
Secara resmi lira bekerja di yayasan. Lira juga sangat senang dengan pekerjaan tersebut.
Aditya semakin kagum pada istrinya, vina benar- benar baik. Mau melupakan kesalahan lira malah membantu lira agar hidup lebih baik. Beruntung aditya segera menyadari kesalahannya dan memeperbaiki diri. Jika tidak mungkin ia bisa saja kehilangan wanita sebaik vina.
Kondisi vina juga sudah sangat baik. Bahkan vina sudah tidak perlu cek up ke rumah sakit.
Baby juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan vina dari pada dengan baby sisternya. Bahkan sekarang baby tidur di kamar vina dan aditya.
Hari ini rencananya vina dan baby akan berkunjung kerumah aura. Karena aura menggelar tasyakuran putranya.
Dari pagi vina sudah sibuk mempersiapkan segalanya karena ini untuk pertama kalinya baby di bawa main kerumah selain keluarga vina dan aditya.
Aditya tidak dapat menemani keduanya karena ia sedang sibuk dengan proyek baru. Vina tentu saja tidak mempermasalahkan yang terpenting aditya memberikan izin padanya.
*****
Dikediaman aura sudah sangat ramai, sanak saudara juga sudah memenuhi rumah aura. Arfa, sally dan juga killa juga sudah berada disana dari kemarin.
Killa tidak mau lepas dari baby boy. Ia akan mengikuti kemanapun baby boy di bawa. Kehamilan sally juga sudah masuk tri semester ke tiga.
Beruntungnya sally tidak pernah ngidam yang aneh- aneh, hanya saja ia lebih menempel pada arfa. Bahkan sally sampai ikut arfa bekerja. Sementara baby killa di asuh oleh baby sister, awalnya sally menolak memperkerjakan baby sister untuk mengasuh killa, bukan karena mereka tidak mampu menggajinya, tapi sally tidak mau killa lebih dekat dengan orang lain dari pada dirinya. Akan tetapi kehamilannya membuat sally harus mengalah. Tidak mungkin kan sally mengurus killa seorang diri sementara ia sedang hamil. Ia juga harus menjaga keduanya.
Orangtua aura ikut menjaga anak dan memantunya. Mereka membuat jadwal berkunjung untuk keluarga arfa dan aura. Tiga hari dirumah arfa, tiga hari dirumah aura dan satu hari untuk mereka nikmati berdua.
Dengan begitu tidak ada yang iri. Sebagai orangtua mereka harus adil kepada kedua anaknya.
Keduanya masih membutuhkan arahan dari mereka. Terlebih sally yang sedang mengandung anak kedua.
Acara berjalan dengan lancar. Hanya tersisa beberapa keluarga inti yang masih akan menginap dirumah aura.
__ADS_1
Sementara vina yang akan pulang, dipaksa aura untuk lebih lama disana. Sudah lama juga mereka tidak bertemu. Dan juga vina sangat jarang diizinkan keluar oleh suaminya.
Bagaimana sikap vina pada arfa? Pria yang dulu mengisi hati vina. Jawabannya adalah seperti layaknya kakak dan adik. Karena memang dari dulu arfa mengganggap vina sama seperti aura.
Awal- awal pernikahan arfa dan sally, sally sempat cemburu jika ada vina, tapi semakin kesini sally mengerti hubungan antara keduanya. Tak lebih dari adik dan kakak. Selain itu juga vina sudah memiliki suami yang tidak kalah tampannya dengan arfa. Apalagi suami vina seorang pengusaha berbeda dengan arfa.
Seperti biasa sally selalu menempel pada arfa. Bahkan arfa tidak diberikan kesempatan untuk dekay dengan keluarganya yang lain.
Sally layaknya istri posesif, tak membiarkan arfa dekat wanita manapun termasuk keluarganya sendiri.
Gilang sendiri sedang sibuk dengan para sepupunya. Karena memang sudah lama mereka tidak berjumpa. Gilang termasuk orang yang susah untuk ditemui.
