Cinta Terakhirku

Cinta Terakhirku
KEJADIAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Hari ini aura dan vina janji bertemu di sebuah mall terbesar dikota. Aura yang datang lebih dulu dengan sabar menunggu kedatangan vina.


Sambil menunggu vina aura memesan beberapa makanan. Hari ini gilang tidak dapat menemani aura karena memang ia memiliki janji temu penting dengan salah satu kliennya.


Sedangkan vina tidak boleh keluar jika tidak dengan aditya. Jadilah vina menunggu aditya menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan aura.


Walaupun gilang tidak dapat menemani aura, tapi penjagaan yang dilakukan gilang tidak main- main. Aura banyak dikawal walaupun tidak secara terang- terangan.


Lolosnya kiran dari pulau terpencil membuat gilang harus siap siaga.


Vina datang ditemani oleh aditya. Dan ini untuk pertama kalinya aura bertemu secara langsung dengan aditya.


Aditya memang bersikap lebih dingin pada setiap wanita, terkecuali pada vina istrinya. Jadi aura bersikap acuh juga pada aditya. Bahkan kehadiran aditya tidak di gubris sama sekali oleh aura.


Selain karena sikap aditya yang dingin, aura juga masih memedam kesal atas perlakuan aditya pada vina dahulu.


Ingin sekali aura membalas aditya, tapi melihat vina yang terlihat lebih bahagia aura juga mencoba memaafkan aditya.


Aditya sendiri sebenarnya menyadari bagaimana aura begitu berbeda memperlakukan dirinya dan vina. Tapi itu tidak menjadi pikiran untuk aditya.


Tugasnya hanya memastikan bahwa vina aman selama bertemu dengan temannya.


Aura dan vina saling bercerita tentang kehamilan keduanya. Bahkan mereka begitu sangat menikmati waktu yang mereka habiskan.


Memang umur kehamilan keduanya tidak berbeda jauh hanya berjarak dua bulan saja.


Bahkan keduanya sudah merencanakan jika anak- anak mereka berlainan jenis kelamin mereka ingin menjodohkan anak mereka agar mereka menjadi keluarga.


Vina yang dulu pernah berharap menjadi bagian keluarga aura, tentu saja menerima sangat baik usulan aura.


Tapi tidak dengan aditya. Ia merasa keberatan anaknya yang belum terlahir kedunia sudah ditentukan jodohnya oleh istrinya.


Jika saja aura bukan istri dari gilang mungkin aditya sudah menjauhkan vina dari aura.


Mengingat bagaimana besarnya pengaruh gilang di dunia bisnis, membuat aditya berpikir jika harus menganggu istri dari seorang gilang.

__ADS_1


Keduanya terlalu asik berbincang, sampai tidak menyadari seorang wanita berjalan kearah keduanya dengan membawa benda tajam.


Sebelum wanita tersebut menyerang kedua bumil yang sedang asik berbincang orang- orang aditya menghentikan tindakan jahat si wanita. Terjadi keributan dan wanita itu berteriak histeris menuduh orang aditya melecehkannya, aura jelas saja kaget melihat siapa si wanita yang ditangkap oleh anak buah gilang.


Sementara aura masih sock melihat kiran ada disana, aditya dengan cepat melindungi vina. Ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada istri dan calon anaknya.


Vina dipeluk dengan erat oleh aditya, sementara keributan terus saja terjadi sampai aura mendekati kiran. Tanpa di duga kiran dengan cepat menusukkan pisau pada aura.


Aura sudah menutup matanya dan berbalik melindungi perutnya dari tusukan kiran. Tapi beberapa menit aura tidak merasakan sesuatu apapun pada tubuhnya, tapi di sekitarnya terdengar orang berteriak histeris.


Aura membuka matanya, ia tidak merasakan apapun tapi tangannya serasa di genggam oleh tangan lain. Darah terlihat membanjiri kakinya. Aura menjerit histeris ia takut calon anaknya kenapa- napa.


Sebuah suara serak dan seperti menahan nyeri membuat aura tersadar.


