
Sampai pagi hari samuel belum mendapat kabar dari bawahannya tentang keberadaan dara. Nomor dari juga tidak aktif dari semalam. Apalagi nomor gilang, samuel sudah tidak bisa menghubunginya, sepertinya gilang memblokir nomor samuel.
Kedua orangtua samuel, sama sekali tidak tahu masalah yang saat ini anak mereka hadapi.
Tetapi samuel tetap bersiap- siap, melakukan ijab kabul. Ia yakin gilang tidak akan menggagalkan pernikahan adiknya. Jika gilang tetap membatalkan pernikahan dirinya dan dara, maka samuel akan bertindak nekad.
Bagaimana pun saat ini samuel hanya ingin menikahi dara sebagai istrinya.
Petugas KUA dan pak penghulu sudah berada di gedung tempat ijab kabul akan dilakukan, tapi samuel belum melihat sosok dara hadir disana. Begitu juga dengan gilang, walaupun keluarga dara yang lain sudah berada di sana. Bahkan kakak ipar dara dan ibunya juga ada disana.
Entah apa yang direncanakan oleh gilang untuknya. Samuel akan menghadapinya apapun resikonya.
Lima menit sebelum ijab kabul, tiba- tiba gilang sudah berada di depan hadapan samuel. Gilang meminta mereka untuk berbicara empat mata.
Di sana gilang meyakinkan akan keputusan samuel untuk melanjutkan pernikahan ini. Jika memang samuel benar- benar melanjutkan pernikahan ini samuel di minta untuk menandatangani berkas yang di bawa gilang.
Disana tertulis jelas, jika samuel menyakiti dara, secara otomatis mereka bercerai dan dara akan di ambil alih oleh gilang. Selanjutnya samuel juga harus merahasiakan pernjanjian ini pada siapapun termasuk pada dara sendiri.
Banyak point yang gilang tulis dan isinya semua melindungi hak dan hidup dara. Jika samuel bersedia menandatanginya ia beloh menikahi dara.
Dara sendiri sebenarnya sudah berada di depan lobi hotel, datang bersama aura. Dara juga sudah didandani layaknya calon pengantin. Hanya saja gilang tidak membiarkan samuel mengetahui keberadaan dara.
Sementara dara hanya pasrah dengan tindakan yang dilakukan oleh gilang. Karena dara percaya gilang pasti akan melakukan yang terbaik untuk hidupnya.
Walaupun awalnya dara ingin melakukan keputusannya menikah dengan samuel sendiri, tapi sekarang gilang sudah tahu. Dan dara tahu keputusan yang gilang ambil tidak akan bisa di ubah.
Dara sudah sangat gugup dengan sikap yang akan samuel ambil. Sebelum meninggalkan dara dengan anak buahnya, gilang sudah memperingati dara bahwa pernikahannya akan gilang batalkan jika samuel tidak mau mengikuti keinginan gilang, meskipun gilang tidak memberitahu dara apa yang gilang inginkan dara samuel.
Sampai waktunya tiba, belum ada tanda- tanda dara akan di bawa ke dalam gedung resepsi. Dara juga tidak mendengar samuel mengucapkan ijab kabul.
Semua terasa sangat sepi bagi dara. Hatinya sudah sangat was- was. Yang ada di dalam pikiran dara saat ini adalah bagaimana perasaan ibunya jika pernikahannya tidak terjadi.
__ADS_1
Pasti ibunya akan sangat kecewa, dan mungkin penyakit ibunya akan lebih parah akibat hal tersebut.
Sementara orang yang menghadiri pernikahan dara jadi bingung dengan acara yang tak kunjung di mulai.
Sampai sosok samuel dan gilang datang secara bersamaan. Tapi tidak tampak dara disana. Bahkan orang- orang mencari keberadaan dara sebab memang mereka MUA yang bertugas untuk mendandani dara juga mencari dara.
Tapi orang- orang tidak menaruh curiga sama sekali. Berbeda dengan ibunya gilang yang sangat resah saat tidak mendapati dara di hotel tempat mereka menginap.
