
Arfa dan gilang terlihat dalam pembicaraan serius, tidak ada yang berani menyela atau menggangu keduanya. Entah apa yang mereka berdua bicarakan.
Aura mendekati kakak iparnya sally.
" Kak, ada apa sih antara kak arfa dengan suamiku? Sepertinya mereka sangat serius sekali?" tanya aura penasaran.
Sally hanya menghembuskan napasnya dengan berat.
" Nanti kamu tanya saja sama mas arfa ya, kakak gak bisa bilang sama kamu." Jawab sally membuat aura semakin penasaran.
Bahkan kedua orangtuanya tidak mau memberitahu perihal yang arfa dan gilang bicarakan. Tapi jika di lihat dari tempatnya, aura bisa melihat kilatan kemarahan di wajah gilang.
Aura tahu bahwa telah terjadi hal yang buruk. Tapi aura tidak tahu apa itu, karena tidak ada satupun yang mau memberitahunya.
Sungguh aura jadi kesal sendiri. Ingin marah tapi ia juga tidak bisa marah, karena memang tidak ada alasan bagi aura untuk marah pada keluarganya.
Sesekali gilang menatap aura dengan tatapan yang tidak bisa aura artikan. Jadi aura hanya bisa mengira, bahwa pembicaraan yang sekarang di bahas antara kakak dan suaminya adalah mengenai dirinya.
Tak lama sepertinya keduanya telah selesai dengan pembahasan mereka.
Gilang mendekati aura begitu juga dengan arfa. Setelahnya arfa malah mengajak istri dan anaknya untuk pulang. Padahal rencana awalnya adalah keluarga kecil arfa akan menginap di rumah aura.
Begitu juga dengan kedua orangtua aura, mereka juga ikut- ikutan pulang. Bahkan mereka membawa baby arkan bersama mereka.
Tentu saja hal itu membuat aura semakin curiga pada semua orang.
" Mas sebenarnya ada apa sih ? Kenapa semua orang seperti menghindari aku?" Tanya aura saat semua orang sudah pulang.
Arfa membawa aura kekamar mereka, ia meminta aura untuk membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya sebelum tidur.
Aura hanya bisa menuruti keinginan gilang, karena jika ia membantah atau tetap bertanya pada gilang, pasti gilang tidak akan mengatakan apapun pada aura sebelum keinginannya dipenuhi.
__ADS_1
Setelah semua yang gilang inginkan sekarang aura dan gilang berbaring saling memeluk. Seolah tidak mau kehilangan aura, bahkan berkali- kali gilang mencium kepala aura.
Aura sungguh sangat bingung dengan perlakuan gilang. Gilang hanya memeluk dirinya dengan erat dan berkali- kali mencium kepalanya dengan sayang.
Karena sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya akhirnya aura mengeluarkan apa yang sedari tadi ada di kepalanya.
" Mas sebenarnya ada apa sih? Kamu janji akan selalu jujur padaku!" Ucap aura.
Beberapa saat gilang hanya diam, ia terlihat bingung berbicara dengan aura. Hatinya sungguh sangat sakit jika harus jujur pada aura.
Tapi jika aura tahu hal tersebut dari orang lain gilang takut aura akan lebih kecewa. Dengan tenang dan mengambil napas yang panjang gilang memulai mengeluarkan suaranya.
" Aku akan katakan sama kamu, tapi kamu harus berjanji setelah mendengarnya kamu akan tetap baik- baik saja dan tidak menyalahkan diri kamu sendiri." Ucap gilang memberikan peringatan.
Aura menganggukkan kepalanya walaupun ia tidak tahu apa yang akan gilang katakan.
Yakin dengan janji aura, gilang memutuskan untuk mengatakan hal tersebut pada aura.
" Aku harap kamu setelah mendengar ini tetap tenang dan kamu harus yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri kamu, aku akan tetap mencintai dan menyayangi kamu." Ucap gilang memulai pembicaraannya.
