Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KAMU ISTRIKU AURA!


__ADS_3

Cup! Gilang mengecup bibir aura singkat saat aura menoleh kepada gilang. Ciuman pertama bagi aura. Ya ciuman pertama bagi aura selama hidupnya, karena selama ini aura selalu menjaga dirinya dari hal yang seperti itu.


Bahkan saat dulu ia mempunyai banyak pacar, tak satu pun dari mereka yang bisa menyentuh aura. Aura membangun tembok yang tinggi bagi semua mantan pacarnya. Sehingga tak ada satu orang pun yang dapat menyentuh aura. Jangankan untuk mencium atau melakukan hal lebih. Bergandengan tangan saja tidak pernah aura lakukan.


Selain karena ada arfa yang selalu mengawasi, aura juga belajar ilmu bela diri pasca penculikan yang dilakukan oleh tomi.


Aura membentengi diri sendiri agar kejadian serupa tidak lagi terjadi.


" Ih apa- apaan tadi itu!" Marah aura dengan memukul dada bidang gilang. Gilang hanya tertawa geli mendapatkan pukulan dari aura.


" Kamu itu istriku, tidak ada yang salah dengan apa yang tadi aku lakukan. Bahkan jika aku melakukan hal lebih pun tidak tidak akan menjadi masalah!" Ucap gilang sambil menghentikan tangan aura dan menciumnya dengan lembut.


Sesaat aura terpesona dengan apa yang gilang ucapkan. Bagaimana pun statusnya saat ini telah sah menjadi istrinya gilang. Walaupun aura belum yakin seratus persen pada gilang. Melihat gilang berpelukan dengan perempuan lain sebelum hari pernikahan mereka, membuat aura belum yakin akan gilang.


" Ayo makan sekarang! Atau kamu mau aku suapi dengan cara unik!" Ucap gilang kemudian.


" Cara unik?" Tanya aura heran.


" Mau mencoba?" Tanya gilang.


Aura menggelengkan kepalanya, apapun yang gilang katakan dengan cara unik membuat aura sudah berpikir yang tidak enak. Pasti cara yang gilang katakan benar- benar unik dan aura jadi bergidik ngeri sendiri.


Karena perutnya juga sudah sangat kelaparan dan tidak mau gilang melakukan sesuatu yang dia bilang unik. Dengan patuh aura segera memakan makanannya. Bahkan aura makan dengan sangat lahap.


Karena memang ternyata dari pagi perutnya belum di isi sama sekali dan sekarang sudah malam. Beruntung magh nya aura tidak kambuh.


Gilang cukup puas dengan apa yang ia lihat saat ini. Ternyata menaklukan aura bukan hal sulit ataupun mudah. Gilang harus dengan pelan mendekati aura.


Gilang ikut makan bersama dengan aura, hal sederhana yang bisa membuatnya sangat bahagia. Gilang berjanji dalam hatinya akan selalu menjaga perasaan aura untuknya. Kejadian di bali kemarin adalah hal terakhir yang membuat aura salah paham.

__ADS_1


Ia akan melakukan perhitungan pada kiran. Entah wanita itu masih ada di indonesia atau telah kembali ke rumahnya gilang belum tahu.


Setelah kenyang aura kembali tertidur. Kali ini dalam pelukan gilang. Awalnya aura menolak pelukan gilang tapi berkali- kali gilang menekankan bahwa status mereka sekarang adalah suami istri.


" Kamu istriku aura, jadi kamu tidak boleh menolak sentuhan ataupun tindakanku padamu!" Tegas gilang saat aura memberontak.


Sesungguhnya aura amat nyaman tidur dalam dekapan gilang. Bagaimanapun gilang adalah cintanya, berada dekat gilang merupakan hal yang paling membahagiakan bagi aura.


Aura sendiri begitu menikmati usapan gilang di punggungnya. Dirasa aura sudah tertidur dengan pulas. Gilang perlahan melepaskan pelukannya. Jangan sampai gerakannya membuat aura terbangun.


Gilang menghubungi asistennya untuk mencari keberadaan kiran. Gilang tahu bahwa kemarin malam pasti kiran tahu akan kehadiran aura, itulah sebabnya perempuan tersebut secara tiba- tiba memeluknya.


