
Sudah dua hari vina dirawat di rumah sakit, dan kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Walaupun masih sering muntah bahkan makanan tidak bisa masuk kedalam perutnya sama sekali.
Vina hanya mengandalkan makanan yang masuk melalui infusan. Sesungguhnya vina sudah tidak betah berada di rumah sakit.
Selain karena harus melakukan perawatan intensive, ia juga sudah sangat rindu pada baby girl. Mereka hanya bisa berkomunikasi melalui video call atau sejenisnya.
Aditya tidak mengizinkan putrinya di bawa kerumah sakit. Selain karena takut tertular penyakit dan virus dirumah sakit. Baby juga pasti akan menangis jika melihat ibunya terbaring di ranjang rumah sakit.
Makanya untuk menjaga spikologi dan kesehatan baby, aditya tidak mengizinkan baby di bawa ke rumah sakit.
" Bang kapan aku boleh pulang? Aku udah bosen banget disini dan juga aku udah kangen banget sama baby." Ungkap vina suatu ketika.
Aditya menghembuskan napasnya dengan kasar. Yang sesungguhnya ia pun sudah ingin vina cepat pulang. Biar dirawat dirumah saja, akan tetapi dokter yang menangani vina tidak menyarankan untuk vina di bawa kerumah karena memang kondisinya masih terpantau belum stabil.
Bukan apa- apa, mereka takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada kandungan vina dan membuat aditya murka.
__ADS_1
Biar bagaimana pun mereka tahu siapa aditya dan kekuasaan yang di miliki oleh aditya.
Untuk bermain aman, mereka benar- benar menginginkan vina tetap berada dirumah sakit agar kondisinya benar- benar terpantau oleh oleh dokter.
Bahkan ada beberapa dokter yang sempat di mutasi ke daerah karena dianggap tidak becus merawat kondisi vina.
Tentu saja hal tersebut menjadikan sosok aditya begitu menyeramkan oleh para dokter yang menangani vina.
Vina sendiri sesungguhnya sangat menyayangkan tindakan aditya, tapi siapa yang berani menentang keputusan suaminya. Vina saja yang berusaha membujuk aditya saat akan memutasi dokter- dokter tersebut gagal dan membuatnya harus lebih lama lagi tinggal di rumah sakit.
Vina yang memang sudah sangat bosan, dengan suasana di ruangannya memutuskan untuk mencari udara segar di taman rumah sakit.
Sebenarnya aditya melarang vina untuk kemana pun tanpa dirinya, tapi vina juga tidak tega untuk menggangu tidur aditya.
Lagi pula memangnya aditya akan mengizinkan vina keluar jika vina memintanya.
__ADS_1
Jadilah vina menyelinap keluar kamar tanpa sepengetahuan aditya ataupun perawat yang memantaunya.
Vina keluar dengan perlahan dan hati- hati. Sebisa mungkin vina tidak mengeluarkan suaranya agar tidak mengganggu tidur aditya.
Dan tentu saja vina berhasil melakukannya. Sekarang di berada di taman rumah sakit dan sedang menikmati suasana dan keadaan di taman.
Pandangan vina fokus pada kolam kecil yang di hidupi oleh beberapa ikan. Ia sama sekali tidak tahu bahwa di ruang rawatnya aditya sedang mengamuk mencari keberadaan dirinya.
Bahkan semua perawat dan dokter yang menangani vina terkena semprot amukan dari aditya.
Sesaat setelah vina berhasil pergi ketaman,aditya terbangun dari tidurnya. Ia menatap seisi ruangan dan tidak menemukan istrinya. Kamar mandi dan semua ruangan kamarnya sudah di cek dan tak ditemukan keberadaan vina.
Ia memanggil perawat serta dokter dan menanyakan keberadaan vina. Tapi semua orangtua tidak tahu kemana vina pergi. Sampai aditya mengecek CCTV rumah sakit, vina juga tidak terlihat karena memang saat itu vina pergi dengan diam- diam dan sedikit menyamarkan penampilannya.
Seluruh pegawai rumah sakit akhirnya mencari vina. Sedangkan orang yang telah membuat heboh satu rumah sakit malah sangat santai dengan ikan- ikan dalam kolam.
__ADS_1
{ Bersambung }