Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
GENCATAN SENJATA


__ADS_3

Mendengar kata yang di ucapkan vina membuat aditya goyah, ia ingin melepaskan vina dari kungkungannya tapi hal tidak terduga terjadi.


Vina membalik keadaan, ia mulai memancing aditya. Tentu saja aditya menyambut dengan baik usaha vina. Sudah lama ia tidak menyentuh istrinya.


Bagaimana pun aditya laki- laki normal. Mereka larut dalam gairah yang mereka ciptakan.


Sampai aditya tidak bisa lagi menahan hasratnya, tiba- tiba vina menghentikan aktivitas mereka membuat aditya kecewa.


" Kenapa? Apa kamu tidak mau disentuh saya?" Tanya aditya dengan kecewa.


" Kamu lupa? Aku masih nifas." Sesal vina. Jika sudah tahu ia masih nifas kenapa harus memancing aditya.


Terus terang saja aditya sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi istrinya benar- benar belum bisa melayaninya.


Aditya berdiri ingin menjauh dari vina, tapi vina malah menahannya.


Aditya benar- benar heran dengan apa yang vina lakukan.


" Saya mau ke kamar mandi, saya tidak mungkin terus berdekatan dengan kamu dalam keadaan seperti ini." Terang aditya.


" Aku bisa kok bantu." Ucap vina ambigu.


Aditya mengernyitkan dahinya, berpikir maksud perkataan vina. Vina tak banyak berkata lagi tapi membimbing aditya.


Malam itu sepasang suami istri menyalurkan rasa rindu mereka dengan gairah yang tinggi.


Pagi harinya suasana hati aditya maupun vina sudah sangat baik. Bahkan pagi itu aditya sengaja berangkat agak terlambat agar lebih lama bersama dengan vina dan baby girl.


Perawat, baby sister dan pegawai disana ikut bahagia melihat majikan mereka dekat kembali dan bermesraan di meja makan.


Dengan menggendong baby girl aditya pamit pada istrinya. Vina juga mengantarkan aditya sampai di depan pintu mobil.


Aditya pamit dan menyerahkan baby girl pada vina. Ia juga berpesan agar vina dirumah saja, tidak pergi kemana pun.


Semenjak kejadian tertusuknya gilang di mall, aditya memang begitu memproteksi vina dengan ketat.


Ia tidak mau mantannya dahulu melukai vina dan baby girl. Seperti kejadian aura.


Walaupun yang melakukan penusukan bukan mantan pacar gilang, tapi tetap saja motif utamanya ingin mencelaki aura demi mendapatkan gilang.

__ADS_1


Apalagi aditya mempunyai benar- benar mempunyai mantan kekasih yang sangat nekad.


Di kantor juga aditya lebih berseri, berbeda dari hari- hari sebelumnya yang selalu menampkan wajah dingin.


Ya walaupun karyawannya agak sedikit aneh dengan perubahan gilang pagi ini, tapi itu membuat mereka senang.


Berarti aditya kembali hangat sama setelah kembali hidup bersama dengan vina istrinya.


Dirumah vina yang memang merasa kondisinya sudah jauh lebih baik, saat ini tengah berada di dapur. Ia disibukkan dengan memasak makanan kesukaan aditya.


Rencananya ia ingin memberikan kejutan pada aditya. Ia ingin mengantarkan makan siang untuk aditya.


Dalam bayangan vina pasti aditya akan sangat senang mendapat kejutan darinya.


selama dua jam lamanya vina berada di dapur, koki yang memang dikhususkan memasak disana jadi ketar ketir, takut bosnya akan marah jika tahu vina memasak.


Semua pegawai dirumah aditya memang di wanti- wanti untuk tidak membiarkan vina kecapaian. Apalagi semenjak vina melahirkan aturan itu semakin ketat.


Tapi vina begitu keras kepala tidak mendengarkan siapapun pegawainya disana.


Vina tidak tahu, di kantornya aditya melihat jelas kegiatan vina hari ini. Tentu saja aditya khawatir.