Jadi kesempatan inilah yang mereka manfaatkan untuk bercengkrama dengan gilang.
Dara adiknya gilang juga sebentar lagi juga akan menikah dengan salah satu pengusaha di luar negeri. Lebih tepatnya fatner bisnis gilang diluar negeri.
Berawal dari dara yang sudah lulus kuliah dan kerja di perusahaan gilang. Gilang memberikan proyek diluar negeri pada dara. Di sana lah dara bertemu dengan calon suaminya.
Calon suami dara memang seumuran dengan gilang, bahkan gilang adalah teman satu kelas saat kuliah dahulu.
Pada kesempatan itu gilang juga membicarakan rencana pernikahan dara. Gilang meminta semua saudaranya agar membantu di acara tersebut.
Aura dan vina tegah asik berbincang saat aditya menghubungi vina dan meminta agar vina segera pulang. Sedangkan babynya aura sedang asik bermain dengan babynya vina dan killa.
Dengan sangat kecewa vina harus segera pulang. Ia tidak mau membuat aditya marah dan berujung tidak akan memperbolehkan vina keluar kedepannya.
Saat baby clarris di ambil oleh vina untuk dibawa pulang oleh vina, baby boy menangis kencang. Di balas dengan tangisan baby clarris dan killa. Jadilah rumah aura ramai dengan tangisan tiga bayi tersebut.
Attensi gilang juga mengarah pada ketiga bayi tersebut. Aura mencoba mendiamkan baby boy tapi tidak berhasil. Tangan baby boy menggapai pada baby clarris. Setelah di dekatkan kedua bayi tersebut saling menggapai. Dan tangisan keduanya terhenti. Sementara killa di ambil alih oleh bu fatma.
__ADS_1
Karena memang sally dan arfa sudah lebih dahulu masuk kamar.
Gilang geleng- geleng kepala melihat kedua bayi tersebut. Sementara aura dan vina malah tertawa terbahak- bahak melihat tingkah anak mereka.
" Sepertinya kita akan menjadi besan!" Ucap aura sambil masih tersenyum. Vina menanggapi dengan mengangguk membenarkan pernyataan aura.
Gilang berdecak kesal, ia tidak habis pikir dengan pemikiran aura dan vina.
Putra putri mereka masih bayi, tapi keduanya membicarakan tentang hubungan besan, bukannya itu berarti bahwa keduanya sedan membicarakan pernikahan kedua anak mereka.
" Baby masih sangat kecil untuk kalian nikahkan!" Ketus gilang pada aura dan vina.
Bukannya marah atau bagaimana, tapi vina dan aura malah semakin keras tertawa.
" Ternyata hubungan anak kita akan sulit, kalau ayahnya baby boy belum memberikan restu pada calon memantunya." Ucap aura.
" Belum lagi restu dari ayahnya baby clarris, ra. Anakmu pasti akan kewalahan nantinya menghadapi ke posesifan ayahnya baby clarris." Jawab vina menimpali.
Dan apa yang dikatakan vina memang benar adanya. Aditya amat sangat posesif pada putrinya.
" Jangan harap aku akan membiarkan aditya mempersulit putraku. Harusnya aditya merasa beruntung mendapatkan putraku sebagai menantunya." Ketus gilang tidak terima putranya di persulit.
" Wah... Wah... Sepertinya ada yang sudah ngasih lampu ijo buat baby clarris nih!" Goda vina pada gilang.
Gilang langsung pergi dari hadapan istri dan sahabat istrinya. Menurutnya melawan kedua wanita itu tidak akan mungkin menang. Hanya hal yang sia- sia untuk dilakukan.
Aditya terus- terusan menghubungi vina, dan itu membuat vina harus segera pergi dari rumah aura. Sebelum vina pergi, mereka memberikan kesempatan pada kedua bayi tersebut untuk berpamitan.
Tingkah kedua bayi tersebut sangat mengemaskan.
__ADS_1
{ Bersambung }