Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KIRAN


__ADS_3

Vina dan aditya telah pulang kerumah mereka, keluarga aura juga sudah sampai dirumah sakit. Arfa, sally, dan baby killa juga datang bersama kedua orangtua aura.


Mereka menunggu aura dan gilang sadar. Yang pertama siuman adalah aura, ia langsung menangis histeris mengingat kejadian tadi siang yang menimpa gilang.


Beruntungnya semua orang sudah datang, jadi banyak yang menenangkan aura. Dan ide agar aura dan gilang dalam satu ruangan adalah ide yang bagus.


Aura jadi tenang saat melihat gilang berada disamping ranjangnya. Ruangan rawat gilang dan aura jadi ramai. Belum lagi baby killa yang membuat bising.


Karena khawatir akan kesehatan baby killa, aura meminta sally untuk pulang kerumahnya saja, lagi pula rumah sakit tidak aman untuk baby seperti killa.


Aura menghubungi salah satu bodyguard agar mengantar sally dan baby killa.


Arfa meminta untuk tetap dirumah sakit, memantau kondisi gilang dan aura. Semua orang mengkhawatirkan gilang maupun aura.


Sebenarnya bu fatma dan ibunya gilang meminta aura untuk turut pulang bersama sally. Tapi aura dengan keras menolaknya.


Bagaimana ia bisa tenang sementara suaminya dalam keadaan buruk. Jadilah mereka tidak beranjak dari ruang rawat.


Beruntungnya kamar yang di pilih aditya tadi kamar VVIP, jadi semuanya merasa nyaman.


Aura dengan setia duduk di samping ranjang gilang. Aura masih menunggu gilang sadar. Dan benar saja setelah menunggu hampir dua jam gilang akhirnya sadar. Hal pertama yang ia tanyakan adalah aura dan calon anaknya.


Walaupun sebelum tidak sadarkan diri, gilang sudah memastikan istri dan calon anaknya sudah aman tapi tetap saja ia menanyakan keadaan keduanya.


Aura kembali menangis mendapati betapa gilang sangat mengkhawatirkan mereka berdua. Bahkan gilang dengan rela mengorbankan dirinya.


Cinta gilang pada aura begitu besar, dan aura semakin yakin bahwa pilihannya untuk menerima pernikahannya dengan gilang sudah sangat tepat.


Dokter pun di panggil oleh arfa, walaupun arfa tadi sudah memeriksa bagian vital gilang, tapi ia juga harus memastikan dari dokter yang menangani gilang.


Malam itu aura tidur seranjang dengan gilang, bahkan ia tidak malu sama sekali dengan orang- orang yang berada di sana.


Yang terpenting hati aura senang, aura juga sudah tidak malu- malu mengungkapkan rasa cintanya pada gilang.

__ADS_1


Dokter menyatakan bahwa masa kritis gilang sudah lewat, dan kondisi gilang juga sudah membaik. Tapi untuk sementara gilang masih harus di rawat untuk memastikan semuanya baik.


*****


Dikantor polisi kiran di introgasi oleh polisi, tapi tingkah kiran seperti orang tidak waras. Kadang ia tertawa terbahak- bahak sendiri dan setelahnya akan menangis histeris dengan memanggil nama gilang.


Picture wallpaper ponsel gilang


Mungkin kejadian tadi membuat kiran gila sendiri. Ingin melukai aura tapi yang kena malah orang yang paling ia cintai. Di hadapannya ia menyaksikan bagaimana darah mengucur dari punggung gilang.


Bahkan kiran sampai shock tidak percaya bahwa yang dia tusuk adalah gilang.


Penyesalan terbesarnya melukai gilang, pria yang paling ia cintai. Seharusnya yang berada di posisi itu adalah aura, perempuan yang merebut gilang darinya. Itulah yang ada dalam pikiran kiran.


Kiran tidak sadar bahwa dari dulu hati gilang hanya untuk aura, bahkan saat mereka dulu begitu dekat, gilang tidak pernah memberikan perhatian lebih pada kiran.


Dan tentu saja kiran tahu akan hal itu, karena wallpaper ponsel gilang saja, terpampang jelas wajah aura yang sedang tersenyum cantik.


