Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
NASIB LIRA


__ADS_3

Ketiga tertidur dengan pulas, masih dalam gendongan vina baby nampak nyenyak tertidur. Memang selama ini vina tidak pernah tidur bersama dengan baby. Karena kondisi fisik vina yang tidak memungkinkan untuk begadang jika malam- malam baby bangun.


Selama ini jika malam baby selalu di jaga oleh baby sisternya. Vina hanya menyediakan stok ASI nya dalam botol.


Itu memang perintah dari aditya, bukan karena tidak ingin dekat dan mengurus baby, tapi kondisi vina juga tidak memungkinkan untuk merawat baby dengan full.


Tidak ada yang berani membangunkan mereka, walaupun sekarang sudah sangat siang. Asisten aditya bahkan sampai datang kerumah aditya. Karena memang hari ini mereka ada schejul bertemu dengan klien.


Tapi sayang asisten aditya tidak dapat berbuat apa- apa, karena ia juga tidak berani menggangu tidur sang bos.


Dan yang menjadi anehnya lagi, baby juga anteng tidur bersama kedua orangtuanya. Biasanya baby Charis akan bangun pagi- pagi sekali dan saat orangtuanya sarapan baby sudah bermain dengan beberapa pegawai aditya yang selali di buat gemas oleh baby.


Alhasil sampai siang hari pukul dua belas siang, aditya baru keluar kamar bersama dengan istri dan anaknya. Mereka sudah sangat rapi dan akan sarapan dirangkap makan siang.


Bukannya aditya tidak tahu bahwa mereka sudah sangat kesiangan, tapi aditya memang sengaja tidak berangkat kantor karena rencananya ia akan membawa anak dan istrinya mengunjungi kedua orangtuanya.


Aditya juga meminta asistennya untuk mereschejul jadwal pertemuannya dengan klien.


Selain itu juga hari ini ia tidak mau di ganggu dengan pekerjaannya, ia menyerahkan semua urusan pada asistennya.


Beruntungnya aditya mempunyai asisten yang sangat kompeten, jadi tanpa adanya aditya ia bisa menghandle semua pekerjaan aditya.


Sebenarnya aditya dan vina sudah bangun tadi pagi, saat subuh tiba tapi mereka tertidur kembali. Sementara baby sempat juga terbangun dan vina segera memberikan ASI pada baby dan tentu saja baby jadi tertidur kembali.


Baby sudah sangat cantik dengan gaun senada yang di pakai oleh vina. Bahkan pakaian yang dipakai aditya senada dengan vina dan baby.


Siang itu selesai makan, mereka pergi menuju kediaman orangtua aditya, tentu dengan mengajak baby sister, karena aditya juga tidak mau membuat vina kecapaian dan membuat kondisi vina memburuk.


Siang itu jalanan cukup macet dan itu membuat baby jadi rewel karena cuaca juga begitu terik.


Walaupun di mobil mereka menghidupkan AC tapi tetap saja panas siang hari membuat baby tidak nyaman.


Sampai di perempatan lampu mereka, mobil yang di naiki keluarga tersebut harus berhenti.


Vina sedikit membuka jendela mobil untuk meneangkan baby, tapi tiba- tiba saja seseorang menghampiri mobil mereka dan menyanyikan sebuah lagu dengan menggunakan alat musik yang sederhana. Kecrekan yang terbuat dari tutup botol.

__ADS_1


Baby terlihat senang melihatnya, baby cantik tersebut tertawa riang membuat aditya yang tadinya fokus pada ponselnya mendongakkan wajahnya ingin melihat sebab babynya tertawa seperti itu, padahal beberapa menit yang lalu baby tidak hentinya menangis.


Betapa terkejutnya aditya melihat pengamen yang sedang bernyanyi di depan kaca mobilnya.


Vina mengeluarkan uang berwarna merah, untuk memberikannya pada pengamen tersebut. Sebagai rasa terimakasih sudah membuat baby tertawa dan berhenti dari tangisannya.


Saat vina menyodorkan uang pada si pengamen, otomatis pandangan mereka bertemu. Mereka berdua terhenyak kaget saling memandang.