" Ini mengenai dirimu sayang! Kamu jangan kecewa ataupun merasa tidak sempurna." Mohon gilang.
Jika tadi aura sudah sangat kesal, berbeda dengan saat ini. Ia merasa takut untuk mendengar apa yang akan gilang sampaikan. Dalam hatinya aura berdoa semoga bukan hal buruk dan fatal.
" Sayang, menurut pemeriksaan yang di lakukan oleh kak arfa, kamu di vonis tidak dapat mengandung lagi."
Jeder....! Seperti tersambar petir itulah yang saat ini aura rasakan. Memang beberapa saat yang lalu aura melakukan pemeriksaan di rumah sakit tempat arfa berkerja. Karena akhir- akhir ini aura selalu merasakan sakit di perutnya.
Karena aura tidak mau sesuatu yang buruk terjadi, maka ia memutuskan untuk memeriksakan diri tanpa sepengetahuan suaminya.
Tapi aura tidak menyangka bahwa kesehatannya akan serendah itu. Bagaikan di hantam batu yang besar, seketika aura mengeluarkan tangisannya.
__ADS_1
Dengan berita yang di sampaikan oleh gilang, pupus sudah harapannya untuk memberikan adik bagi baby arkan.
Gilang semakin erat memeluk aura. Ia juga sebenarnya merasa terpukul, tapi gilang mencoba tegar di hadapan aura yang pasti jelas merasa hancur.
Memiliki banyak anak adalah salah satu keinginan aura dari dahulu.
Setidaknya ia ingin mempunyai empat anak bersama gilang, tapi sekarang harapannya telah pupus.
" Kamu jangan sedih, bagaimana pun keadaan kamu aku akan selalu berada bersama kamu. Lagi pula kita sudah memiliki baby arkan. " Ucap gilang menguatkan aura.
Tapi hal itu malah membuat aura semakin terpukul. Sebagai seorang wanita ia benar- benar merasa hancur.
" Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu, kamu tahu kan dari dulu aku selalu memimpikan banyak anak dengan kamu, tapi sekarang hal itu tidak dapat aku wujudkan. Apa setelah ini kamu akan mencari perempuan lain untuk melahirkan banyak anak untuk kamu?" Kata aura dengan deraian air mata.
" Kamu tidak boleh berbicara seperti itu, sampai kapanpun kamu akan menjadi satu- satunya istriku. Tidak mengapa kita hanya memiliki satu anak. Bagiku itu sudah lebih dari cukup!" Ucap gilang meyakinkan aura.
Malam itu menjadi malam terberat bagi gilang dan aura. Mereka harus menerima kenyataan bahwa aura tidak dapat lagi memberikan anak lagi.
Aura menangis sampai tertidur di pelukan gilang. Sedangkan gilang dengan sabar menjaga aura sepanjang malam.
Gilang khawatir aura akan melakukan hal berbahaya jika dirinya lengah menjaga aura.
Makanya malam ini semua keluarga aura meningalkan aura dan gilang berdua. Bahkan baby arkan juga di bawa oleh kedua orangtuanya.
Mereka ingin memberikan waktu bagi aura dan gilang untuk mereka dapat menerima keadaan aura sekarang.
Seluruh keluarga juga sangat sedih mendapati hal tersebut, mereka sungguh tidak menyangka hal tersebut bisa terjadi pada aura. Padahal aura sebagai dokter tentu saja menjaga kondisi badannya.
Hidup aura juga sangat sehat, bahkan aura selalu menjaga setiap makanan yang masuk pada perutnya. Dan benar- benar menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
Siapa yang akan menyangka bahwa hal itu terjadi pada aura.
__ADS_1
Sementara di kediaman arfa, sekarang ramai dengan suara anak- anak. Kedua orangtuanya membawa baby arkan ke rumah arfa. Selain mereka ingin melepas kangen dengan cucu dari arfa, juga agar baby arkan tidak sedih harus kembali dengan kedua orangtuanya.
{ Bersambung }