Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
AURA HAMIL!


__ADS_3

Hari ini vina lagi- lagi tidak di izinkan keluar dari rumah, bahkan sudah beberapa hari dia tidak bekerja. Tapi yang menjadi anehnya adalah pihak rumah sakit juga tidak menghubunginya sama sekali, bahkan vina tidak bertugas lebih dari tiga hari.


Biasanya jika vina tidak masuk walaupun hanya sehari, pihak rumah sakit akan terus menghubunginya.


Entah kenapa juga aditya tidak memintanya untuk mencabut gugatan cerainya. Seharusnya pengajuannya sudah di proses pihak pengadilan. Tapi sampai saat ini vina belum mendapat kabar apapun dari pengadilan maupun pihak pengacaranya.


Aditya juga semakin hari semakin menunjukkan cintanya pada vina. Setiap hari ada saja kejutan yang di berikan oleh aditya padanya.


Ponsel vina juga sudah ada dalam pegangannya, dan orang yang pertama kali ia hubungi adalah sahabatnya aura. Barulah dia menghubungi keluarganya.


Anehnya ayahnya saat vina bilang berada di rumah aditya, ayahnya bersikap biasa saja, malah meminta vina untuk menjaga rumah tangga mereka.


Terkesan ayahnya memberikan restu pada aditya. Dan mendukung tindakan aditya.


Jadilah vina setiap hari berada di rumah.


Berbeda dengan kondisi vina, saat ini aura sedang tidak baik- baik saja. Sedari pagi bangun tidur, tak hentinya aura muntah bahkan saat tak ada yang bisa di muntahkan perutnya terus saja bergejolak membuat seisi rumah heboh.


Gilang sendiri sekarang sedang berada diluar kota mengurus beberapa urusan pekerjaannya di sana.


Dokter juga sudah dipanggil dan saat ini aura sedang di periksa. Dokter hanya tersenyum samar selesai memeriksa aura.


" Apakah nyonya telat datang bulan?" Tanya dokter Siska, yang khusus dipanggil untuk memeriksa aura.


Aura nampak berpikir keras, dan seingatnya sudah dua bulan dia tidak mensturasi. Mengerti dengan maksud dokter siska, aura menganga tidak percaya.


Apakah dugaannya benar adanya, aura langsung meminta salah satu maid untuk membeli tespek.


Dokter siska menyarankan aura untuk memeriksakan diri pada dokter kandungan.


Hati aura sungguh sangat bahagia. Memikirkan ada makhluk dalam rahimnya. Buah cintanya dengan gilang.


Sementara itu dalam perjalanan pulang gilang gelisah mendengar kondisi aura yang tidak baik- baik saja. Ia takut magh aura kambuh. Padahal sebisa mungkin gilang selalu memastikan aura makan dengan teratur dan tidak menunda waktu makannya sesibuk apapun kegiatan aura.

__ADS_1


Gilang bahkan mengutus salah seorang perawat untuk menjaga aura saat dirumah sakit.


Apakah kali ini ia kecolongan atau memang dia akhir- akhir ini tidak memperhatikan aura karena kesibukannya. Gilang jadi merasa bersalah sendiri.


Siang hari gilang baru sampai di rumahnya, dan yang membuat ia terkejut adalah tingkah yang di lakukan oleh aura.


Dengan enaknya aura memakan rujak mangga yang sudah dipastikan rasanya sangat asam. Padahal tadi pagi kondisinya mengkhawatirkan.


Dengan marah, gilang menghampiri aura dan merebut rujak buah mangga dalam tangan aura. Hal itu tentu saja membuat aura sedih dan seketika tangis aura menggema di dalam rumah.


Gilang jadi serba salah, membiarkan aura memakan rujak tersebut akan membuat magh aura kambuh, tapi mendengar suara tangisan aura, gilang juga tidak tega.


" Loh...loh... Kok malah nangis sih! Kamu itu magh tapi makanan kamu kayak gini."


" Kamu benar- benar jahat, aku benci sama kamu." Teriak aura sambil berlari masuk kamar.


Gilang menggelengkan kepalanya. Sungguh aura membuatnya kepalanya jadi sangat pusing. Bagaimana mungkin aura begitu abai pada kesehatannya sendiri.