Vina juga sudah rapi dengan dandannya. Tapi baby girl tidak vina bawa karena memang rencananya ia tidak akan lama di kantor aditya.


Sedangkan untuk stok ASI sudah mencukupi selama vina pergi. Tapi tiba- tiba kepala vina mendadak sakit dan ia pingsan.


Para bodyguard yang khusus ditugaskan untuk menjaga vina dengan cepat membawa vina kerumah sakit. Mereka juga menghubungi aditya menjelaskan kondisi vina saat ini.


Aditya yang saat itu sedang berada diruang rapat tidak menyadari panggilan masuk di ponselnya, karena memang ia meng silent ponselnya.


Sampai seseorang mengetuk ruang rapat. Biasanya tidak ada yang berani menggangu saat aditya melakukan rapat.


Tapi seorang bodyguard yang memang ditugaskan menjaga aditya mengetuk pintu dan berbisik pada aditya.


Seketika raut wajah aditya berubah, tentu saja aditya sangat panik.


Tanpa berkata apapun aditya meninggalkan ruang rapat begitu saja membuat semua orang yang berada disana heran dan bertanya- tanya.


Beruntungnya asisten aditya dengan segera mengambil alih rapat. Jadi rapat tetap berjalan meskipun aditya telah pergi.

__ADS_1


Memang hal yang penting yang akan di bahas dalam rapat sudah di bahas, tinggal point- pointnya saja. Jadi walaupun tanpa aditya rapat tetap berjalan.


Aditya segera menuju rumah sakit dimana vina di bawa. Perasaannya sudah tidak karuan.


Sampai rumah sakit, aditya berlari menanyakam keberadaan vina. Bodyguad yang membawa vina segera menunjukkan dimana saat ini vina ditangani.


Jarak kantor dan rumah sakit memang tidak terlalu jauh jadi aditya dapat sampai rumah sakit dengan cepat.


Dengan resah aditya menunggu vina selesai di periksa. Tak lama dokter keluar dan aditya langsung menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan vina.


Dokter menjelaskan bahwa vina hanya kecapaian saja, vina di haruskan untuk beristirahat total.


Menyadari hal tersebut, aditya mengamuk pada anak buahnya dan pegawai dirumahnya.


Bisa- bisanya mereka semua mengabaikan perintahnya untuk tidak membiarkan vina capai.


Hari itu juga vina di bawa pulang kerumah. Semua orang dirumah sudah sangat tegang membayangkan hukuman yang akan di berikan oleh aditya.


Di dalam perjalanan vina mencoba membujuk aditya agar memaafkan semua anak buah dan pegawainya.


Karena memang bukan sepenuhnya salah para pegawainya. Jika saja vina tidak keras kepala dan memaksa, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.


Aditya tetap marah dan mendiami vina, bahkan rayuan vina tidak dihiraukan sama sekali oleh aditya.


Bukan apa- apa, semua yang terjadi hari ini menyangkut kesehatan vina, aditya tidak mau vina kembali drop dan berakibat fatal bagi kesehatannya.


Sesampainya dirumah aditya mengamuk dan menghukum semua pegawainya. selain hukuman fisik, aditya juga memotong gaji mereka lebih dari setengahnya.


Ini untuk di jadikan pelajaran kedepannya, bagaimana pun vina memaksa mereka menuruti keinginannya tapi jika hal tersebut larangan dari aditya mereka tidak akan mengizinkannya.


Vina berada dikamarnya dan ia benar- benar merasa sangat bersalah pada pegawai dan bodyguardnya.


Aditya memasuki kamar dan melirik vina yang berbaring di ranjang. Ia tetap acuh sambil berlalu membersihkan diri ke kamar mandi.


Vina menghela napasnya dengan berat. Ia menelepon salah satu maid agar membawa makanan siang yang tadi vina siapakan untuk aditya.


Aditya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan berganti pakaian lebih santai. Sepertinya aditya tidak akan kembali ke kantor.


Vina ingin bangkit dari ranjangnya, tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat tatapan aditya yang tajam.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2