semalam.


Merasa ada yang menyentuh pipinya, mata gilang mengerjap dan mendapati wajah lelah aura.


" Udah selesai? Bagaimana operasinya, apakah berhasil?" Tany gilang.


" Pulang yuk!" Ucap aura lembut. Ia tidak ingin menjawab pertanyaan gilang karena saat ini ia ingin segera pulang, agar gilang bisa tidur dengan nyaman.


" Cup...!" Gilang mengecup pipi aura singkat.


" Apa capek? Ayo kita pulang." Ajak gilang cepat. Aura masih melongo dengan apa yang dilakukan oleh gilang.


{ Bersambung }

__ADS_1


Tetap dukung autor ya dengan meninggalkan jejaknya. Like dan komentnya autor tunggu loh!😊


__ADS_2