Pi



Polisi juga jadi susah untuk menangani kiran, dengan terpaksa mereka harus memeriksa kejiwaan kiran. Kedua orangtua kiran yang di luar negeri juga sudah dihubungi.


Mereka seperti tidak memperdulikan kiran, bahkan mereka tidak pulang untuk melihat keadaan kiran. Mereka hanya mengutus pengacara untuk menangani kasus yang menjerat kiran.


Seolah- olah kiran tidak berharga sama sekali bagi mereka. Dan kiran yang sudah menduga akan hal itu hanya bisa tersenyum miris dengan nasihnya saat ini.


Begitu keluarganya tidak peduli sama sekali padanya. Bahkan saat kiran menghilang selama beberapa waktu lalu dipulau terpencil, tak ada yang mencari keberadaannya.


Padahal keluarga kiran juga bukan keluarga biasa- biasa saja, orangtuanya salah satu pengusaha, makanya gilang sampai berhubungan dengan keluarga kiran dan mengenal kiran. Karena memang dulunya mereka relasi gilang saat mengembangkan perusahaannya di luar negeri.


Kiran memang bukan anak tunggal, ia masih memiliki satu kakak laki- laki dan satu adik perempuan. Kiran sendiri memang tidak dekat dengan kedua orangtuanya, entah apa alasan mereka membedakan kiran dengan saudaranya yang lain.

__ADS_1


Jika kiran tidak hadir dalam pertemuan keluarga, kedua orangtuanya tidak pernah menanyakan, lain halnya jika yang tidak datang kakak ataupun adiknya, mereka pasti langsung mencari kedua anaknya tersebut.


Kiran sudah menganggap kedua orangtuanya tidak ada, untuk itu ia berusaha sekuatnya untuk mendapatkan gilang. Soal bagaimana perasaan gilang padanya kiran tidak begitu peduli yang terpenting ia dapat memiliki gilang.


Pengacara yang dikirim orangtua kiran, meminta kiran untuk tidak mengeluarkan pernyataan apapun pada polisi. Ia juga menyarankan agar kiran terus berpura- pura gila, agar kiran tidak dipenjara.


Kiran semakin tidak habis pikir dengan keinginan kedua orangtuanya mengirim pengacara seperti yang ada dihadapannya sekarang.


Mana ada orangtua yang lebih memilih anaknya menjadi gila dari pada mencoba membebaskannya dari penjara.


Terus terang saja, kiran sempat depresi dan terpukul karena ia malah melukai gilang alih- alih membuat aura celaka.


Tapi saat ini kiran dalam keadaan sadar sesadar sadarnya. Dan mendengar bagaimana pengacara memberikan solusi pada kiran, membuatnya berharap untuk mati saja.


Hidupnya sudah tidak berharga bagi siapapun, bahkan kedua orangtuanya.


Kiran akhirnya mengikuti apa yang disarankan oleh pengacaranya. Yang terpenting saat ini ia lolos dari penjara. Bagaimana kehidupan di penjara, tidak pernah kiran bayangkan.


Karena memang kiran dalam kondisi psikologi yang memang tidak baik, maka penyelidikan sementara di hentikan.


Tentu saja gilang yang sekarang kondisinya sudah mulai membaik, bahkan sekarang gilang telah pulang kerumahnya tidak terima dengan kasus yang menjerat kiran.


Perbuatan kiran merupakan kasus percobaan pembunuhan, mungkin jika gilang terlambat sampai dimall nyawa aura dan calon anaknya bisa melayang.


Gilang marah dan meminta pengacaranya untuk meminta hukuman yang berat untuk kiran.


Gilang cukup kecewa karena kasusnya untuk sementara di tunda. Tapi sebenarnya ada untungnya juga, gilang bisa mencari bukti lebih banyak lagi untuk membuktikan bahwa kiran layak mendapat hukuman berat.


Tidak membuang waktu gilang mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari bukti.


Dengan cepat anak buah gilang bekerja sesuai dengan perintah gilang. Tentu tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan buktinya.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2