Walaupun kondisi si pengamen cukup dekil tapi vina tahu persis siapa pengamen tersebut.


Mobil tiba- tiba saja berjalan dan vina masih terpaku dengan apa yang tadi dia lihat.


Sementara aditya yang menyadari vina kaget melihat pengamen tersebut mengalihkan perhatian vina, agar vina tidak mengeluarkan pertanyaan yang akan membuat aditya susah untuk menjawabnya.


Tak lama mereka telah sampai di kediaman orangtua aditya. Mereka langsung di sambut oleh kedua orangtua aditya, terutama baby. Ibunya aditya langsung mengambil alih baby dari gendongan vina.


Mereka bercengkrama di ruang keluarga, tawa dan obrolan menemani kegiatan mereka siang ini.


Sampai baby di bawa orangtua aditya ketaman belakang, sementara aditya mengajak vina untuk beristirahat.


Di situlah kesempatan vina gunakan untuk menanyakan perihal pengamen tadi.


" Apa yang ingin kamu tanyakan?" Jawab aditya tidak curiga sama sekali.


" Apakah tadi di lampu merah kamu melihat lira?" Tanya vina pelan.


Aditya hanya diam tak menjawab pertanyaan vina.


" Apa yang sebenarnya yang terjadi pada lira. Dia itu anak orang berada tapi kenapa dia malah mengamen di lampu merah. Dan dia juga seorang aktris." Ucap vina.


Aditya menghembuskan napasnya dengan berat. Akhirnya pertanyaan yang ia hindari akhirnya ditanyakan juga oleh vina.


" Kamu ingat terakhir kali kalian bertemu?"


" Tentu saja aku sangat ingat."

__ADS_1


"Setelahnya aku menghancurkan bisnis kedua orantua lira dan mereka jadi jatuh miskin."


"Saat itu kedua orangtua vina datang padaku untuk meminta pertolongan agar aku membantu kesulitan mereka. "


"Dan yah, aku memberikan bantuan pada mereka, dengan beberapa syarat yang harus mereka penuhi."


" Apa syaratnya?" Tanya vina penasaran.


" Aku meminta mereka membuang vina sebagai putri mereka, aku juga meminta mereka untuk tidak berhubungan lagi dengan lira."


" Apa kedua orangtua lira menyetujuinya?" Tany vina kembali, karena di pikirannya tidak mungkin orangtua membuang anaknya sendiri.


Tapi harapan vina tidak terwujud, kedua orangtua lira menyanggupi syarat dari aditya. Mereka tidak sanggup hidup miskin. Dan melilih untuk membuang lira.


Jadilah sekarang lira mengamen di lampu merah, untuk menghidupi dirinya sendiri. Padahal orangtuannya sekarang keadaan perusuhaannya berjalan lancar.


Bahkan lira keluar dari rumah tidak membawa apapun, hanya pakaian yang saat itu ia gunakan.


Vina bahkan sampai tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh orangtua lira.


Mereka begitu tega membuang putri mereka demi harta.


" Aditya apa itu tidak berlebihan, sekarang kehidupan lira sepertinya sangat menderita, terlebih tertanya orantuanya lebih memilih harta dari pada putri mereka sendiri."


" Itu resiko karena telah menyakiti kamu dan menganggu kamu sayang." Ucap aditya membuat semburat merah di wajah vina.


Secara bersamaan vina merasa bahagia dan sedih.


Bahagia karena sekarang aditya begitu mencintai dan menjaga dirinya. Tapi juga sedih karena nasib yang di miliki lira.


Sebenarnya dalam hati vina juga bertanya- tanya mengapa aditya memutuskan hubungan dengan lira. Padahal aditya sangat mencintai mantan kekasihnya.


Jika hanya karena vina alasannya sungguh hal tersebut tidak masuk akal, mengingat betapa cintanya aditya pada lira.


Pasti ada sesuatu hal besar di belakangnya. Tapi untuk bertanya langsung pada aditya, vina tidak memiliki keberanian.

__ADS_1


Lagi pula aditya juga membuktikan bahwa dia layak di maafkan dan menjalin hubungan rumah tangga dengan vina.


{ Bersambung }


__ADS_2