Tapi aura selalu meyakinkan ibu mertuanya agar tenang dan memberitahukan bahwa kondisi dara baik- baik saja.
Aura sendiri sebenarnya ingin mengatakan yang sesungguhnya pada ibu mertuanya tapi gilang melarangnya. Jadi tugas aura hanya menenangkan ibu mertuanya, agar tetap tenang. Aura juga heran mengapa gilang menyembunyikan dara dihari pernikahannya.
Tak lama samuel menjabat tangan gilang dan mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Seketika kata sah terdengar seluruh ruangan.
Tapi dara belum juga terlihat, padahal pembawa acara sudah meminta dara untuk memasuki gedung acara.
Gilang bersidekap memperhatikan samuel, ia masih ingin menguji samuel.
Samuel tidak kehabisan akal, ia yakin dara pasti ada di sekitar hotel. Ia hanya perlu mencari istrinya berada.
Samuel menghubungi bawahannya dan meminta menyisir hotel untuk menemukan dara.
Tak perlu waktu yang lama bawahannya memberikan informasi dimana dara berada. Mereka tidak dapat membawa dara kehadapan dara karena ternyata gilang menempatkan penjaganya disana.
Mereka di berikan mandat, harus samuel sendiri yang membawa dara ke dalam hotel.
Samuel berlari kencang meninggalkan semua orang yang menatap aneh padanya.
Sampai di depan parkiran pandangan samuel tertuju pada mobil yang sering digunakan oleh gilang.
Dengan napas memburu dan tersenggal- senggal samuel membuka pintu mobil. Penjaga yang tadi diperintah gilang sudah menghilang entah kemana.
__ADS_1
Di dalam mobil dara terlonjak kaget mendapati samuel yang menatapnya dengan pandangan yang sulit dara artikan.
Samuel membawa dara dalam pelukannya, ia sangat lega melihat yang di dalam mobil memang benar dara. Istrinya telah berada di hadapannya.
Sekarang dara yang aneh dengan tingkah samuel. Tapi dara juga hanya diam membiarkan samuel memeluknya.
Setelah cukup lama samuel melepas pelukannya dan membawa dara turun dari mobil. Ia menggenggam tangan dara, dibawanya dara kedalam gedung resepsi.
Tepuk tangan seketika terdengar riuh menyambut pengantin baru.
Barulah ibunya gilang merasa lega melihat putrinya benar- benar sudah di peristri samuel.
Seperti beban berat terangkat dari pundaknya. Begitu juga dengan kedua orangtua samuel, tadinya mereka sudah berpikiran buruk pada dara. Tapi semua sirna dengan kehadiran dara di tengah- tengah mereka.
Acara berjalan dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti sampai acara selesai. Baik samuel maupun dara selalu tersenyum bahagia menyambut para tamu yang ikut mendoakan pernihakan mereka.
Acara selesai, samuel dan dara memasuki kamar pengantin mereka. Samuel pikir malam ini akan menjadi malam yang indah. kenyataannya dara masih menganggap pernikahan mereka hanya pura- pura.
Dara benar- benar menghindari samuel. Ia juga sangat menghindari kontak fisik dengan samuel. Rasa cinta belum dara rasakan untuk samuel, berbeda dengan samuel yang sudah memiliki perasaan yang dalam bagi dara.
Dara saja yang menganggap perkataan samuel pada gilang kemarin malam hanya agar pernikahan mereka tetap terjadi.
Tentunya sangat aneh bagi dara jika samuel menyebutkan dirinya memang mencintai dara. Padahal setiap mereka bertemu hanya di isi dengan pertengkaran dan saling debat masalah apapun.
Lagi pula samuel bukan pria idaman dara. Samuel berada jauh dari tipe pria idaman dara.
Dara selalu menginginkan pria yang romantis dan lembut. Sedangkan samuel sangat kaku dan selalu bersikap ketus pada dara.
Pernikahan seperti apa yang harus dara alami, dara sendiri berusaha bersikap santai dan tidak terlalu memikirkannya.
{ Bersambung }
__ADS_1