Seharusnya sebagai seorang dokter aura tahu bagaimana menjaga kesehatannya sendiri.


Dan ada satu laporan yang membuat gilang kaget sekaligus bahagia.


Saat aura meminta salah satu maid membeli tespek dan dokter siska meminta aura mengunjungi dokter kandungan.


Gilang langsung berlari menuju kamarnya, tapi saat mau masuk ternyata kamarnya dalam keadaan terkunci.


Sudah dapat dipastikan aura masih marah padanya. Gilang meminta anak buahnya mengambil kunci cadangan.


Ceklek! Pintu kamar terbuka. Dan pemandangan yang pertama kali dilihat oleh gilang adalah aura yang masih menangis tersedu sambil memeluk guling. Tangisannya sungguh menyayat hati.


" Sayang!!! maafin aku ya! Aku bawa rujak yang tadi kamu makan. Kamu bisa makan rujak sepuas hati kamu. Yang terpenting kamu senang." Ucap gilang meyakinkan.


"Kamu jahat, udah gak sayang sama aku lagi. Udah gak peduli sama aku lagi." Ucap aura dengan tangisan.

__ADS_1


" Gak ada kayak gitu, sayang aku sama kamu malah tambah besar. Apalagi sekarang ada buah cinta kita dalam kandungan kamu."


" Kok kamu tahu kalau aku sekarang lagi hamil? Huwaaaa.....!" Tangis aura semakin keras. Membuat gilang semakin bingung.


" Kamu kenapa sayang, apa ada yang sakit?"


" Harusnya kamu jangan tahu dulu tentang kehamilan aku. Aku mau bikin kejutan buat kamu, tapi kamu udah tahu duluan."


Mendengar ucapan aura, gilang malah tergelak tertawa. Tidak menyangka aura menangis hanya karena itu.


" Sayang.... Aku adalah orang paling bahagia saat mendengar kamu hamil, jadi tanpa kamu memberikan kejutan untuk aku, aku udah terkejut bahagia. Sekarang kamu udahan dong nagisnya dan kita bersiap ke dokter kandungan." Ucap gilang panjang lebar.


Mendengar ajakan dari gilang, tangis aura seketika berhenti, ia langsung berganti pakaian dan bersiap ke dokter kandungan.


Gilang hanya menggelengkan kepalanya mendapati perubahan mood aura yang begitu cepat berubah.


Dalam perjalanan ke dokter kandungan, aura begitu manja pada gilang. Bahkan ia menempel terus pada gilang. Bahkan aura meminta gilang menemaninya duduk di belakang. Dan meminta agar di antar oleh supir. Jika biasanya jika mereka pergi berdua aura selalu menolak jika ada orang kegita di antara keduanya. Keadaan malah terbalik saat ini.


Aura juga tidak malu mengumbar kemesraan antara dirinya dan gilang di depan pak supir.


Semua diluar kebiasaan aura, tapi gilang malah senang dengan kelakuan aura sekarang. Setidaknya dengan aura bersikap seperti itu tidak ada laki- laki yang berani mendekati aura karena berpikir aura masih lajang.


Sampai rumah sakit, mereka mengantri menunggu giliran. Walaupun masih banyak pekerjaan yang belum gilang selesaikan, tapi hari ini gilang benar- benar tidak peduli, hari ini hari khusus untuk menemani aura.


Aura melakukan pemeriksaan dan sudah dapat dipastikan aura saat ini sedang hamil dengan umur janin sepuluh minggu. Perkembangan janinnya juga sangat baik.


Selesai dengan pemeriksaan, gilang memutuskan untuk membawa aura jalan- jalan di taman kota. Disana juga ada banyak penjual makanan.


Ada bakso, siomay, es cendol, es dawet, es doger, telur gulung, cilok, dan masih banyak lagi makanan yang di jual disana.


Karena memang banyak warga yang main di taman kota.


Aura seperti anak kecil membeli banyak makanan untuk dia makan. Gilang pun menuruti apapun yang aura mau. Walaupun gilang pun ragu aura dapat menghabiskan semua makanan yang di beli.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2