
Kedatangan arfa ke tempat kostan aura adalah untuk menjemput aura pulang, karena besok ada acara keluarga di rumah mereka.
Biasanya aura akan selalu absen jika ada acara keluarga seperti ini. Bukan tanpa alasan aura menolak untuk hadir, dia sangat kesal jika keluarga besarnya menanyakan tentang pernikahan pada aura. Mereka pasti akan membandingkan aura dengan sepupunya yang lain.
Dan tentu saja aura sangat membenci hal tersebut. Karena acara kali ini di adakan di rumah kedua orangtua aura, jadi aura wajib hadir dan tidak boleh absen. Maka dari itu arfa datang untuk menjemput supaya aura tidak banyak alasan untuk tidak datang.
Lagi pula di umur aura sekarang, seharusnya aura memang sudah memiliki pendamping hidup. Aura sudah memiliki karier yang bagus, penampilan juga ok, dan lagi sepertinya aura juga sudah sangat siap untuk menikah, tinggal menunggu pihak laki- laki yang mau melamar aura.
Aura mau ikut menghadiri acara keluarga tersebut, jika arfa mengizinkan gilang untuk turut serta. Aura berencana akan mengenalkan gilang secara resmi pada keluarga besarnya dan membungkam mulut- mulut julid sanak saudaranya.
Tanpa gilang, aura tidak akan pernah mau menghadiri acara tersebut. Itulah ancaman yang dilayangkan aura pada arfa.
Dengan terpaksa arfa menyetujui permintaan aura, karena jika sampai aura tidak hadir sudah tentu kedua orang tuanya akan mengomel dan memarahi arfa karena tidak dapat membujuk aura.
Menjadi seorang kakak memang tidak mudah dilakukan. Selain harus menjaga adiknya, arfa juga harus memenuhi keinginan orangtuanya.
Kadang keinginan orang tua bentrok dengan keinginan anak dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi arfa sebagai seorang kakak yang wajib menjaga adiknya.
Aura segera menghubungi gilang dan memberitahukan kabar, bahwa besok pagi aura dan arfa akan pulang kerumah kedua orangtua mereka. Aura meminta gilang ikut bersama mereka jika memang gilang bersungguh- sungguh dengan ucapannya yang ingin menikahi aura.
Ini adalah kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan gilang pada seluruh keluarganya tanpa aura harus cape mengumpulkan semua saudara dan kerabatnya.
Aura juga memberitahukan gilang tentang penolakan arfa pada hubungan keduanya. Tentu saja gilang akan berusaha untuk mendapatkan hati arfa dan kedua orangtua aura.
Memang selama ini gilang yang telah salah, maka untuk itu gilang akan fokus untuk mendapatkan restu semua orang.
__ADS_1
Kenapa baru sekarang gilang jujur pada perasaannya terhadap aura? Karena saat ini masalah gilang dan orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya sudah selesai. Bahkan kematian aldi yang tiba- tiba juga sudah gilang selesaikan.
Karena gilang meminta bantuan pada aldi, jadilah aldi meninggal oleh orang-orang tersebut.
Saat kemarin gilang mengalami penembakan adalah saat gilang membasmi tuntas orang- orang kejam tersebut dengan cara gilang sendiri. Jika hanya mengandalkan hukum saja sepertinya hukuman yang nanti mereka terima tidak akan sesuai dengan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Mereka tanpa belas kasihan bisa menghabisi nyawa sesorang jika orang tersebut dianggap penghalang oleh mereka, salah satu korbannya adalah aldi.
Padahal aldi masih saudara mereka, tapi mereka tidak memperdulikannya. Itulah alasannya kenapa gilang meghukum mereka dengan caranya.
Jika sekarang dia memutuskan untuk berhubungan serius dengan aura adalah karena gilang merasa aura akan aman dari orang- orang yang berniat jahat padanya yang akan menjadikan aura alat untuk menghancurkan gilang. Dan membahayakan nyawa aura.
