Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
VINA OH VINA


__ADS_3

Vina terbangun dengan badan yang terasa sangat sakit di seluruh tubuhnya terlebih bagian intinya.


Kamar yang ia tinggali saat ini terasa kosong, tidak ada orang lain selain dirinya disana. Bahkan keberadaan aditya juga tidak ia dapati.


Entah kemana perginya aditya. Vina bangun dari ranjang, tujuan utamanya adalah kamar mandi. Selain gerah dan badannya yang terasa sangat lengket, ia juga ingin keluar daru kamar.


Atau mungkin ia ingin segera pulang kerumah orangtuanya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana paniknya ayah dan ibunya mendapati ia menghilang begitu saja tanpa pemberitahuan.


Di kamar mandi vina merendamkan diri dalam bathup dengan cairan aroma terapi, setidaknya sedikit merileks kan diri.


Tak terasa hampir satu jam lamanya vina berada dalam kamar mandi, membuat aditya panik bukan main. Aditya takut vina melakukan hal yang tidak terduga.


Karena dalam hatinya aditya merasa ragu apakah vina dapat menerimanya ataupun tidak.


Aditya menggedor pintu kamar mandi dengan keras, tapi sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. Dan dengan terpaksa aditya mendobrak pintu dengan bantuan beberapa bodyguardnya.


Beruntungnya tempat vina berendam terhalang oleh tirai dan aditya memerintahkan anak buahnya segera pergi dari sana, ia tentu tidak rela ada yang melihat vina dalam keadaan tidak seharusnya.


Dan aditya sungguh tercengang dengan apa yang ia lihat, vina sedang berendam dengan posisi mata terpejam. Pantas saja sedari tadi tak ada sahutan dari dalam.


Aditya segera meraih jubah mandi dan menggangkat badan vina, bisa jadi vina akan sakit jika terus berendam seperti itu.


Vina begitu kaget mendapati aditya telah di hadapannya dan memandikannya seperti seorang bocah.


" Hai apa yang kau lakukan?" Ucap vina dengan suara cukup tinggi.


Tapi sepertinya aditya menulikan pendengarannya dan terus memandikan vina. Sampai vina benar- benar bersih.


Aditya menggendong vina dan meletakkan vina di ranjang. Ia mengambil baju vina dan akan memakaikannya pada vina. Tapi dengan cepat vina segera mencegahnya.


" Aditya cukup! Saya bisa melakukannya sendiri. Dan saya mohon agar kamu keluar dahulu."


Tanpa protes aditya mengikuti kemauan vina, ia hanya ingin vina segera berpakaian agar tidak masuk angin.

__ADS_1


Setelah memastikan aditya keluar dari kamar, vina segera memakai pakaiannya. Selain malu pada aditya, perut vina juga sudah sangat lapar. Bayangkan saja sudah sehari dua malam mereka tidak keluar kamar, lebih tepatnya aditya yang mengurung dirinya di kamar.


Untuk makan pun akan di antar ke kamar oleh maid yang bekerja di sana.


Walaupun vina tahu tujuan aditya kepadanya, tapi vina belum yakin bagaimana perasaan aditya padanya. Ya walaupun saat mereka bercinta aditya selalu menyebut nama vina.


Tak pernah sekalipun aditya menyebut nama perempuan lain, apakah itu pertanda memang aditya hanya menginginkan vina.


Jika nama perempuan lain yang di sebut aditya, bisa jadi aditya berfantasi tentang perempuan lain dan saat melakukannya dengan vina. Tapi hal tersebut tidak terjadi.


Vina keluar dari kamar dengan ragu, beberapa kali ia bertemu dengan bodyguard aditya bahkan maid yang bekerja di sana. Dan ekspresi mereka menaruh rasa hormat pada vina, bahkan mereka tidak berani menatap vina.


Vina di arahkan keruang makan, oleh salah seorang maid. Di sana aditya sudah duduk menunggunya.


Vina semakin dekat dengan meja makan, maka jantungnya semakin berdetak kencang.