Dilihatnya gilang yang sedang melindungi dirinya sudah berdarah. Kiran sendiri sudah di bekuk oleh anak buahnya gilang.


Dengan cepat anak buahnya gilang membawa gilang kerumah sakit, di ikuti oleh aura yang masih menangis. Air matanya tak henti- hentinya mengalir.


Sungguh dunia aura serasa runtuh melihat gilang yang bersimbah darah.


Vina sedari tadi ingin mendekati aura, tapi aditya menahannya. Vina juga tidak dapat berbuat apapun. Aditya langsung membawa vina pulang, tapi selama perjalanan pulang vina menangis dan merengek pada aditya agar mengikuti aura kerumah sakit.


Vina juga menyesali pertemuannya hari ini dengan aura. Jika saja mereka tidak bertemu diluar kejadian tadi tidak akan terjadi.


Karena vina yang terus saja menangis dan merengek, mau tidak mau aditya membelokkan kendaraannya menuju rumah sakit menyusul aura.


Gilang segera ditangani dan harus segera di operasi karena lukanya cukup dalam, walaupun tidak terkena orga vitalnya.


Darah yang keluar banyak, membuat gilang tidak sadarkan diri.


Aura terus saja menangis, tak lama vina dan aditya datang. Vina segera menghampiri aura dan menguatkan agar aura tegar. Mungkin karena lelah dan kondisi bathinnya yang lemah, aura tiba- tiba pingsan dengan masih dipeluk oleh vina.


Sontak vina jadi panik, aditya segera memanggil dokter untuk menolong aura.


Jadilah aditya yang menunggui gilang dan bertanggungjawab atas tindakan yang akan di jalani oleh gilang.

__ADS_1


Sementara vina menemani aura di ruangan lain. Berkali- kali aura memanggil nama gilang dalam pingsannya.


Vina hanya bisa menangis melihat bagaimana terpuruknya aura saat ini.


Ia segera menghubungi kedua orangtua aura memberitahukan kejadian yang menimpa gilang dan aura.


Tentu saja semua orang kaget dan untuk sementara meminta vina agar menjaga aura sebelum mereka tiba dirumah sakit.


Gilang telah selesai di operasi dan dipindahkan kedalam ruangan. Aditya meminta agar gilang di masukkan kedalam ruangan yang sama dengan aura.


Bukan karena aditya tidak pelit atau tidak punya uang. Ia hanya berpikir jika keduanya dimasukkan kedalam ruangan yang sama aka lebih mudah bagi vina ataupun dirinya memantau keduanya.


Karena sampai sekarang aura juga belum sadarkan diri.


Brangkar gilang memasuki ruangan yang dipakai oleh aura, vina yang memang tidak tahu cukup bingung dengan kedatangan perawat dan suster yang membawa gilang dimana aura dirawat.


Aditya muncul, vina mengkode pada aditya menanyakan maksud kedatangan gilang.


Seolah mengerti aditya hanya kembali memberi kode, agar vina tenang.


Setelah gilang di baringkan diranjang dan terlihat sudah nyaman. Aditya menjelaskan kenapa membawa gilang keruangan dimana aura di rawat.


Vina pun mengerti tindakan yang dilakukan oleh aditya.


Pintu ruangan di buka dari luar, seorang ibu dan perempuan muda masuk dan menangis histeris melihat gilang yang masih tidak sadarkan diri. Dan semakin menangis kencang saat melihat aura juga tidur dengan terpejam. Perut aura berkali- kali dielus oleh si ibu.


Si ibu bahkan seperti tidak peduli akan kehadiran vina dan aditya. Mereka masih melongo dan berpikir siapa ibu yang menangis histeris.


Tapi rasa penasaran keduanya terjawab saat perempuan muda menjelaskan siapa mereka.


Dan ternyata mereka adalah ibu dan adiknya gilang.


Dara mengucapkan terimakasih karena vina dan aditya menjaga aura dan gilang sebelum mereka sampai dirumah sakit.


{ Bersambung }

__ADS_1


__ADS_2