
Perlahan tapi pasti gilang mulai bergerak untuk menghancurkan bisnis keluarga kiran. Satu fakta bahwa bisnis keluarga kiran saat ini sedang mengalami pailit, itulah sebabnya mereka meminta kompensasi pada gilang.
Tapi sayangnya gilang bukan orang bodoh dan pemaaf, setelah apa yang mereka lakukan pada aura, haruskan gilang melepaskan dan memaafkan mereka begitu saja.
Walaupun sesungguhnya ada rasa penyesalan dalam diri gilang terkait kematian kiran, tapi ia sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga kiran.
Bahkan gilang masih ingat dengan jelas bagaimana keluarga kiran membuang kiran saat itu dan tidak memperdulikan kiran. Bahkan di saat kiran sudah tiada, tidak ada satu pun keluarga kiran yang mengurus jenazasahnya, apakah pantas mereka di sebut keluarga?
Orang- orang yang hanya mementingkan harta dan kekuasaan, bahkan dengan dalih balas dendam mereka tega membuat aura tidak dapat hamil lagi, perbuatan yang sungguh kejam.
Dan haruskah gilang memaafkannya. Tentu saja sudah jelas jawabannya tidak, yang ada gilang ingin menghancurkan mereka sehancur- hancurnya agar mengerti apa itu arti kasih sayang dan hubungan kekeluargaan.
Terlambat untuk mereka menyadari kesalahan mereka, sekarang gilang sudah ada dipuncak kemarahannya.
Satu persatu anak perusahaan keluarga kiran bangkrut dan dalam hitungan hari saja keluarga kiran benar- benar menjadi miskin. Bukan hanya kedua orangtua kiran tapi seluruh keluarga besarnya.
__ADS_1
Bahkan yang tadinya gilang menjalin kerjasama dengan keluarga kiran kini hanya tinggal kenangan saja.
Tentu saja keluarga kiran ketar ketir dan mereka menyesali telah berbuat hal fatal pada aura. Tapi nasi sudah menjadi bubur tentu saja semua tidak akan kembali lagi.
Suatu sore yang cerah, kedua orangtua kiran dan anggota keluarga yang lain menemui aura di rumahnya. Kedatangan mereka sempat di tolak oleh satpam di rumah aura, tapi akhirnya mereka di izinkan masuk setelah mendapatkan persetujuan dari aura.
Sore itu gilang memang belum pulang kerja, dan hal itu di manfaatkan oleh keluarga kiran untuk menemui aura. Aura berharap aura dapat membantu mereka, karena dari yang mereka dengar aura memiliki jiwa yang penuh belas kasih. Terbukti dengan kiran yang dengan mudahnya di maafkan oleh aura.
Mereka tidak tahu bahwa aura saat ini sungguh ingin melenyapkan orang yang telah membuatnya tidak dapat mengandung lagi.
Terlebih aura sudah sangat sakit hati mengetahui apa yang terjadi pada dirinya adalah ulah keluarga kiran.
" Selamat datang untuk anda sekalian!" Ucap aura menyambut dengan ramah.
" Terimakasih untuk sambutan hangat dari anda nyonya gilang." Balas papahnya kiran.
__ADS_1
" Ada keperluan apa ya anda semua datang ke kediaman saya?" Tanya aura dengan nada mengintimidasi membuat semua yang ada disana jadi ngeri atas berubahnya sikap aura.
" Kami ke sini ingin meminta maaf dan sekalian meminta pertolongan pada anda nyonya."
" Meminta maaf? Pertolongan?" Memangnya kalian memiliki salah pada saya?" Pancing aura.
" Kami akui kami seharusnya tidak melakukan itu pada anda nyonya."
" Melakukan apa?"
" Memberikan cairan yang merusak rahim anda." Ucap salah seorang yang berprofesi sebagai dokter dan yang mengeksekusi aura.
Aura tersenyum masam dan menyeringai, sungguh membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri.
" Oh jadi kalian pelakunya?"
__ADS_1
{ Bersambung }