Kiran yang tak tahu kemarahan gilang, sedang merayakan keberhasilannya menggagalkan pernikahan gilang. Setidaknya itulah yang wanita itu pikir.


Pagi hari saat di lobi hotel geger dengan menghilangnya aura, bertepatan dengan kiran yang akan cek out dari hotel. Kiran juga melihat bagaimana kemarahan arfa kakaknya aura pada gilang.


Karena takut keberadaannya di sadari oleh gilang, kiran segera meninggakan hotel. Yang terpenting ia tahu bahwa aura dan gilang gagal menikah. Ia tidak tahu kelanjutan setelahnya.


Kiran sekarang berada di salah satu club malam di jakarta. Rencananya ia akan merayu gilang kembali dan tidak akan pulanf kerumahnya yang berada di luar negeri sebelum mendapatkan gilang.


Soal aura sudah dia bereskan, tinggal menjerat gilang saja yang akan dia lakukan.


Tapi sayang rencannya hanya tinggal rencana, karena sampai kapan pun gilang tidak akan terpesona pada kiran.


Kiran memiliki wajah yang cantik dengan body yang aduhai. Tak pernah ada laki- laki yang penolak kecantikannya, terkecuali gilang.


Laki- laki yang selalu menolaknya, bahka kiran pernah merayu gilang dengan tubuhnya, tapi sayang gilang tidak pernah memperdulikannya. Jadilah kiran nekad melakukan segala cara agar gilang mau menerimanya.


Mau cara baik ataupun buruk akan kiran lakukan demi mendapatkan gilang, laki- laki yang begitu kiran gilai.

__ADS_1


Kiran tidak tahu, setelah ini gidupnya akan hancur oleh gilang.


Saat kiran berpesta dengan teman- temannya. Tubuh kiran di seret oleh pria kekar yang kiran sendiri tidak tahu siapa orang tersebut.


Sementara teman- teman kiran begitu acuh tidak peduli dengan apa yang terjadi pada teman mereka. Mereka hanya memanfaatkan uang uang kiran punya untuk bersenang- senang..


Sedangkan apa yang terjadi pada kiran mereka sama sekali tidak peduli.


Mengapa sebagai teman kiran mereka seolah tidak peduli pada kiran? Jawabannya karena mereka hanya memanfaatkan kiran sebagai atm mereka. Mereka hanya membutuhkan uang kiran untuk mereka bersenang- senang. Seperti saat ini yang mereka lakukan.


Kiran belum menyadari dimana sekarang dirinya berada. Gilang mengirim kiran jauh ke negeri entah berantah dengan menggunakan kapal. Beberapa orang menjaga kiran agar saat kiran terbangun tidak melarikan diri ataupun melakukan hal yang nekad.


Kiran terbangun dalam keadaan kepalanya yang masih pusing, serasa bumi yang ia pijak bergoyang dan tercium bau laut masuk ke dalam penciumannya.


Kiran mengedarkan pandangannya meneliti sekitarnya. Semalam setelah menghabiskan beberapa botol minuman keras dengan kadar alkohol yang tinggi, kiran tidak sadarkan diri.


Tapi samar- samar ia merasa tubuhnya di seret oleh orang berbadan besar. Entah itu halusinasi ataukah kenyataan, tapi kenyataannya ia terbangun di kamar yang di bilang cukup sempit untuk ukuran kiran.


Kakinya ia menapaki lantai tapi sebuah suara mengagetkannya.


" Sebaiknya anda tetap di diam nona, jika tidak ingin sesuatu hal yang buruk pada anda!" Ucap seorang pria yang memiliki wajah yang cukup menyeramkan di mata kiran.


" Apa maksud anda, dan siapa anda ada dikamar ini?"Tanya kiran masih belum mencerna apa yang sebenarnya terjadi sekarang.


" Saya sarankan demi keselamatan anda sebaiknya anda mengikuti apa yang saya ucapkan. Saya juga tidak ingin menyakiti anda." Jawab pria tersebut, setelahnya pria tersebut berlalu dari hadapan kiran.


Kiran segera melihat keluar jendela dan ingin memastikan sesuatu setelah pria tersebut pergi.


" Laut?" Gumam kiran pelan.

__ADS_1


{ Bersambung }


__ADS_2