Itulah sebabnya gilang sangat mengindari berhubungan dengan aura. Walaupun karena hal itu pula yang sekarang membuat arfa tak memberikan restu pada mereka berdua.
Gilang harus mempersiapkan mental dan spikisnya untuk datang ke acara keluarga aura. Beberapa pekerjaan yang seharusnya gilang kerjakan terpaksa harus ia pending karena baginya aura lebih penting dari semua hal. Untuk saat ini Gilang mengutamankan aura dari segala hal.
Bukannya gilang tidak tahu, banyak yang mengejar aura, bahkan rekan sesama dokter aura juga ada beberapa yang ingin menjalin hubungan dengan aura. Tapi sayangnya aura seolah menutup diri dari laki- laki manapun terkecuali gilang.
Sesuai dengan info dari aura, pagi sekali setelah subuh gilang sudah berdiri di depan tempat kost aura. Ia menunggu arfa dan aura keluar. Tak lama mereka berdua keluar. Aura sudah cantik walaupun sepertinya aura masih terlihat mengantuk. Gilang menyapa keduanya. Hanya aura yang merespon dengan baik, sedangkan arfa jangan ditanya. Wajahnya sudah sangat ditekuk melihat gilang pagi- pagi.
" Kamu ikut mobil kakak!" Perintah arfa tanpa mau dibantah. Arfa tahu aura pasti akan memilih semobil dengan gilang, dan sebelum hal itu terjadi arfa sudah memberikan perintah.
" Ya, kamu ikut kak arfa saja, nanti aku ikuti kalian di belakang." Ucap gilang pada aura yang seperti keberatan membiarkan gilang sendirian.
Mau tidak mau aura harus mengikuti perkataan arfa, jika tidak mungkin arfa akan berubah pikiran dan melarang gilang untuk ikut bersama dengan mereka.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan aura terlihat sangat bahagia, di akhir pekan ini ia akan mengproklamirkan gilang sebagai pacar dan calon suaminya di hadapan semua keluarga dan kerabatnya.
Kadanga ura senyum- senyum sendiri membuat arfa jadi bingung.
" Ra kamu kesambet setan rumah sakit ya? Kok kamu senyum- senyum sendiri?" Ucap arfa yang cukup jengah dengan kelakuan aura sedari tadi.
" Ih apaan sih kak arfa, gak jelas banget." Ucap aura singkat dan melanjutkan lamunannya sendiri.
Aura dengan melamun dan membayangkan jika dirinya dan gilang menikah. Pasti dirinya akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Belum lagi jika mereka mempunyai anak. Ah rasanya aura sudah sangat tidak sabar gilang menikahinya.
Pletok! Arfa menggetok jidat aura, untuk menyadarkan aura yang tingkahnya semakin aneh.
" Jangan ngelamun yang nggak- nggak ra, nanti kamu kesurupan!" peringat arfa.
" Kak kira- kira ayah sama ibu bakal kasih izin nggak ya, kalau aura langsung nikah sama gilang?" Tanya aura antusias. Tapi sayang arfa malah menakuti aura.
" Ayah sama ibu pasti tidak akan membiarkan kamu menikah dengan kakak, karena kakak juga tidak menyetujuinya!"
" Ya udah kalau gitu aku kawin lari saja sama gilang!"
" Ish.. Pikiran kamu itu kayaknya udah konslet deh ra! Kalau gilang sampe berani ngajak kamu kawin lari, kakak semakin yakin kalau gilang hanya seorang pecundang dan seorang pecundang gak cocok buat kamu ra."
" Nyebelin banget sih kak arfa. Waktu kakak nikah sama kakak ipar, aku loh yang ngedukung kalian banget dan aku juga bantuin kakak sama kakak ipar. Tapi sekarang jodohnya aku malah ditentang sama kakak sendiri. Kesal aura pada arfa.
Arfa hanya mencebikkan bibirnya menanggapi perkataan aura.
__ADS_1
{ Bersambung }