Aditya yang mengetahui kedatangan vina, segera berdiri dan menggeser kursi untuk vina duduk. Seketika vina diam tak berkutik sampai aditya mengisyaratkan agar vina segera duduk di kursi yang aditya geser.


Bahkan vina makan dengan di layani oleh aditya, karena aditya terus- terusan menambahkan lauk dan nasi ke piring vina.


Saat perutnya sudah sangat kenyang, vina menghentikan makannya dan menyadari bahwa piring aditya masih kosong dan bersih. Tentu saja ia sangat malu.


" Kenapa kamu tidak makan?"


" Bagaimana aku akan makan, jika istriku tidak melayaniku?"


Mendengar kata- kata aditya, vina semakin malu. Terus terang saja selama vina menikah dengan aditya, vina selalu melayani aditya saat makan, sebelum aditya membawa kekasihnya ke hadapan vina.


Dengan canggung vina melayani aditya, hubungan keduanya semakin baik, setelah vina melaksanakan kewajibannya pada aditya.


Entah akan bagaimana kedepannya hubungan keduanya. Yang jelas sekarang baik aditya maupun vina menikmati kebersamaan mereka.


" Vina! Tolong kamu tarik gugatan cerai kamu ke pengadilan, kamu adalah milikku seutuhnya." Vina hanya diam tak menjawab permintaan dari aditya. Sampai aditya memperhatikan vina, barulah vina beraksi.

__ADS_1


" Aditya saya tidak bisa mencabut gugatan saya begitu saja. Lagi pula saya tidak yakin kamu mencintai saya dan rela melepas kekasihmu demi saya." Ucap vina lugas.


" Vina kamu satu- satunya perempuan yang saya sentuh. Bagaimana kamu berpikir saya tidak mencintai kamu."


" Kamu yakin saya satu- satunya perempuan yang kamu sentuh? Trus bagaimana dengan malam- malam yang kamu habiskan dengan kekasihmu?" Jawab vina dengan kesal.


" Saya berani bersumpah, bahwa kamu satu- satunya dan yang pertama untuk saya. Maaf jika selama ini saya menyakiti hati kamu dan meragukan dirimu!" Ucap aditya merasa bersalah.


" Meragukan bagaimana maksudnya?" Tanya vina merasa janggal dengan ucapan aditya.


" Ya saya beranggapan bahwa kamu sudah tidak virgin lagi sebelum menikah dengan aku." Ucap aditya lirih.


Vina tentu saja terkejut dan kecewa dengan apa yang dikatakan oleh aditya.


" Aditya.... Saya ini bukan perempuan murahan yang akan sembarangan menyerahkan hal yang paling berharga pada pria sembarangan. Bisa- bisanya kamu berpikir seperti itu pada saya." Ucap vina dengan napas yang memburu menahan emosi yang siap meledak kapan saja.


Aditya tertunduk penuh penyesalan sudah termakan omongan kekasih dan laporan dari anak buahnya yang ternyata adalah pengkhianat.


Vina meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Tujuannya adalah mencari ponselnya. Ia akan memesan taksi on line untuk pulang kerumah orangtuanya.


Tapi sebelum jari vina memesan taksi, tangannya di pegang oleh aditya.


Aditya bersimpuh di hadapan vina meminta maaf atas kekonyolan yang ia lakukan. Ia juga meminta vina agar tidak pulang kerumah orangtuanya.


Karena aditya juga sudah memberitahu kedua orang tua vina bahwa vina berada di rumah mereka. Dan bahkan aditya meminta vina kembali kepada kedua orangtua vina.


Vina bahkan tidak menyangka aditya mau melakukan hal tersebut. Siapa yang tidak kenal aditya dengan sikap tingginya. Jadi tindakan aditya yang bersimpuh di hadapannya membuat vina luluh.


Benarkah aditya benar- benar mencintainya sampai tidak mau vina pergi darinya? Mungkin itu yang ada di pikiran vina saat ini.


Aditya dengan segala kesombongan dan keangkuhannya.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2